Industri ponsel pintar flagship bersiap menyambut standar performa baru setelah perangkat misterius dengan kode Vivo V2610—yang diyakini kuat sebagai Vivo X500 Pro Max—muncul di basis data benchmark Geekbench Browser. Kemunculan gawai ini memberikan gambaran awal yang sangat menarik mengenai kemampuan chipset monster generasi berikutnya dari MediaTek, yaitu Dimensity 9600 Pro.
Meskipun masih berupa sampel pengujian (engineering sample), bocoran data teknis ini memberikan angin segar bagi para antusias teknologi. Pasalnya, MediaTek membawa perubahan arsitektur CPU yang cukup radikal untuk pertama kalinya dalam lini chipset kelas atas mereka.
Arsitektur CPU Dual-Prime Pertama dengan Clock 4,55 GHz
MediaTek memecah konvensi lama dengan menyematkan konfigurasi 8-core yang dibagi ke dalam tiga kluster utama (2+3+3). Yang paling menarik perhatian adalah kehadiran dual-prime core dengan kecepatan clock puncak mencapai 4,55 GHz. Kecepatan ini terbilang luar biasa tinggi untuk ukuran prosesor perangkat seluler. Arsitektur baru ini terdiri dari dua core berkinerja tinggi 'Canyon' (diperkirakan sebagai Arm C2-Ultra), tiga core 'Gelas-B', serta tiga core efisiensi 'Gelas'.
Langkah ini menandai kali pertama MediaTek mengadopsi dua inti super-besar sekaligus dalam satu system-on-chip (SoC) flagship. Pada pengujian awal Geekbench yang beredar, kedua prime core tersebut sempat diuji pada clock lebih rendah sekitar 2,8 GHz. Hal ini wajar terjadi pada unit sampel pengujian pra-rilis sehingga skor yang ditampilkan saat ini belum mencerminkan performa maksimal yang sebenarnya dari versi ritel mendatang.
Dukungan GPU Mali-G2-Ultra-NX dan Akselerasi AI Gaming
Sisi pengolah grafis (GPU) juga mendapatkan peningkatan signifikan dengan hadirnya Mali-G2-Ultra-NX MC12. Penamaan kode 'NX' mengindikasikan bahwa unit pemrosesan grafis Arm ini telah terintegrasi dengan akselerator neural khusus. Komponen AI hardware ini dirancang untuk menangani tugas berat seperti frame generation dan graphics upscaling secara real-time, mirip dengan teknologi upscale di PC gaming.
Di samping itu, pengujian pada perangkat Vivo X500 Pro Max ini mencatatkan RAM terpasang sebesar 12 GB (terdeteksi sekitar 11 GB sistem yang dapat digunakan). Chipset Dimensity 9600 Pro sendiri kabarnya diproduksi menggunakan node fabrikasi tercanggih TSMC N2P berukuran 2 nanometer (2nm), yang menjanjikan efisiensi daya luar biasa sekaligus lonjakan performa komputasi yang tinggi.
Estimasi Performa dan Jadwal Peluncuran
Berdasarkan proyeksi pengujian awal Geekbench 6, sampel pengujian Dimensity 9600 Pro diprediksi mampu menembus skor 4.200 hingga 4.300 poin untuk pengujian single-core, serta 12.000 hingga 12.500 poin untuk pengujian multi-core. Angka ini berpotensi menempatkan Vivo X500 Pro Max di jajaran smartphone terkencang saat meluncur nanti.
Rangkaian lini Vivo X500 Series diperkirakan bakal menjadi salah satu smartphone pertama di dunia yang mencicipi kehebatan Dimensity 9600 Pro saat dirilis secara resmi, yang diperkirakan berlangsung pada bulan September mendatang. Meski demikian, detail spesifikasi final, batas frekuensi clock, dan optimasi daya masih dapat disesuaikan oleh pabrikan sebelum unit ritel dipasarkan secara massal.