Sub-brand anggaran milik Volkswagen Group di China, Jetta, resmi merilis sedan listrik murni perdananya yang diberi nama Jetta M6. Dijual dengan harga mulai dari Rp211,5 jutaan ($11,950 atau 79.800 Yuan) di pasar domestik China, kendaraan ini menandai langkah strategis pabrikan Jerman tersebut dalam mengamankan pangsa pasar kendaraan listrik bernilai terjangkau. Jetta M6 dibangun di atas arsitektur khusus kendaraan listrik bernama Jiesi dan menggunakan sistem penggerak roda depan (front-wheel drive).
Hadirnya Jetta M6 menjadi bukti persaingan EV di China semakin memanas. Sedan menengah ini membawa dimensi panjang 189,2 inci (sekitar 4.805 mm) serta jarak sumbu roda (wheelbase) mencapai 111,0 inci (2.819 mm). Proporsi ini memberikan ruang kabin yang tergolong lapang untuk kelas harganya. Langkah ini jelas diambil untuk membendung gempuran produsen EV lokal RRT yang kian dominan.
Pilihan Powertrain dan Performa Baterai CALB
Jetta menyediakan tiga varian powertrain pada M6 untuk memenuhi kebutuhan segmen konsumen yang berbeda. Varian paling dasar, Pro, dibekali motor listrik bertenaga 152 hp dan baterai berkapasitas 42,9 kWh. Kombinasi ini sanggup memberikan jarak tempuh hingga 289 mil (sekitar 465 km) berdasarkan standar pengujian lokal. Karakter motornya disetel untuk efisiensi penggunaan dalam kota.
Sementara itu, bagi pengguna yang menginginkan performa lebih tinggi, varian menengah Max dan varian tertinggi Ultra menyajikan lontaran tenaga hingga 194 hp. Kedua varian atas ini mengusung paket baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) buatan CALB berkapasitas 51,9 kWh. Akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam (0-62 mph) mampu dituntaskan dalam kurun waktu 6,8 detik. Jarak tempuhnya juga melesat hingga 345 mil (sekitar 555 km). Performa ini tergolong imbang.
Kabin Digital Berbasis AI DeepSeek dan Qwen
Masuk ke dalam interior, Jetta M6 menawarkan konsep kokpit digital modern. Pusat kendali kendaraan dipusatkan pada layar sentuh utama berukuran 15,6 inci yang berdampingan dengan kluster instrumen digital 8,88 inci di balik kemudi. Sistem infotainment mobil ini sudah terintegrasi secara bawaan dengan asisten suara cerdas berbasis AI lokal seperti DeepSeek dan Qwen, di samping dukungan konektivitas smartphone standar.
Pengalaman berkendara juga ditingkatkan lewat dukungan peranti keras asisten pengemudi ADAS. Varian tertingginya, Ultra, ditenagai oleh sistem pemrosesan canggih menggunakan chipset Journey 6M buatan Horizon Robotics. Komponen ini dirancang khusus untuk mendukung fitur navigasi otonom menengah, baik untuk koridor jalan tol (highway) maupun skenario jalanan perkotaan yang rumit.
Fitur Efisiensi Termal dan Pengisian Daya Cepat
Dari sisi manajemen daya dan infrastruktur pengisian baterai, Jetta M6 mengandalkan keunggulan sel baterai LFP. Pengisian ulang daya dari kapasitas 30 persen hingga 80 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 25 menit pada stasion pengisian daya cepat. Waktu rehat pengisian ini tergolong efisien untuk penggunaan jarak jauh.
Guna menjaga efisiensi konsumsi listrik di musim dingin, seluruh varian Jetta M6 sudah dilengkapi dengan heat pump (pompa kalor) sebagai perlengkapan standar. Tidak hanya itu, tersedia pula fitur vehicle-to-load (V2L) berdaya 3,5 kW. Fitur ini memungkinkan pengguna menjadikan baterai sedan ini sebagai sumber listrik eksternal untuk menyuplai peralatan elektronik saat aktivitas luar ruangan.
Posisi Pasar dan Peluang Ekspansi Global
Melalui penetapan harga yang agresif di rentang Rp211,5 jutaan, Jetta M6 diposisikan untuk berhadapan langsung dengan jajaran sedan listrik murah milik BYD dan produsen Tiongkok lainnya. Pasar sedan mass-market di China merupakan arena pertempuran yang paling brutal saat ini. Efisiensi biaya produksi menjadi kunci bertahan hidup.
Meskipun spesifikasinya terlihat sangat menarik untuk pasar berkembang, pihak produsen sampai saat ini belum memberikan konfirmasi resmi mengenai apakah Jetta M6 atau model EV sub-brand Jetta lainnya akan dijual ke luar pasar China. Strategi Volkswagen saat ini masih berfokus penuh pada penguatan fondasi penjualan di pasar domestik Tiongkok sebelum mempertimbangkan rencana ekspor global.