Langkah ambisius Elon Musk dalam memperluas jangkauan telekomunikasi satelit kembali menemui jalan terjal di ranah darat. Setelah mendapat penolakan dari operator seluler raksasa di Amerika Serikat, SpaceX kini dikabarkan tengah menjajaki opsi pembelian operator seluler virtual Boost Mobile untuk mewujudkan proyek Starlink Mobile.
Kehadiran Starlink Mobile dirancang sebagai layanan hibrida yang mengandalkan konektivitas satelit untuk area luar ruangan. Sistem ini otomatis beralih ke jaringan darat konvensional ketika sinyal dari angkasa luar terhalang oleh bangunan atau berada di perkotaan padat penduduk.
Penolakan Operator Raksasa AS
Sebelum melirik opsi akuisisi, SpaceX dilaporkan telah mendekati tiga operator telekomunikasi utama di Amerika Serikat, yaitu AT&T, Verizon, dan T-Mobile. Tujuannya sederhana, yakni menyewa kapasitas jaringan darat demi memperkuat cakupan layanan 5G mereka yang akan datang.
Namun, ketiga operator tersebut kompak menolak kerja sama ini. Tidak berhenti di situ, mereka juga aktif melobi regulator FCC agar tidak memberikan izin kepada SpaceX untuk mengakuisisi spektrum tambahan demi Starlink Mobile dengan alasan potensi gangguan interferensi dan persaingan tidak sehat.
Strategi Melirik Boost Mobile
Kebuntuan tersebut mendorong Elon Musk mencari jalur alternatif. Pertemuan dengan Chairman EchoStar, Charlie Ergen, dilakukan untuk membahas potensi pengambilalihan Boost Mobile. Sebagai operator seluler virtual atau MVNO (Mobile Virtual Network Operator), Boost tidak memiliki infrastruktur menara sendiri melainkan menyewa kapasitas dari AT&T dan T-Mobile.
Model bisnis semacam ini dinilai sangat cocok dengan kebutuhan SpaceX untuk menghadirkan cakupan teresterial di kota-kota besar. Hingga akhir Juni lalu, EchoStar tercatat memiliki sekitar 7,4 juta pelanggan nirkabel, sebagian besar berada di bawah naungan Boost Mobile dan Gen Mobile.
Akuisisi ini tidak hanya memberikan akses jaringan, tetapi juga langsung membekali SpaceX dengan basis pelanggan aktif serta jalur distribusi yang matang sejak hari pertama peluncuran.
Tantangan Infrastruktur dan Regulasi
Meskipun langkah ini tampak menjanjikan, jalan yang harus ditempuh SpaceX tidak sepenuhnya mulus. Perjanjian sewa jaringan milik Boost umumnya bersifat tidak dapat dipindahtangankan, yang berarti AT&T dan T-Mobile tetap memegang hak veto untuk menyetujui atau menolak transaksi tersebut.
Di sisi lain, tantangan teknis juga membayangi proyek ini. Sinyal satelit murni dinilai masih kesulitan menembus kaca kendaraan maupun dinding bangunan di perkotaan padat. Pembangunan infrastruktur darat mandiri yang mencakup ribuan menara, pasokan daya, serta jaringan fiber optik membutuhkan waktu dan investasi masif, dengan estimasi pengerjaan yang diperkirakan memakan waktu bertahun-tahun oleh para pesaing industri.



