Pasar HP bekas menawarkan lima pilihan menarik di kisaran Rp2-4 jutaan yang menurut data Nanoreview mampu mencetak skor AnTuTu Benchmark 11 di atas satu juta poin. Daftarnya mencakup iQOO Z9 5G, vivo V30 5G, vivo V50 5G, POCO F3, dan Samsung Galaxy A55 5G.
Angka tersebut penting bagi calon pembeli yang ingin memainkan game berat seperti Genshin Impact, CarX Street, atau Delta Force. Meski demikian, skor benchmark hanya menggambarkan potensi performa. Pada perangkat bekas, usia baterai, suhu, kondisi penyimpanan, dan riwayat perbaikan tetap sangat menentukan pengalaman pemakaian.
Mengapa Skor AnTuTu 11 Menjadi Pertimbangan?
AnTuTu menguji beberapa komponen utama ponsel, mulai dari prosesor, pengolah grafis, memori, hingga respons keseluruhan sistem. Skor di atas satu juta pada AnTuTu 11 dapat menjadi indikator bahwa sebuah ponsel memiliki tenaga cukup untuk menjalankan aplikasi berat dan melakukan multitasking secara lebih nyaman.
Namun, benchmark bukan ukuran tunggal untuk menentukan HP gaming terbaik. Sistem pendingin, kualitas layar, optimasi perangkat lunak, dan kapasitas RAM juga berpengaruh. Pembeli HP bekas sebaiknya menjalankan game selama beberapa menit, memeriksa apakah perangkat mengalami panas berlebihan, serta memastikan tidak ada gejala throttling atau penurunan performa.
Lima HP Bekas dengan Performa di Atas Sejuta
1. iQOO Z9 5G
iQOO Z9 5G menjadi salah satu opsi paling seimbang di daftar ini. Ponsel tersebut memakai Snapdragon 7 Gen 3 berbasis fabrikasi 4 nanometer dan mencatat skor AnTuTu 11 sekitar 1.027.925 poin. Kombinasi RAM 8 GB atau 12 GB dan penyimpanan 128 GB atau 256 GB membuatnya cukup siap untuk game berat maupun penggunaan harian.
Keunggulan terbesar iQOO Z9 5G terletak pada baterai 6.000 mAh dan pengisian cepat 80W. Kamera utamanya memakai sensor 50 MP Sony IMX882, tetapi konfigurasi kameranya tidak selengkap beberapa pesaing. Di pasar bekas, harganya berada sekitar Rp2.750.000-Rp3.300.000, tergantung memori dan kondisi fisik.
2. vivo V30 5G
vivo V30 5G ditenagai Snapdragon 7 Gen 3 dan memperoleh skor AnTuTu 11 sekitar 1.026.500 poin. Pilihan memorinya lebih beragam, yakni 128 GB, 256 GB, atau 512 GB, dengan RAM 8 GB dan 12 GB. Performa ini cukup menarik bagi pengguna yang ingin menggabungkan gaming, fotografi, dan aktivitas produktivitas.
Ponsel ini membawa kamera utama 50 MP dengan OIS, kamera ultrawide 50 MP, dan kamera depan 50 MP dengan autofocus serta dual soft LED flash. Baterainya berkapasitas 5.000 mAh dengan pengisian 80W. Harga bekasnya sekitar Rp3.550.000-Rp4.350.000, sehingga varian dasar lebih realistis untuk anggaran di bawah Rp4 juta.
3. vivo V50 5G
vivo V50 5G menawarkan performa yang masih ditopang Snapdragon 7 Gen 3, dengan skor AnTuTu 11 sekitar 1.018.053 poin. Tersedia pilihan RAM 8 GB atau 12 GB serta penyimpanan 128 GB hingga 512 GB. Ponsel ini cocok bagi pengguna yang menginginkan perangkat tipis dengan kemampuan kamera dan daya tahan baterai yang kuat.
Kapasitas baterainya mencapai 6.000 mAh dan mendukung pengisian cepat 90W. Kamera utama 50 MP dengan OIS mendapat dukungan optik ZEISS, sementara kamera ultrawide dan kamera depan sama-sama beresolusi 50 MP. Sertifikasi IP68/IP69 menjadi nilai tambah, tetapi harga bekasnya cenderung lebih tinggi, sekitar Rp4.000.000-Rp4.600.000.
4. POCO F3
POCO F3 adalah pilihan paling ramah kantong untuk pemburu performa. Mengandalkan Snapdragon 870, ponsel rilisan 2021 ini masih mencatat skor AnTuTu 11 sekitar 1.014.957 poin. RAM LPDDR5 6 GB atau 8 GB dan penyimpanan UFS 3.1 membantu mempercepat pemuatan game serta perpindahan aplikasi.
Komprominya terlihat pada usia perangkat dan baterai 4.520 mAh yang hanya mendukung pengisian 33W. Kamera utamanya 48 MP juga tidak sefleksibel milik vivo V30 atau V50. Meski begitu, harga bekas sekitar Rp1.950.000-Rp2.800.000 membuat POCO F3 layak dipertimbangkan oleh gamer yang mengutamakan chipset.
5. Samsung Galaxy A55 5G
Samsung Galaxy A55 5G menggunakan chipset Exynos 1480 dan mencatat skor AnTuTu 11 sekitar 1.021.736 poin. Pilihan RAM 8 GB atau 12 GB dengan penyimpanan 128 GB atau 256 GB memberikan ruang yang cukup untuk pemakaian harian, fotografi, dan gaming dengan pengaturan grafis yang disesuaikan.
Kamera belakangnya terdiri dari sensor utama 50 MP, ultrawide 12 MP, dan kamera makro 5 MP, sedangkan kamera depan beresolusi 32 MP. Baterai 5.000 mAh cukup awet, tetapi pengisian 25W jauh lebih lambat dibandingkan iQOO dan vivo. Harga bekasnya berkisar Rp3.000.000-Rp4.500.000.
Harga dan Kesimpulan
Jika fokus utama adalah gaming dengan dana paling terbatas, POCO F3 menawarkan rasio performa terhadap harga yang sangat kuat. iQOO Z9 5G lebih menarik untuk pembeli yang menginginkan baterai besar dan pengisian cepat, sedangkan vivo V30 5G unggul di kamera serta fitur selfie.
vivo V50 5G cocok bagi pengguna yang membutuhkan ketahanan air dan kamera lebih premium, sementara Galaxy A55 5G menawarkan pengalaman perangkat lunak Samsung serta kualitas bodi yang solid. Sebelum membeli, pastikan nomor IMEI aman, layar bebas burn-in, baterai tidak menggembung, kamera berfungsi normal, dan lakukan pengujian langsung agar skor AnTuTu tidak menutupi masalah khas perangkat bekas.
