Perusahaan otomotif asal Inggris, E-Motiv Shift Systems, resmi memperkenalkan transmisi dua percepatan untuk motor listrik. Teknologi powershift ini dirancang khusus untuk memungkinkan perpindahan gigi secara mulus tanpa menghentikan penyaluran tenaga dari motor ke roda.
Selama ini, motor listrik identik dengan sistem transmisi satu percepatan (direct drive) karena karakter motor listrik yang memiliki rentang RPM luas serta torsi melimpah sejak putaran awal. Torsi instan menjadi keunggulan motor listrik. Namun, inovasi E-Motiv Shift Systems ini berpotensi merombak standar efisiensi serta performa sepeda motor berbasis EV Smart Mobility di masa depan.
Solusi Dilema Akselerasi dan Kecepatan Puncak
Dalam merancang sepeda motor listrik, para produsen biasanya dihadapkan pada pengorbanan rasio gigi. Rasio gigi pendek memberikan daya tarik yang sangat kuat saat mulai bergerak dari posisi diam. Namun, pilihan tersebut menekan kecepatan puncak kendaraan saat berada di jalur bebas hambatan. Sebaliknya, rasio gigi tinggi memberikan kecepatan maksimal yang lebih baik, tetapi mengurangi kelincahan akselerasi awal.
Inovasi ini mengubah aturan main. Hadirnya sistem transmisi dua percepatan dari E-Motiv Shift Systems mampu menggabungkan kedua keunggulan tersebut secara bersamaan. Pengemudi mendapatkan akselerasi awal yang responsif tanpa harus mengorbankan kecepatan maksimum di jalan lurus.
Selain meningkatkan respons berkendara, sistem transmisi ini membuat motor listrik bekerja lebih sering di rentang efisiensi optimalnya. Menurut klaim E-Motiv Shift Systems, teknologi ini tidak hanya mampu mempertajam Akselerasi Tinggi saat bermanuver, tetapi juga mengoptimalkan Efisiensi Baterai. Dampak positifnya adalah peningkatan jangkauan tempuh sepeda motor dalam sekali pengisian daya. Pihak produsen hingga kini belum merilis angka pasti terkait persentase peningkatan efisiensi tersebut.
Mengadopsi Basis Teknologi Zeroshift Tanpa Putus Tenaga
Secara teknis, pengembangan komponen ini mengacu pada basis teknologi Zeroshift. Sistem tersebut awalnya dikembangkan untuk kendaraan bermesin pembakaran internal. Berbeda dari sistem manual konvensional yang membutuhkan jeda tenaga saat tuas digerakkan, sistem Zeroshift memanfaatkan mekanisme cincin pengunci khusus (dog-engagement rings) yang memungkinkan perpindahan rasio gigi terjadi di bawah beban kerja penuh.
Mekanisme ini bekerja sangat mulus. Gigi berikutnya sudah mulai bertaut saat gigi sebelumnya masih menyalurkan torsi ke roda. Hasilnya, pengalihan tenaga berlangsung instan tanpa jeda yang mengganggu kestabilan berkendara. Perpindahan gigi terjadi tanpa jeda.
E-Motiv Shift Systems berhasil mengadaptasi prinsip kerja Zeroshift untuk diselaraskan dengan karakteristik penggerak listrik. Walaupun demikian, rincian mekanisme internal terbaru yang mereka gunakan pada transmisi khusus Motor Listrik ini masih dirahasiakan dari publik.
Jadwal Debut Publik di EICMA 2026 dan Pengujian Demo 1
Masyarakat otomotif dapat menyaksikan teknologi ini secara langsung dalam waktu dekat. Transmisi Dua Percepatan E-Motiv Shift Systems dijadwalkan melakukan debut publik resminya di ajang pameran sepeda motor internasional EICMA 2026 yang berlangsung di Milan, Italia, pada 3 hingga 8 November 2026.
Efisiensi daya menjadi fokus utama. Bersamaan dengan persiapan pameran tersebut, E-Motiv Shift Systems tengah merakit sepeda motor demonstrator khusus bernama Demo 1. Unit prototipe ini disiapkan sebagai sarana pengujian langsung di jalan raya guna menguji keandalan sistem dalam kondisi berkendara nyata.
Pengujian jalan dimulai awal 2027. Uji coba lapangan pada unit Demo 1 direncanakan berlangsung pada kuartal pertama (Q1) tahun 2027 mendatang untuk memastikan daya tahan komponen sebelum diproduksi secara massal.