Ubiquiti baru saja memperkuat portofolio infrastruktur kawasannya dengan meluncurkan Enterprise Campus Switch Core terbaru yang menawarkan throughput fantastis hingga 3,2 Tbit/s. Dibanderol dengan estimasi harga mulai dari Rp95,4 jutaan ($5.393) untuk varian tertinggi, perangkat jaringan Layer 3 berukuran 1U rackmount ini dirancang khusus sebagai tulang punggung (core switch) pada instalasi pusat data maupun jaringan korporat berskala besar yang membutuhkan ketersediaan tinggi (high availability).
Langkah strategis ini menandai keseriusan Ubiquiti dalam merambah segmen enterprise kelas atas untuk menantang dominasi pemain kawakan seperti Cisco dan Aruba. Selain menghadirkan varian utama berkecepatan 3,2 Tbps, vendor perangkat jaringan ternama ini juga menyediakan opsi SFP28 dengan throughput 1,8 Tbit/s yang dilepas ke pasaran dengan harga sekitar Rp76,3 jutaan ($4.314).
Arsitektur Monster dengan Bandwidth Internal Luas
Secara teknis, Ubiquiti Enterprise Campus Switch Core mengusung spesifikasi hardware yang sangat impresif di kelasnya. Perangkat ini memiliki kapasitas switching internal hingga 6,4 Tbit/s dengan total non-blocking throughput mencapai 3,2 Tbit/s. Performa monster ini diproyeksikan mampu menangani Lalu Lintas data padat tanpa bottleneck, bahkan saat seluruh port beroperasi dalam beban puncak.
Untuk mengakomodasi kompleksitas segmentasi jaringan korporasi, switch core ini sanggup mengelola hingga 1.000 VLAN aktif serta menampung hingga 128.000 alamat MAC. Kombinasi kapasitas tabel MAC yang luas dan throughput raksasa ini menjadikan perangkat sangat ideal bagi lingkungan kampus, rumah sakit, maupun kantor pusat enterprise yang memiliki puluhan ribu perangkat terhubung secara bersamaan.
Sistem Redundansi Tinggi dan Dukungan MC-LAG
Menyadari pentingnya keandalan tanpa henti (zero downtime) pada skala enterprise, Ubiquiti melengkapi switch ini dengan teknologi Multi-Chassis Link Aggregation (MC-LAG). Fitur ini memungkinkan dua unit switch digabungkan secara logis untuk memberikan redundansi tingkat tinggi sekaligus pembagian beban (load balancing) secara otomatis. Jika salah satu switch mengalami kendala, lalu lintas data akan langsung dialihkan ke switch pasangan tanpa menginterupsi koneksi pengguna.
Sistem pendinginan dan daya juga dirancang dengan pendekatan toleransi kesalahan tinggi (fault tolerance). Pada bagian belakang sasis 19 inci full-depth ini, Ubiquiti menyematkan dua unit catu daya (PSU) hot-swappable serta lima unit kipas pendingin hot-swappable. Artinya, teknisi jaringan dapat mengganti komponen PSU atau kipas yang rusak secara langsung tanpa perlu mematikan perangkat utama.
Konektivitas Fleksibel 100G dan Manajemen Etherlighting
Varian utama switch ini dilengkapi dengan 32 port QSFP28 bertipe high-density. Port-port tersebut bersifat fleksibel karena dapat dikonfigurasi untuk berjalan pada kecepatan 100GbE maupun 40GbE sesuai kebutuhan infrastruktur yang ada. Ubiquiti juga menyediakan aksesori pendukung berupa kabel Direct-Attached Copper (DAC) seharga Rp619 ribuan ($35) serta modul transceiver optik yang dijual pada rentang Rp2,9 jutaan hingga Rp5,2 jutaan ($169–$299).
Proses integrasi atau adoption switch ini ke dalam ekosistem UniFi wajib dilakukan melalui port QSFP28. Perlu dicatat bahwa port Out-of-Band (OOB) Management yang ada di bagian belakang tidak bisa digunakan untuk proses adoption awal. Namun untuk kebutuhan pemeliharaan langsung di lokasi (on-site troubleshooting), Ubiquiti tetap menyediakan port konsol RJ45 serta layar sentuh status berukuran ringkas di panel depan untuk memantau indikator operasional secara real-time.
Analisis Nilai Kompetitif dan Target Pasar
Dengan harga Rp95,4 jutaan ($5.393)—yang sudah mencakup biaya komponen memori sebesar Rp6,9 jutaan ($394)—Ubiquiti menawarkan nilai ekonomi yang sangat kompetitif di segmen switch core 100G enterprise. Dibandingkan dengan solusi kompetitor yang kerap membebani konsumen dengan lisensi perangkat lunak tahunan yang mahal, pendekatan UniFi yang bebas biaya lisensi menjadi daya tarik tersendiri bagi manajer IT.
Kehadiran Enterprise Campus Switch Core ini membuktikan transformasi UniFi dari sekadar penyedia perangkat Wi-Fi rumahan dan UMKM menjadi penyedia infrastruktur jaringan kelas berat. Bagi perusahaan yang sedang melakukan modernisasi jaringan menuju arsitektur 100G, lini produk terbaru dari Ubiquiti ini menawarkan opsi rasional antara performa tinggi, kemudahan manajemen, dan efisiensi anggaran belanja modal (CapEx).

