Pebble Round 2 akhirnya menunjukkan tanda-tanda kehidupan setelah mengalami penundaan jadwal pengiriman hingga lima bulan. Core Devices selaku pihak produsen mengonfirmasi bahwa smartwatch bergaya klasik ini resmi memasuki tahap produksi massal. Langkah ini menjawab ketidakpastian ribuan pemesan yang telah menunggu sejak masa pre-order awal tahun.
Kendala utama penundaan bermula dari tingginya tingkat cacat produksi pada sasis baja antikarat (stainless steel). Pada beberapa jalur pembuatan awal, tingkat cacat sasis bahkan menembus angka 85 persen. Presisi sasis menjadi pemicu utama. Kini, proses perakitan mulai berjalan bertahap dengan target penyelesaian seluruh pesanan pada akhir tahun.
Kendala Sasis Baja dan Peta Jalan Pengiriman Massal
Pebble Round 2 pertama kali diperkenalkan secara resmi pada awal Januari dan dijadwalkan meluncur ke tangan pemesan pada Mei. Rencana tersebut gagal terealisasi. Target produksi bergeser ke bulan Juli untuk memenuhi pesanan sekitar 14.000 unit hingga akhir September, tetapi jadwal kembali meleset tanpa ada kabar resmi dari produsen.
Keheningan tersebut akhirnya pecah lewat pembaruan resmi dari Core Devices. Perusahaan menyatakan bahwa 200 unit pertama telah selesai diproduksi pada akhir September. Target berikutnya mencakup 1.000 unit pada Oktober, sementara sisa pesanan akan diproses secara bertahap mulai awal November. Seluruh unit pesanan diharapkan selesai dirakit pada akhir Desember. Komponen lain sudah siap rakit. Konsumen yang melakukan pemesanan baru saat ini dengan harga Rp3,5 jutaan ($199) di luar ongkos kirim dan pajak juga diproyeksikan menerima unit pada Desember.
Fokus pada Baterai 14 Hari dan Desain Super Tipis
Dari segi rancang bangun, Pebble Round 2 menonjolkan profil fisik ekstra tipis dengan ketebalan sasis hanya 8.1 milimeter. Ketebalan ini menjadikannya salah satu jam tangan pintar paling nyaman dipakai di pergelangan tangan. Jam ini hadir dalam tiga pilihan warna bodi: silver, gold, dan black, serta mendukung opsi tali jam berukuran 14 mm dan 20 mm.
Sektor visual mengandalkan layar Memory-in-Pixel (MiP) berukuran 1.3 inci yang sangat efisien dalam penggunaan daya. Layar MiP hemat energi. Keunggulan utama perangkat ini terletak pada daya tahan baterai yang mampu bertahan hingga 14 hari penggunaan penuh. Sistem operasinya berbasis open-source, dengan dukungan ekosistem yang sudah menyediakan lebih dari 1.400 tampilan jam (watch face) dan aplikasi teroptimasi.
Fungsionalitas Klasik Tanpa Sensor Kebugaran
Langkah Core Devices yang membuang sensor kesehatan terhitung cukup berani di tengah tren pasar saat ini. Pebble Round 2 tidak dilengkapi sensor denyut jantung maupun fitur pelacak kebugaran tingkat lanjut. Pengembang sengaja memangkas fitur tersebut demi menjaga ketebalan bodi tetap di bawah 9 milimeter dan memperpanjang ketahanan baterai.
Keputusan ini mempertegas posisi Pebble Round 2 sebagai perangkat pemanjang notifikasi ponsel yang fokus pada kesederhanaan dan estetika. Kendati estimasi pengiriman perakitan akhir Desember tetap perlu disikapi secara realistis mengingat riwayat keterlambatan sebelumnya, mulainya jalur produksi menjadi kabar gembira bagi antusias open-source smartwatch.