Volkswagen akhirnya membawa nama California ke era elektrifikasi melalui ID. California Cruise, campervan listrik pertama dalam lini ikonik tersebut. Model ini diperkenalkan di Düsseldorf Caravan Salon dengan basis ID. Buzz Pro, sekaligus menandai perubahan besar dari mesin diesel menuju tenaga baterai.
Ditawarkan dalam pilihan jarak sumbu roda pendek dan panjang, ID. California Cruise menjanjikan perjalanan hingga sekitar 499 km berdasarkan siklus WLTP. Volkswagen menyebutnya sebagai alternatif yang lebih efisien dibanding California bermesin diesel, meski calon pembeli tetap perlu memperhitungkan waktu pengisian baterai dan keterbatasan infrastruktur saat bepergian jauh.
Campervan listrik dengan ruang tidur dan daya 2.000 watt
Sekilas, ID. California Cruise hampir tidak berbeda dari ID. Buzz biasa. Identitasnya terutama terlihat dari emblem di pintu bagasi dan decal California Cruise di sisi bodi. Namun, karakter campervan baru benar-benar muncul ketika kendaraan diparkir untuk bermalam.
Pengguna dapat memasang ventilasi pada jendela depan atau menutup kabin dengan tirai blackout. Platform belakang kemudian bisa dilipat menjadi kasur berukuran sekitar 203 x 120 cm dengan ketebalan 8,9 cm. Ruang ini cukup untuk dua orang, tetapi dimensinya belum termasuk yang paling lapang di kelas campervan.
Fitur yang lebih menarik adalah sistem vehicle-to-load atau V2L. Melalui sejumlah soket, kendaraan mampu memasok daya hingga 2.000 watt untuk menjalankan mesin kopi, pendingin portabel, atau kompor induksi. Dengan kemampuan ini, ID. California Cruise dapat berfungsi sebagai pembangkit listrik bergerak tanpa suara generator berbahan bakar fosil yang biasanya mengganggu suasana perkemahan.
Jarak tempuh hingga 499 km, tetapi mode kemah punya batas
Volkswagen menyediakan dua pilihan baterai, yakni 79 kWh dan 86 kWh. Berdasarkan siklus WLTP, jarak tempuhnya berada di kisaran 402 hingga 499 km. Angka WLTP biasanya lebih optimistis dibanding pengujian EPA, sehingga jarak nyata dapat berkurang saat kendaraan membawa banyak perlengkapan, melaju di jalan tol, atau digunakan dalam cuaca dingin.
Baterai juga dapat menyuplai lampu kabin, port USB, dan pengatur suhu selama maksimal 48 jam. Durasi tersebut sangat bergantung pada kapasitas baterai tersisa, temperatur lingkungan, serta seberapa sering sistem pendingin atau pemanas digunakan.
Volkswagen menerapkan pengaman yang cukup masuk akal: mode kemah akan berhenti ketika kapasitas baterai turun hingga 20 persen. Tujuannya agar penghuni masih memiliki cadangan energi untuk mencapai stasiun pengisian daya. Konsekuensinya, pemilik tidak bisa menggunakan seluruh kapasitas baterai untuk kebutuhan di lokasi perkemahan.
Harga sekitar Rp1,25 miliar dan mulai dipesan 2027
ID. California Cruise dibanderol mulai sekitar Rp1,25 miliar (60.761 euro) dan dijadwalkan dapat dipesan pada awal 2027. Harga tersebut terlihat kompetitif karena versi diesel yang populer disebut sekitar 10 persen lebih mahal, sementara campervan listrik ini menawarkan V2L, pengoperasian yang lebih senyap, serta biaya energi yang berpotensi lebih rendah.
Paketnya turut mencakup meja dan kursi yang dapat disimpan, serta pelapis jok bermotif Miwo sebagai penanda khas California. Namun, Volkswagen belum menghadirkan varian ini untuk pasar Amerika Serikat. Konsumen di sana akan mendapatkan ID. Buzz Tourer 4Motion dengan sejumlah fitur ramah kemah yang serupa.
Langkah elektrifikasi ini terasa logis bagi nama California, yang sejak era konversi Volkswagen Type 2 Westfalia pada 1950-an telah identik dengan perjalanan jauh, budaya selancar, dan gaya hidup van life. Volkswagen juga mengisyaratkan kehadiran lebih banyak California listrik hingga 2028. ID. California Cruise kemungkinan bukan sekadar model baru, melainkan awal dari transformasi besar lini campervan Volkswagen.

