Pembaruan perangkat lunak seharusnya membawa perbaikan, bukan justru menimbulkan kekacauan. Itulah yang kini dialami oleh sebagian pemilik Garmin Fenix 8 dan Tactix 8. Firmware versi 23.39 yang baru saja dirilis secara luas dilaporkan membuat sensor detak jantung optis (optical heart-rate sensor) pada jam tangan pintar flagship Garmin ini berhenti berfungsi.
Laporan yang beredar di forum pengguna menunjukkan bahwa lampu LED sensor tiba-tiba mati total. Akibatnya, data denyut jantung, Pulse Ox, HRV (Heart Rate Variability) semalaman, bahkan metrik tidur dan Body Battery menjadi kosong atau tidak akurat. Ini bukan bug kecil. Ini gangguan serius bagi pengguna yang mengandalkan data tersebut untuk latihan atau pemantauan kesehatan harian.
Sensor Mati, Data Kesehatan Hilang
Berdasarkan keluhan yang dikumpulkan dari beberapa pemilik Fenix 8, firmware 23.39 secara efektif menonaktifkan sensor optis di bagian bawah jam. Tanpa sensor ini, jam tidak bisa membaca detak jantung secara real-time. Fitur turunan seperti Pulse Ox (pengukuran saturasi oksigen darah) dan HRV semalaman ikut terdampak. Beberapa pengguna bahkan melaporkan kehilangan data tidur dan Body Battery sepenuhnya.
Masalah serupa juga muncul di perangkat Garmin Tactix 8. Ini mengindikasikan bahwa bug tersebut bukan terisolasi pada satu model saja, melainkan kemungkinan berasal dari lapisan firmware yang sama. Sampai saat ini, belum ada perbaikan universal dari pihak Garmin.
Solusi Sementara yang Belum Tentu Manjur
Para pengguna yang terdampak sudah mencoba berbagai cara untuk mengembalikan fungsi sensor. Beberapa di antaranya melaporkan keberhasilan dengan cara mematikan jam sepenuhnya selama setidaknya 90 detik, lalu menyalakannya kembali. Namun, metode ini tidak berhasil untuk semua orang.
Ada juga yang melakukan factory reset atau instal ulang firmware. Lagi-lagi, hasilnya tidak konsisten. Beberapa pengguna lain bahkan mengaku tidak menemukan solusi sama sekali. Situasi ini membuat frustrasi, apalagi mengingat Fenix 8 adalah produk premium dengan harga yang tidak murah.
Ironi di Balik Pembaruan
Yang membuat kejadian ini semakin disayangkan adalah niat awal dari perilisan firmware 23.39. Garmin merilis versi ini untuk memperbaiki bug dan menambahkan fitur baru, termasuk dukungan perintah suara "OK Garmin", peningkatan pada menu latihan lari, dan perbaikan pada Garmin Coach.
Alih-alih membawa perbaikan, pembaruan ini justru memicu episode baru yang kacau bagi lini flagship Garmin. Ini bukan pertama kalinya. Sejumlah laporan juga mencatat bahwa keluhan serupa sempat muncul pada versi firmware 23.31 sebelumnya. Artinya, masalah ini sudah berlangsung selama beberapa siklus pembaruan tanpa solusi tuntas.
Belum diketahui secara pasti berapa banyak pengguna yang terdampak. Garmin sendiri telah menyelesaikan proses rollout firmware 23.39, dan tidak semua perangkat mengalami masalah. Namun, bagi mereka yang terkena dampak, pengalaman menggunakan jam tangan pintar seharga belasan juta rupiah ini jelas menurun drastis.
Belum ada pernyataan resmi dari Garmin mengenai kapan patch perbaikan akan dirilis. Sampai saat itu tiba, pengguna yang belum melakukan update disarankan untuk menunda pemasangan firmware 23.39. Sementara yang sudah terlanjur, opsi hard reset atau mematikan jam selama 90 detik bisa dicoba sebagai langkah awal.



