Xiaomi bersiap menggebrak pasar ponsel premium global melalui calon flagship terbarunya, Xiaomi 18 Pro Max, yang baru saja menampakkan diri di platform pengujian Geekbench. Mengusung nomor model M1544F, perangkat teratas ini diproyeksikan bakal meluncur dengan estimasi harga mulai Rp18,5 jutaan hingga Rp22 jutaan saat hadir secara resmi nanti. Langkah ini menjadi jawaban strategis Xiaomi untuk bersaing langsung di segmen ponsel berlayar lebar performa tinggi.
Kemunculan gawai ini memberikan gambaran awal yang sangat menjanjikan terkait arah perkembangan performa komputasi dan pemrosesan grafis seluler generasi mendatang. Ditenagai oleh chipset kelas atas terbaru dari Qualcomm, Xiaomi 18 Pro Max dirancang untuk menyajikan lonjakan kinerja yang signifikan, baik untuk kebutuhan multitasking berat, pemrosesan kecerdasan buatan berbasis perangkat, hingga pengalaman gaming tingkat lanjut.
Konfigurasi Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan CPU 5,11 GHz
Berdasarkan data yang tertera pada basis data Geekbench, Xiaomi 18 Pro Max ditenagai oleh chipset Qualcomm berkode SM8975, yang diyakini bakal mengusung nama komersial Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro. Chipset ini mengadopsi arsitektur octa-core yang dirancang secara agresif guna menghadirkan efisiensi daya sekaligus dorongan komputasi yang sangat masif.
Dalam perincian strukturnya, pemroses data ini membagi delapan inti menjadi tiga kluster utama. Terdapat tiga inti efisiensi yang berjalan pada kecepatan 3,74 GHz untuk menangani tugas harian ringan, tiga inti performa berkecepatan 4,03 GHz untuk beban kerja menengah, serta dua inti utama (prime core) yang sanggup dipacu hingga angka fantastis 5,11 GHz. Dipadukan dengan memori RAM sebesar 12GB, kombinasi hardware ini mencetak skor pengujian single-core sebesar 3.582 poin dan skor multi-core yang menembus 12.247 poin.
Kemampuan Grafis Adreno 850 dan Pemrosesan Visual Generasi Baru
Sektor pemrosesan visual pada Xiaomi 18 Pro Max turut mendapatkan peningkatan signifikan berkat kehadiran GPU Adreno 850. Pengujian grafis pada benchmark Geekbench 7 mencatatkan hasil yang sangat mengesankan, di mana unit pemroses grafis tersebut berhasil mendulang skor 26.210 poin pada pengujian OpenCL dan mencapai 29.934 poin pada uji pemrosesan Vulkan.
Capaian angka tersebut menegaskan potensi besar perangkat ini dalam mengolah grafis 3D yang kompleks, rendering video resolusi tinggi, hingga eksekusi model generative AI langsung di dalam ponsel (on-device AI). Meskipun hasil benchmark prototype pra-rilis masih dapat berkembang seiring optimasi perangkat lunak akhir, angka awal ini membuktikan komitmen Xiaomi dalam menyajikan performa visual tanpa kompromi.
Dukungan Android 17 dan Peta Persaingan Segmen Premium
Dari sisi perangkat lunak, daftar pengujian mengonfirmasi bahwa Xiaomi 18 Pro Max akan langsung beroperasi dengan sistem operasi Android 17 yang disandingkan dengan antarmuka terbaru, HyperOS 4. Integrasi ini diharapkan membawa efisiensi manajemen daya yang lebih baik serta optimasi fitur AI berbasis sistem yang semakin responsif.
Dengan Qualcomm yang dijadwalkan meluncurkan seri Snapdragon 8 Elite Gen 6 secara resmi dalam waktu dekat, persaingan ponsel flagship papan atas semakin menarik untuk dicermati. Bersama kompetitor lain seperti Vivo X500 Pro Max yang juga mulai melakukan pengujian serupa, Xiaomi 18 Pro Max berada pada posisi yang tepat untuk merebut perhatian konsumen yang menginginkan gawai berdaya komputasi tertinggi di kelasnya.
