Kehilangan kunci, tas, atau koper memang bukan masalah besar, tetapi cukup untuk mengacaukan aktivitas sehari-hari. Bluetooth tracker hadir sebagai solusi praktis dengan menempelkan perangkat kecil ke barang penting, lalu membantu menemukan lokasinya melalui aplikasi di ponsel.
Teknologi tracker kini semakin matang. Daya tahan baterai lebih panjang, pencarian jarak dekat lebih akurat, perlindungan privasi makin baik, dan jaringan perangkat yang membantu menemukan lokasi barang juga semakin luas. Namun, pilihan terbaik tetap bergantung pada ekosistem ponsel yang digunakan.
1. Moto Tag 2
Moto Tag 2 menjadi salah satu pilihan paling menarik bagi pengguna Android karena mendukung ultra-wideband atau UWB untuk pencarian arah yang lebih presisi melalui jaringan Google Find Hub. Saat barang berada di sekitar pengguna, fitur ini dapat memberikan panduan langkah demi langkah menuju lokasi tag.
Bluetooth 6 dengan Channel Sounding juga menjadi keunggulan penting. Teknologi tersebut membantu mengukur jarak ant perangkat secara lebih akurat, sementara Bluetooth tetap menangani pelacakan umum, pembaruan lokasi di latar belakang, dan efisiensi daya. UWB baru bekerja ketika tag berada cukup dekat, sekitar 10 meter.
Perangkat ini berbobot 8,5 gram dengan dimensi 31,9 x 31,9 x 8 mm. Bodi berperingkat IP68 lebih siap menghadapi debu, hujan, dan kondisi kasar. Baterainya diklaim bertahan hingga 600 hari dan menggunakan baterai kancing CR2032 yang mudah diganti. Harga globalnya sekitar Rp531 ribuan (29,99 dolar AS), atau sekitar Rp354 ribuan saat diskon. Di Eropa, harganya sekitar Rp820 ribuan (40 euro).
2. AirTag generasi kedua
AirTag generasi kedua adalah pilihan paling logis bagi pemilik iPhone karena terintegrasi langsung dengan jaringan Apple Find My. Chip Ultra Wideband generasi kedua meningkatkan fitur Precision Finding, sehingga pengguna bisa memperoleh informasi arah dan jarak saat mencari barang di dekatnya.
AirTag 2 memiliki NFC untuk Lost Mode dan speaker yang diklaim 50 persen lebih keras dibanding generasi sebelumnya. Ukurannya berdiameter 31,9 mm dengan ketebalan 8 mm, sedangkan bobotnya 11,8 gram. Sertifikasi IP67 memberikan perlindungan terhadap debu dan air, sementara baterai CR2032 diklaim bertahan lebih dari satu tahun.
Harga satu unitnya sekitar Rp513 ribuan (29 dolar AS), sedangkan paket empat unit berada di kisaran Rp1,75 jutaan (99 dolar AS). Di Eropa, harganya sekitar Rp717 ribuan (35 euro) untuk satu unit dan Rp2,44 jutaan (119 euro) untuk paket empat.
3. Galaxy SmartTag2
Galaxy SmartTag2 paling cocok untuk pengguna Samsung karena mengandalkan jaringan SmartThings Find. Dukungan Bluetooth Low Energy 5.3 dan UWB memungkinkan pencarian umum sekaligus panduan arah melalui fitur Compass View dan Search Nearby.
Desainnya berbentuk memanjang dengan ukuran 28,8 x 52,44 x 8 mm dan bobot 13,75 gram. Perangkat ini memiliki buzzer bawaan serta sertifikasi IP67. Samsung mengklaim baterainya dapat bertahan hingga 500 hari, bahkan lebih lama ketika Power Saving Mode diaktifkan. Baterai CR2032 juga dapat diganti sendiri.
Harga global Galaxy SmartTag2 berada di sekitar Rp531 ribuan (29,99 dolar AS) untuk satu unit. Nilai utamanya bukan hanya perangkat keras, melainkan integrasi yang erat dengan ponsel Galaxy dan jaringan SmartThings Find.
4. Xiaomi Tag
Xiaomi Tag menyasar pengguna yang menginginkan solusi lebih terjangkau dan tidak terlalu membutuhkan pencarian presisi berbasis UWB. Perangkat ini memakai Bluetooth Low Energy 5.4 dan dapat digunakan melalui jaringan Google Find Hub atau Apple Find My, tetapi hanya satu jaringan pada satu waktu.
Xiaomi Tag juga menyediakan NFC untuk Lost Mode ketika digunakan bersama Find My. Ukurannya 46,5 x 31 x 7,2 mm dengan bobot hanya 10 gram. Buzzer piezoelektrik, sertifikasi IP67, serta baterai CR2032 dengan daya tahan lebih dari satu tahun membuatnya cukup praktis untuk kunci, tas, dan koper.
Harganya termasuk yang paling ramah di antara pilihan ini, yakni sekitar Rp307 ribuan (14,99 euro) atau Rp313 ribuan (12,99 poundsterling) untuk satu unit. Paket multipack biasanya menawarkan harga per unit yang lebih rendah. Xiaomi Tag layak dipilih jika prioritas utama adalah harga dan kompatibilitas jaringan, bukan akurasi pencarian jarak dekat.