Philips Bagikan Desain Cetak 3D Suku Cadang Gratis untuk Alat Cukur OneBlade

Philips gandeng Prusa rilis desain cetak 3D gratis suku cadang OneBlade dan shaver di Printables. Solusi hemat perbaiki gawai sendiri tanpa limbah.

Penulis: Anif Sirsaeba
Tanggal: Senin, 31 Agustus 2026 pukul 20.12
Model komponen suku cadang alat cukur Philips hasil cetak 3D di platform Printables
Suku cadang alat cukur Philips OneBlade kini bisa dicetak sendiri secara gratis menggunakan teknologi pencetakan 3D.
Philips

Pabrikan perangkat elektronik ternama Philips secara resmi meluncurkan langkah inovatif dalam mendukung gerakan perbaikan mandiri atau Right to Repair dengan membagikan berkas cetak 3D gratis untuk suku cadang berbagai produk populer mereka. Berkolaborasi dengan produsen printer 3D terkemuka Prusa Research, Philips mengunggah berbagai berkas desain berformat STL di platform Printables.com yang bisa diunduh secara bebas oleh masyarakat luas.

Inisiatif bertajuk Philips Fixables ini memungkinkan para pengguna alat cukur listrik seperti Philips OneBlade untuk mencetak sendiri komponen pendukung atau suku cadang pengganti yang kerap patah atau hilang. Langkah ini menjadi angin segar bagi konsumen yang ingin memperpanjang usia pakai perangkat gawai perawatan diri mereka tanpa perlu merogoh kocek dalam untuk membeli unit baru.

Gebrakan Gerakan Right to Repair dari Philips dan Prusa

Kemitraan antara Philips dan Prusa Research menjadi salah satu tonggak penting bagi industri elektronik konsumen. Selama ini, kendala utama yang kerap dihadapi pemilik gawai saat terjadi kerusakan kecil adalah sulitnya menemukan suku cadang resmi di pasaran. Sering kali, pengguna terpaksa membuang perangkat yang sebenarnya masih berfungsi normal hanya karena satu komponen plastik kecil patah.

Melalui koleksi awal di platform Printables.com, Philips merilis beberapa berkas cetak yang terus bertambah jumlahnya. Saat diluncurkan, koleksi ini memuat lima desain dasar yang kini telah berkembang menjadi tujuh berkas dan akan terus ditambah secara berkala. Pendekatan ini membuktikan bahwa produsen besar mulai mengadopsi prinsip keberlanjutan dengan mempermudah akses perbaikan bagi pengguna akhir.

Bagi pengguna yang tidak memiliki perangkat printer 3D pribadi di rumah, Philips memberikan aksesibilitas yang fleksibel. Berkas STL yang diunduh secara gratis dapat dengan mudah dibawa ke penyedia jasa cetak 3D komersial lokal, bengkel kerja inovasi (maker space), maupun perpustakaan publik yang menyediakan fasilitas pencetakan 3D.

Daftar Suku Cadang yang Tersedia dan Pengaturan Cetak

Fokus utama dari rilis perdana suku cadang ini tertuju pada lini produk pangkas rambut dan pencukur listrik (shaver) milik Philips. Salah satu gawai terpopuler yang mendapat dukungan ini adalah pencukur serbaguna Philips OneBlade. Pengguna kini dapat mencetak sendiri berbagai varian sisir pemotong (comb attachment) dengan ukuran 1-3 mm dan 5 mm, yang sering kali aus atau patah seiring tingginya intensitas pemakaian.

Selain untuk OneBlade, Philips juga menyediakan berkas cetak untuk seri Philips Clipper Comb dengan beragam opsi rentang ukuran, seperti 3–15 mm, 1–7 mm, hingga 7–24 mm. Tidak ketinggalan, produsen asal Belanda ini menyertakan cetakan penutup pelindung (protective caps) untuk menjaga kepala pisau pemotong tetap aman saat disimpan atau dibawa bepergian.

Setiap berkas 3D yang diunggah dilengkapi dengan panduan teknis cetak yang sangat mendetail dari para pakar Prusa Research. Petunjuk ini mencakup rekomendasi ketebalan lapisan (layer height), tingkat kepadatan isian (infill percentage), hingga orientasi posisi cetak terbaik agar hasil komponen plastiknya memiliki daya tahan mekanis yang setara dengan suku cadang asli bawaan pabrik.

Aspek Keamanan Bahan Filamen dan Kolaborasi Komunitas

Bahan dasar utama yang direkomendasikan untuk mencetak suku cadang ini adalah plastik PLA (Polylactic Acid). PLA dikenal ramah lingkungan karena terbuat dari pati jagung serta bebas dari zat kimia berbahaya seperti PFAS. Namun, karena suku cadang ini berinteraksi langsung dengan kulit wajah dan tubuh saat proses mencukur, pengguna dianjurkan untuk memastikan filamen PLA dari produsen yang digunakan benar-benar murni dan tidak tercampur zat aditif berbahaya.

Hal menarik lainnya dari proyek ini adalah keterlibatan komunitas pengembang dan kreator 3D di seluruh dunia. Philips membuka ruang bagi masukan pengguna, di mana beberapa desain yang dirilis ternyata diinspirasi oleh hasil modifikasi kreatif komunitas yang diunggah sebelumnya. Ini menciptakan ekosistem terbuka di mana manufaktur dan konsumen saling bahu-membahu menciptakan produk yang lebih tangguh.

Langkah strategis Philips ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pabrikan gawai lain untuk mengurangi limbah elektronik (e-waste). Dengan memberikan akses cetak suku cadang secara terbuka, konsumen kini memegang kendali penuh atas masa pakai perangkat elektronik yang mereka miliki secara ekonomis dan ramah lingkungan.

Eksplorasi Seri & Berita Philips Lainnya

Kumpulan ulasan mendalam, bocoran, dan kabar terbaru seputar Philips.

Lihat Semua Philips
TERKAIT

TERKAIT