Amazon tampaknya sedang bersiap melakukan perombakan besar-besaran pada lini tablet milik mereka. Setelah tablet flagship Amazon Fire Max 11 keluaran 2023 menghilang dari pasaran dan ditandai tidak lagi tersedia di situs resminya, bocoran dokumen sertifikasi Lembaga Komunikasi Federal AS (FCC) serta data impor internasional mengonfirmasi keberadaan tiga model tablet Fire terbaru yang sedang masuk tahap produksi.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Amazon tidak hanya ingin menggantikan posisi Fire Max 11 yang telah dihentikan, tetapi juga berambisi menaikkan kelas jajaran tabletnya. Selama ini dikenal sebagai perangkat hiburan keluarga berharga terjangkau, salah satu dari tiga varian baru ini justru mengusung spesifikasi kelas atas yang belum pernah ada sebelumnya di ekosistem Amazon Fire.
Model TR24E7: Calon Kuat Fire Max 11 Generasi Kedua
Berdasarkan laporan Good Ereader, perangkat pertama yang terendus memiliki nomor model TR24E7. Tablet ini diyakini banyak pihak sebagai penerus langsung Fire Max 11. Dari dokumen impor yang beredar, perangkat ini ditenagai oleh chipset MediaTek MT8189 atau yang dikenal secara komersial sebagai MediaTek Kompanio 540. Dapur pacu berbasis fabrikasi 6nm ini dibekali dua inti performa Cortex-A78 berkecepatan 2,60 GHz dan enam inti hemat daya Cortex-A55 berkecepatan 2,0 GHz, serta ditunjang pemrosesan grafis Mali-G57 MC2.
Meskipun arsitektur prosesornya tidak berbeda jauh dari MediaTek MT8188J pada Fire Max 11 generasi pertama, peningkatan signifikan justru terletak pada sektor memori. Model TR24E7 ini dibekali RAM 8GB dan penyimpanan internal 64GB. Kapasitas RAM ini naik dua kali lipat dibanding pendahulunya yang hanya mengandalkan RAM 4GB. Lonjakan memori tersebut dijamin memberikan kemampuan multitasking yang jauh lebih mulus saat membuka banyak aplikasi sekaligus.
Model SP24NE: Kejutan Spesifikasi RAM 16GB Pertama dari Amazon
Kejutan paling menarik datang dari perangkat dengan nomor model SP24NE. Berbeda dari varian lainnya, tablet ini mengusung prosesor misterius MediaTek MT8793 yang belum resmi diumumkan ke publik. Yang membuat decak kagum adalah besaran memorinya: tablet ini dibekali RAM hingga 16GB dan penyimpanan internal 256GB. Ini merupakan rekor kapasitas RAM dan memori terbesar yang pernah disematkan Amazon pada lini tablet Fire.
Amazon juga menyiapkan opsi sekunder untuk model ini dengan kombinasi RAM 8GB dan memori 128GB. Kehadiran varian RAM 16GB menimbulkan spekulasi hangat di industri. Beberapa analis menduga model SP24NE inilah yang sebenarnya memegang takhta Fire Max 11 2nd Gen yang sesungguhnya, atau bahkan sebuah lini kategori flagship baru yang dirancang khusus untuk kebutuhan produktivitas dan pemrosesan AI secara lokal.
Model RL3YT5: Alternatif Terjangkau untuk Pemakaian Harian
Perangkat ketiga dalam berkas impor mengusung kode nomor RL3YT5. Model ini menggunakan dapur pacu yang sama dengan TR24E7, yaitu MediaTek Kompanio 540 (MT8189). Namun, posisinya berada di bawah TR24E7 dari sisi pemrosesan memori, di mana perangkat ini hanya mengusung RAM 4GB tetapi dipadukan dengan penyimpanan internal yang lebih lega sebesar 128GB.
Konfigurasi ini mengindikasikan bahwa RL3YT5 diproyeksikan sebagai tablet konsumsi media harian bagi pengguna yang membutuhkan ruang simpan besar untuk unduhan film, buku digital, dan aplikasi, namun dengan titik harga yang tetap bersahabat di kantong.
Strategi Baru Amazon di Pasar Tablet Mid-Range
Meskipun Amazon belum mengumumkan nama komersial resmi dan rincian harga untuk ketiga gawai ini, kehadiran tiga varian sekaligus menandaskan strategi agresif Amazon. Jika sebelumnya lini Fire Max 11 dijual pada kisaran harga mulai Rp3,9 jutaan ($229), kehadiran varian dengan RAM 16GB diperkirakan akan menembus rentang harga Rp5,3 jutaan (sekitar $300).
Keputusan menyuntikkan memori berkapasitas raksasa ke dalam tablet ekosistem Fire OS mengisyaratkan bahwa Amazon mulai serius menggarap fitur produktivitas multitasking serta integrasi layanan berbasis kecerdasan buatan (AI). Kita tentu perlu menunggu pengumuman resmi dari Amazon pada paruh kedua tahun ini untuk melihat sejauh mana tablet baru ini mampu mendobrak dominasi pasar tablet kelas menengah.



