Xiaomi secara resmi mengumumkan acara peluncuran produk unggulan musim gugur yang dijadwalkan berlangsung pada 7 September di Tiongkok. Dalam gelaran ini, raksasa teknologi asal Tiongkok tersebut siap memperkenalkan dua perangkat flagship utama: smartphone lipat Xiaomi 18 Fold dan tablet berlayar jumbo Xiaomi Pad 9 Pro Max. Kehadiran kedua lini gawai premium ini menandai langkah ambisius Xiaomi dalam memperkuat ekosistem hardware kelas atas.
Menariknya, lini gawai terbaru ini tidak hanya membawa penyegaran dari sisi desain dan fungsionalitas, tetapi juga menjadi panggung pembuktian bagi inovasi komponen mandiri Xiaomi. Kedua perangkat akan ditenagai oleh chipset buatan sendiri bernama Xring O3 yang dipadukan dengan memori LPDDR6 lokal buatan ChangXin Memory Technologies, menandai era baru kemandirian teknologi Tiongkok.
Xiaomi 18 Fold: Ponsel Lipat Rasio Lebar Pembalik Tren
Xiaomi 18 Fold hadir sebagai smartphone lipat ke dalam (inward-folding) pertama dari Xiaomi yang mengusung desain rasio aspek lebar (wide aspect ratio). Pendekatan desain ini menawarkan pengalaman visual yang jauh lebih ergonomis dan alami saat digunakan dalam kondisi terlipat maupun dibeberkan, berbeda dari pakem layar lipat tinggi ramping yang diusung oleh generasi sebelumnya.
Bocoran video hands-on awal di Weibo memperlihatkan bahwa proporsi bodi Xiaomi 18 Fold lebih menyerupai Huawei Pura X Max ketimbang format tinggi-ramping khas Samsung Galaxy Z Fold 8. Dimensi yang lebih lebar ini memberikan kenyamanan ekstra untuk mengetik dengan dua tangan saat terlipat, sekaligus menyajikan ruang pandang yang lebih proporsional saat membuka dokumen, menonton video, atau menjalankan multitugas aplikasi secara berdampingan.
Chipset 3nm Xring O3 dan Memori LPDDR6 Lokal Tiongkok
Sektor dapur pacu menjadi sorotan paling krusial pada gelaran kali ini. Chipset Xring O3 dibangun di atas proses fabrikasi canggih 3 nanometer dan dibekali CPU 10-core yang sanggup melaju hingga kecepatan puncak 4,35 GHz. Untuk pengolahan grafis, Xiaomi menyematkan GPU 16-core G2-Ultra NX yang diklaim menawarkan lompatan performa hingga 85 persen lebih tinggi serta efisiensi daya 64 persen lebih irit dibanding generasi pendahulunya.
Penggunaan chipset buatan sendiri ini makin solid berkat penggabungan RAM LPDDR6 dari ChangXin Memory Technologies (CXMT). Langkah strategis ini mempertegas komitmen Xiaomi untuk mengurangi ketergantungan pada rantai pasok komponen luar negeri sekaligus memaksimalkan optimasi antara pemrosesan perangkat keras dan sistem operasi internal.
Xiaomi Pad 9 Pro Max dan Lini Mobil Listrik Pengcheng
Tidak kalah menarik, tablet flagship Xiaomi Pad 9 Pro Max juga dikonfirmasi ditenagai oleh chipset Xring O3. Berdasarkan pengujian awal di platform Geekbench dengan nomor model M367FC, tablet ini mencatatkan skor luar biasa mencapai 3.710 poin untuk uji single-core dan 14.319 poin untuk multi-core. Angka performa yang sangat tinggi ini siap melibas pekerjaan berat seperti penyuntingan video 4K, pemrosesan grafis, hingga multitasking intensif.
Untuk menopang performa dahsyat tersebut, Xiaomi membekali Pad 9 Pro Max dengan baterai berkapasitas raksasa di atas 10.000 mAh yang didukung pengisian daya cepat kabel 120W. Tak berhenti di gawai konsumen, Xiaomi juga memanfaatkan ajang ini untuk mengepakkan sayap di industri otomotif dengan merilis lini kendaraan listrik terbaru di bawah merek Xiaomi Pengcheng, yang mencakup varian N70 Pro, N70 Max, dan N90 Max.


