EV & SMART MOBILITY / LIPUTAN KHUSUS

China Targetkan Produksi Massal Baterai Solid-State untuk EV 2030

/ China menargetkan penggunaan awal baterai solid-state secara besar-besaran pada 2030, dengan fokus pada biaya, daya tahan, dan produksi domestik.

HANA LEE •
Mobil listrik NIO ET5 dalam konteks pengembangan baterai solid-state China
Mobil listrik NIO ET5 menjadi ilustrasi perkembangan teknologi baterai kendaraan listrik di China.
FOTO: Dok. NIO

China menetapkan 2030 sebagai target penggunaan awal baterai solid-state secara besar-besaran untuk kendaraan listrik. Rencana ini menempatkan negara tersebut pada posisi dalam pengembangan Baterai EV, meski produksi massal dengan harga terjangkau masih membutuhkan sejumlah terobosan teknis.

Rencana lima tahun terbaru untuk industri baterai mencakup periode 2026 hingga 2030. Dokumen bertanggal 14 September itu diterbitkan bersama oleh tujuh lembaga pemerintah, termasuk Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional, serta Kementerian Transportasi.

China ingin mempercepat era Baterai Solid-State

Langkah Beijing menjadi dukungan kelembagaan paling kuat bagi Baterai Solid-State yang selama ini lebih banyak hadir sebagai purwarupa, produk pameran, peta jalan, atau lini produksi uji dalam jumlah kecil. Salah satu contoh komersial yang disebut dalam bahan sumber adalah bank daya solid-state untuk iPhone 17 Pro yang tersedia di Amazon.

Target tersebut juga mengonfirmasi bahwa teknologi ini belum langsung siap menggantikan baterai lithium-ion pada semua kendaraan listrik. Istilah penggunaan awal secara besar-besaran tidak otomatis berarti seluruh mobil listrik akan memakai baterai solid-state dengan volume dan harga yang diharapkan konsumen.

Catatan ini penting bagi pembeli.

Fokus riset mencakup Konduktivitas Ion dan biaya

Regulator China menetapkan beberapa persoalan teknis yang harus diselesaikan lebih dahulu, mulai dari peningkatan Konduktivitas Ion hingga kestabilan siklus pengisian dan pemakaian. Pengembang juga didorong memperbaiki kontak antarmuka, memperpanjang usia siklus, serta merancang sistem tekanan yang sesuai dengan karakter sel solid-state.

Produksi elektrolit padat berperforma tinggi menjadi prioritas lain. Perusahaan didorong memadukan katoda bertegangan dan kapasitas tinggi dengan anoda berbahan lithium metal atau desain tanpa anoda, sementara peralatan produksi seperti mesin pengepres isostatik juga mendapat perhatian karena proses pembuatan sel membutuhkan tekanan dan panas ekstrem.

Artinya, tantangan baterai solid-state bukan hanya soal menemukan material baru, melainkan membangun rantai manufaktur yang stabil, presisi, dan ekonomis. Di tahap awal, biaya produksi kemungkinan menjadi faktor pembatas utama.

Siklus 15000 kali dan cacat produksi sangat rendah

Rencana tersebut menetapkan sasaran ambisius agar baterai lithium mampu mencapai Siklus 15000 kali pengosongan. Pemerintah China juga mengharapkan produsen terkemuka menekan tingkat cacat produksi hingga level bagian per miliar, sebuah standar yang menunjukkan betapa pentingnya konsistensi ketika teknologi ini mulai dibuat dalam skala besar.

Selain baterai lithium, Beijing turut mendorong pengembangan baterai natrium. Baterai aliran juga disebut sebagai teknologi pelengkap untuk melanjutkan ekosistem penyimpanan energi di luar pendekatan lithium yang saat ini dominan.

CATL, NIO, dan pasar kendaraan listrik premium

CATL sebelumnya menilai baterai dengan elektroda 95 persen solid-state terlalu mahal dan menguras banyak sumber daya untuk dikembangkan, sehingga teknologi tersebut diperkirakan tetap menjadi produk khusus hingga 2030. NIO kemudian mengembangkan baterai itu bersama perusahaan rintisan setelah CATL menolak membantu proyek tersebut.

Meski demikian, CATL tetap merencanakan penerapan baterai solid-state pada 2027. Produsen lain seperti Toyota dan Samsung juga disebut memiliki rencana serupa, tetapi produksi awal diperkirakan menyasar kendaraan listrik premium, drone, dan robot.

China ingin memperluas pemakaian teknologi itu ke mobil listrik yang lebih murah pada 2030. Jika target tersebut tercapai, dukungan pemerintah dapat mempercepat penurunan biaya, standardisasi peralatan, dan ketersediaan material dalam negeri.

Penggabungan industri dan daur ulang ikut diperkuat

Rencana pemerintah tidak berhenti pada teknologi sel. Beijing juga mendukung penggabungan dan restrukturisasi perusahaan, yang menunjukkan keinginan untuk membentuk lebih sedikit produsen dengan skala dan kemampuan lebih kuat.

Pengembangan sumber daya lithium dan kobalt domestik akan dipercepat. Di sisi daur ulang, perusahaan diwajibkan membangun pengumpulan baterai bekas sesuai volume penjualan, serta didorong menyiapkan kapasitas daur ulang di pasar ekspor utama.

China juga mengusulkan identitas digital untuk setiap baterai kendaraan listrik, sistem paspor baterai, dan pengakuan bersama terhadap data jejak karbon. Kebijakan ini dapat membantu produsen menghadapi tuntutan pasar Eropa melalui produksi dan daur ulang yang lebih terlokalisasi.

Dampaknya bagi konsumen kendaraan listrik

China sebelumnya menargetkan kendaraan energi baru menyumbang 70 persen penjualan mobil penumpang baru pada 2030. Jika target kendaraan dan baterai berjalan beriringan, dekade berikutnya dapat menghadirkan pilihan mobil listrik dengan daya tahan lebih panjang dan desain penyimpanan energi yang lebih fleksibel.

Namun, konsumen belum perlu menunda pembelian kendaraan listrik hanya karena menunggu baterai solid-state. Produk awal kemungkinan hadir pada kendaraan premium, sedangkan manfaat harga terjangkau sangat bergantung pada keberhasilan produksi, tingkat cacat, pasokan material, dan infrastruktur daur ulang.

Perubahannya bertahap, bukan seketika.

TANYA JAWAB

FAQ Seputar China Targetkan Produksi Massal Baterai Solid

Q1Kapan China menargetkan penggunaan awal baterai solid-state secara besar-besaran?
China menargetkan penggunaan awal secara besar-besaran pada 2030, sesuai rencana pengembangan industri baterai untuk periode 2026 hingga 2030.
Q2Apa saja tantangan teknis baterai solid-state yang menjadi prioritas China?
Prioritasnya meliputi peningkatan konduktivitas ion, kestabilan siklus, kontak antarmuka, usia pakai, sistem tekanan, elektrolit padat, dan biaya produksi.
Q3Siapa yang berencana menerapkan baterai solid-state mulai 2027?
CATL disebut merencanakan penerapan pada 2027, sementara Toyota dan Samsung juga memiliki rencana penerapan teknologi tersebut.
Q4Untuk kendaraan apa produksi awal baterai solid-state diperkirakan digunakan?
Produksi awal diperkirakan menyasar kendaraan listrik premium, drone, dan robot sebelum penggunaannya diperluas ke mobil listrik yang lebih murah.
H
MOBILE & SMARTPHONE EDITOR

Hana Lee

Menulis liputan dan ulasan smartphone di KabarGadget.id. Fokus pada peluncuran perangkat baru, perbandingan spesifikasi, kebijakan pembaruan sistem, dan harga di pasar Indonesia.

LIHAT SEMUA ARTIKEL OLEH HANA LEE →