DJI resmi meluncurkan kamera aksi 360 derajat terbarunya, DJI Osmo 360 II, ke pasar global setelah sebelumnya hadir eksklusif di Tiongkok. Generasi penerus Osmo 360 yang rilis pertengahan tahun lalu seharga Rp9,18 jutaan ($519) ini membawa perombakan masif untuk langsung menantang dominasi Insta360 X6 di pasar kamera aksi kelas atas.
Dibanderol mulai dari sekitar Rp12,07 jutaan (€589) untuk paket Standard Combo, DJI Osmo 360 II menghadirkan terobosan desain yang paling ditunggu para pembuat konten ekstrem: mekanisme lensa yang dapat diganti atau dibongkar pasang dengan sangat praktis tanpa membutuhkan alat khusus saat tergores atau pecah.
Solusi Lensa Bongkar Pasang dan Sensor Jumbo 1/1.1 Inci
Masalah utama kamera 360 derajat selama ini adalah tingginya risiko lensa tergores saat dipakai beraktivitas ekstrem. Pada pendahulunya, proses servis lensa memerlukan alat khusus atau pengiriman ke pusat perbaikan resmi. DJI menjawab keluhan tersebut di Osmo 360 II lewat dukungan interchangeable lens secara modular. Kreator kini bisa langsung mengganti elemen kaca lensa secara mandiri menggunakan Lens Replacement Kit resmi yang dijual seharga Rp800 ribuan (€39).
Sektor optik juga mendapatkan peningkatan performa lewat penggunaan sensor kamera ganda berukuran 1/1.1 inci. Ukuran sensor yang tergolong besar untuk skala kamera aksi ini sanggup menghasilkan dynamic range hingga 14.5 stops. Alhasil, hasil tangkapan gambar pada kondisi minim cahaya (low-light) maupun area berkontras tinggi akan tampak lebih tajam, kaya warna, dan minim noise.
Rekaman Video 8K 60 FPS dan Slow-Motion Super Halus
Dari sisi perekaman video, DJI Osmo 360 II kini sanggup merekam skenario 360 derajat hingga resolusi 8K pada kecepatan 60 FPS, naik dari 50 FPS pada versi terdahulu. Peningkatan frame rate ini memberikan keleluasaan ekstra bagi editor video saat melakukan reframing gambar dalam proses pascaproduksi agar hasil gerakan tetap terlihat mulus tanpa patah-patah.
Tak kalah menarik, kamera ini dibekali mode perekaman slow-motion yang sangat fleksibel. Saat mengaktifkan mode single-lens, Osmo 360 II mampu merekam video 4K hingga 120 FPS. Sementara saat menggunakan kedua lensa sekaligus, kecepatan perekaman slow-motion 4K bisa dipacu hingga 240 FPS. Untuk menangani aliran data raksasa dengan bitrate 220 Mbps, DJI menanamkan fitur NFC Quick Connect guna mempercepat pemindahan berkas langsung ke smartphone.
Baterai Lebih Bongsor, Mounting Magnetik, dan Rincian Harga
Sisi daya tahan turut diperhatikan DJI dengan menyematkan baterai berkapasitas 2.150 mAh, atau sekitar 10 persen lebih besar dibandingkan pendahulunya. Peningkatan daya ini terbilang krusial untuk mengimbangi pemrosesan format video 8K yang haus daya. DJI juga memperbarui sistem dudukan magnetik (magnetic mount) agar kamera lebih stabil dan kokoh saat dipasang pada helm, stang sepeda, maupun kendaraan aksi.
Untuk ketersediaan paket, DJI Osmo 360 II Standard Combo dilepas seharga Rp12,07 jutaan (€589), sedangkan varian Adventure Combo dengan aksesori tambahan dijual Rp15,15 jutaan (€739). Konsumen juga dapat membeli aksesori opsional seperti Battery Extension Rod seharga Rp2 jutaan (€99) serta Heavy-Duty Clamp Mount Kit seharga Rp1 jutaan (€49). Sementara kasing kedap air Invisible Waterproof Case dijadwalkan meluncur resmi dalam beberapa bulan mendatang.


