Samsung Galaxy S26 Ultra datang sebagai ponsel flagship paling lengkap Samsung untuk 2026. Perangkat ini memang tidak mengubah seluruh formula Galaxy Ultra, tetapi membawa sejumlah peningkatan yang relevan untuk pengguna serius, mulai dari chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, kamera utama 200 MP dengan aperture lebih lebar, hingga Galaxy AI generasi ketiga. Samsung juga memperkenalkan Privacy Display yang langsung terintegrasi pada layar, sebuah fitur yang belum umum ditemukan pada smartphone premium.
Di Indonesia, Galaxy S26 Ultra dipasarkan mulai Rp22.999.000. Harga tersebut menempatkannya di wilayah flagship premium, sehingga standar penilaiannya bukan sekadar apakah ponsel ini cepat atau memiliki kamera beresolusi tinggi. Pertanyaan utamanya adalah apakah peningkatan tersebut terasa dalam pemakaian sehari-hari dan cukup kuat untuk membenarkan harganya, terutama bagi pemilik Galaxy S25 Ultra.
Spesifikasi Utama dan Harga Samsung Galaxy S26 Ultra
Samsung Galaxy S26 Ultra menggunakan layar Dynamic LTPO AMOLED 2X berukuran 6,9 inci dengan resolusi QHD+ 3120 x 1440 piksel. Refresh rate adaptif hingga 120 Hz membuat scrolling, animasi antarmuka, dan permainan terasa mulus, sementara kecerahan puncak 2.600 nit membantu visibilitas di bawah sinar matahari. Panelnya masih 8-bit, tetapi Samsung memakai teknik 8-bit plus FRC untuk menghasilkan gradasi warna yang lebih halus.
Di balik bodinya terdapat Snapdragon 8 Elite Gen 5 versi khusus Samsung yang dibuat menggunakan fabrikasi 3 nm TSMC N3P. Pilihan RAM mencapai 12 GB, sedangkan varian penyimpanan 1 TB dibekali RAM 16 GB. Penyimpanan internal menggunakan UFS 4.0, bukan UFS 4.1 seperti yang sempat diharapkan. Ponsel ini membawa baterai 5.000 mAh, pengisian kabel 60W, wireless charging 25W, Android 16, dan One UI 8.5.
Desain, Layar, dan Kenyamanan Penggunaan
Dibandingkan pendahulunya, Galaxy S26 Ultra tampil lebih tipis dengan ketebalan 7,9 mm dan bobot sekitar 214 gram. Sudut bodinya dibuat lebih membulat sehingga perangkat terasa lebih nyaman digenggam, meskipun ukuran 6,9 inci tetap membuatnya tergolong besar. Samsung mengganti rangka titanium dengan armor aluminum. Material ini mungkin terasa kurang eksklusif di atas kertas, tetapi membantu manajemen panas bersama vapor chamber baru yang diklaim meningkatkan pembuangan panas hingga 21 persen. Sertifikasi IP68 dan Gorilla Glass Armor 2 tetap menjadi nilai tambah untuk perlindungan.
Kualitas layarnya merupakan salah satu alasan terkuat untuk memilih perangkat ini. Panel QHD+ menghasilkan teks dan gambar yang sangat tajam, sedangkan lapisan anti-reflection mengurangi pantulan saat digunakan di luar ruangan. S Pen yang tersimpan di dalam bodi juga membuat Galaxy S26 Ultra lebih berguna untuk mencatat, menggambar, serta mengedit dokumen dibandingkan kebanyakan ponsel besar lainnya.
Privacy Display menjadi fitur pembeda yang benar-benar baru. Pengguna dapat mengaktifkannya untuk seluruh layar, notifikasi, aplikasi tertentu, atau secara otomatis ketika memasukkan PIN. Fitur ini sangat berguna di transportasi umum, kafe, dan ruang kerja bersama. Namun, privasi tersebut dibayar dengan layar yang lebih redup, sudut pandang lebih sempit, resolusi efektif yang menurun, serta sedikit perubahan warna keunguan di sisi layar. Karena itu, fitur ini lebih cocok dipakai situasional daripada aktif sepanjang waktu.
Performa, Kamera, dan Baterai
Performa Galaxy S26 Ultra berada di level tertinggi. Skor AnTuTu v11 sekitar 3,6 hingga 3,7 juta poin dan skor Geekbench 6 sebesar 3.648 single-core serta 10.898 multi-core menunjukkan peningkatan nyata dibandingkan Galaxy S25 Ultra. Dalam penggunaan sehari-hari, aplikasi terbuka cepat, multitasking berjalan lancar, dan game berat seperti PUBG, Asphalt 9, serta Destiny Rising dapat dimainkan pada pengaturan grafis tinggi hingga maksimum. Sistem pendingin yang lebih besar membantu menjaga suhu tetap terkendali saat bermain lama.
Sistem kameranya terdiri dari kamera utama 200 MP f/1.4, ultrawide 50 MP f/1.9 dengan autofocus, telefoto 10 MP, dan periscope telefoto 50 MP f/2.9. Bukaan yang lebih lebar membuat kamera utama dan telefoto 5x lebih mampu menangkap cahaya. Rentang zoom 0,6x sampai 100x juga memberi fleksibilitas tinggi, walaupun kualitas pada 30x hingga 100x sangat bergantung pada pemrosesan AI. Foto portrait, detail objek, dan hasil zoom 5x menjadi keunggulan utama, tetapi kamera malam belum selalu konsisten karena sejumlah hasil pengujian masih menunjukkan foto buram pada zoom 1x dan 3x.
Untuk video, Galaxy S26 Ultra lebih ambisius daripada sekadar menawarkan resolusi tinggi. Perekaman 8K 30 fps, codec APV, Log recording, YUV422, LUT preview, dan 12 Cine LUT bawaan memberi ruang lebih besar bagi kreator. Super Steady Horizontal Lock juga mampu mempertahankan orientasi video saat ponsel diputar. Baterai 5.000 mAh dapat bertahan lebih dari 24 jam pada pemakaian normal dan mendekati dua hari dengan pengaturan layar yang lebih hemat. Pengisian 60W mempercepat pengisian secara signifikan, tetapi kepala charger tetap tidak tersedia di dalam kotak.
Kekurangan Samsung Galaxy S26 Ultra yang Perlu Dipertimbangkan
Selain kompromi Privacy Display dan performa kamera malam, absennya magnet bawaan menjadi kekurangan praktis. Pengguna yang ingin memakai charger, dompet, atau dudukan magnetis harus membeli casing yang kompatibel. Panel 8-bit juga terasa kurang ideal bagi kreator yang sering mengedit foto dan video HDR dengan gradasi warna kompleks. Di sisi lain, peningkatan dari Galaxy S25 Ultra tidak selalu terasa besar pada semua aspek, terutama bagi pengguna yang tidak membutuhkan fitur video profesional atau AI generasi terbaru.
Kesimpulan: Apakah Samsung Galaxy S26 Ultra Layak Dibeli di 2026?
Samsung Galaxy S26 Ultra layak dibeli jika Anda menginginkan smartphone premium dengan performa sangat cepat, layar besar yang unggul, kamera serbaguna, kemampuan video profesional, S Pen, dan dukungan software hingga tujuh tahun. Galaxy AI generasi ketiga juga membuat perangkat ini lebih menarik untuk produktivitas jangka panjang. Harganya memang tinggi, tetapi paket fiturnya termasuk salah satu yang paling lengkap di kelas flagship.
Pemilik Galaxy S25 Ultra sebaiknya tidak terburu-buru melakukan upgrade kecuali membutuhkan pengisian 60W, performa Snapdragon terbaru, Privacy Display, atau fitur video APV dan Log yang lebih serius. Sementara itu, pengguna dari perangkat lama akan merasakan lompatan yang jauh lebih besar. Dengan catatan kamera malam dan panel 8-bit, Galaxy S26 Ultra tetap merupakan pilihan flagship yang sangat kuat, bukan perangkat yang sempurna.