Review Samsung Galaxy A35 5G: Masih Layak Dibeli?

Samsung Galaxy A35 5G unggul di layar, kamera, keamanan, dan update panjang, tetapi bodinya berat serta tanpa charger di kotak.

Penulis: Hana Lee
Tanggal: Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 08.41
Review spesifikasi, desain, kamera, dan layar Samsung Galaxy A35 5G
Samsung Galaxy A35 5G dengan layar Super AMOLED dan desain bodi kaca premium
Samsung

Samsung Galaxy A35 5G hadir di Indonesia pada Maret 2024 sebagai penerus Galaxy A34 5G. Saat peluncuran, ponsel ini dibanderol mulai Rp4,9 jutaan untuk varian 8/128 GB dan Rp5,4 jutaan untuk model 8/256 GB. Posisinya cukup menarik karena membawa sejumlah fitur yang biasanya lebih identik dengan seri Galaxy S, seperti bodi kaca, perlindungan IP67, layar 120 Hz, serta dukungan pembaruan perangkat lunak jangka panjang.

Namun, harga yang lebih tinggi dari pendahulunya membuat pertanyaan soal value for money menjadi penting, terutama jika perangkat ini dibeli pada 2026 ketika pilihan ponsel kelas menengah sudah semakin kompetitif. Ulasan ini membedah kelebihan dan kekurangan Samsung Galaxy A35 5G dari sisi desain, layar, performa, kamera, baterai, software, dan kenyamanan penggunaan sehari-hari.

Spesifikasi Utama dan Harga Samsung Galaxy A35 5G

Ilustrasi samsung galaxy a35 Review Samsung Galaxy A35 5G: Masih Layak Dibeli?
Detail tampilan dan desain Review Samsung Galaxy A35 5G: Masih Layak Dibeli?. (Foto: Samsung)

Samsung Galaxy A35 5G menggunakan layar Super AMOLED 6,6 inci beresolusi Full HD+ 1080 x 2340 piksel. Panel ini memiliki refresh rate hingga 120 Hz dengan kemampuan adaptive refresh rate, sehingga animasi terasa lebih mulus saat menggulir layar dan konsumsi daya dapat ditekan ketika ponsel menampilkan konten statis. Kecerahan puncaknya diklaim mencapai 1.000 nits, cukup membantu saat digunakan di luar ruangan. Layar juga dilindungi Gorilla Glass Victus+ yang lebih kuat dibandingkan Gorilla Glass 5 pada Galaxy A34 5G.

Di balik bodinya terdapat chipset Exynos 1380 berbasis fabrikasi 5 nm, RAM 8 GB, serta penyimpanan internal 128 GB atau 256 GB. Ponsel ini membawa baterai 5.000 mAh dengan pengisian daya 25 W, sistem Android 14 dengan One UI 6.1, dan konektivitas 5G. Samsung menjanjikan pembaruan sistem operasi hingga empat generasi serta pembaruan keamanan selama lima tahun. Dengan demikian, perangkat yang dirilis menggunakan Android 14 ini secara teori dapat memperoleh pembaruan hingga Android 18 dan patch keamanan hingga 2029.

Kelebihan Samsung Galaxy A35 5G yang Jadi Daya Tarik Utama

Foto tampilan multi-monitor dan display Review Samsung Galaxy A35 5G: Masih Layak Dibeli?
Dukungan multi-monitor dan visual pada Review Samsung Galaxy A35 5G: Masih Layak Dibeli?. (Foto: Samsung)

Dari sisi desain, Galaxy A35 5G terasa lebih premium karena menggunakan panel kaca di bagian belakang. Susunan kamera tanpa modul besar memberikan tampilan bersih dan mengingatkan pada lini Galaxy S. Key Island Design di sisi frame juga membuat tombol volume dan daya lebih mudah ditemukan. Sertifikasi IP67 memberikan perlindungan terhadap debu serta air hingga kedalaman 1 meter selama 30 menit, sehingga pengguna lebih tenang ketika terkena hujan atau tidak sengaja menumpahkan air. Kekurangannya, lapisan glossy mudah meninggalkan sidik jari dan tetap sebaiknya dilindungi dengan case.

Layar menjadi salah satu alasan terkuat memilih ponsel ini. Warna kontras khas AMOLED, resolusi tajam, dukungan HDR10+, Widevine L1, Always on Display, serta pemindai sidik jari di dalam layar membuat pengalaman menonton dan penggunaan harian terasa matang. Speaker stereo di bagian bawah dan earpiece juga menghasilkan suara yang cukup seimbang untuk menonton video atau bermain gim tanpa earphone. Exynos 1380 mampu menangani aplikasi harian dengan lancar. Pengujian yang dirujuk sumber mencatat skor AnTuTu v10 sekitar 597.120 poin, sementara PUBG Mobile dan Call of Duty Mobile dapat dimainkan pada pengaturan menengah hingga rendah dengan frame rate yang relatif stabil. Kamera utama 50 MP dengan aperture f/1.8, PDAF, dan OIS menghasilkan foto tajam, sedangkan kamera ultrawide 8 MP berguna untuk memotret pemandangan. Perekaman video 4K 30 fps tersedia pada kamera belakang dan depan, fitur yang masih jarang di kelas harga ini.

Kekurangan Samsung Galaxy A35 5G yang Perlu Diperhatikan

Kompromi paling terasa ada pada ukuran dan kelengkapan paket penjualan. Bodi setebal 8,2 mm dengan bobot 209 gram terasa cukup berat untuk penggunaan sepanjang hari, sementara bezel layar masih terlihat tebal dengan rasio layar ke bodi sekitar 84,8 persen. Kotak penjualan juga hanya berisi kabel USB-C, SIM ejector, dan dokumen tanpa kepala charger maupun soft case. Kamera ultrawide cenderung kehilangan detail, sedangkan kamera makro 5 MP lebih terasa sebagai pelengkap daripada fitur yang benar-benar penting. Ponsel ini juga tidak mendukung perekaman video HDR, tidak memiliki sensor proximity hardware karena menggunakan sensor virtual, dan tidak menyediakan jack audio 3,5 mm.

Kesimpulan: Apakah Samsung Galaxy A35 5G Layak Dibeli di 2026?

Samsung Galaxy A35 5G tetap menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mengutamakan kualitas layar, kamera utama dengan OIS, bodi tahan air, speaker stereo, keamanan Knox Vault, serta dukungan software panjang. Ponsel ini paling cocok untuk pemakaian harian, fotografi kasual, streaming, produktivitas, dan gaming kompetitif pada pengaturan grafis menengah atau rendah. Namun, pembeli yang mengejar performa gaming berat, pengisian daya sangat cepat, bodi ringan, atau kamera ultrawide terbaik sebaiknya mempertimbangkan alternatif yang lebih baru. Jika harganya turun jauh dari harga peluncuran, Galaxy A35 5G masih layak dibeli; pada harga mendekati Rp5 jutaan, keputusan tersebut sangat bergantung pada prioritas terhadap ekosistem dan umur dukungan Samsung.

TERKAIT

TERKAIT