Bigme memperkenalkan HiBreak Dual 3, ponsel Android dengan konsep yang masih jarang ditemui di pasar: layar E Ink di bagian depan dan layar warna tambahan di belakang. Menariknya, layar warna pada generasi terbaru ini tidak lagi terpasang permanen, melainkan dapat dilepas dari bodi melalui mekanisme magnetis.
Pengumuman ini datang hanya sekitar dua bulan setelah HiBreak Dual 2 diperkenalkan melalui Kickstarter. Bigme belum mengungkap tanggal peluncuran maupun harga resmi HiBreak Dual 3. Perusahaan hanya menyebut ponsel tersebut akan meluncur “segera”, sehingga calon pembeli masih perlu menunggu detail penting terkait ketersediaan, ukuran layar, kamera, dan baterai.
Layar Warna Lepas Jadi Pembeda Utama
Secara konsep, HiBreak Dual 3 meneruskan formula Dual 2. Layar E Ink digunakan sebagai panel utama untuk membaca, menulis, atau menjalankan aktivitas yang lebih nyaman di mata, sedangkan layar warna menawarkan pengalaman visual yang lebih lazim untuk aplikasi Android. Namun, Bigme kini membuat panel warna belakang bersifat detachable atau bisa dilepas.
Perubahan ini berpotensi memberi fleksibilitas lebih besar. Pengguna dapat memakai ponsel dengan konfigurasi yang lebih sederhana ketika hanya membutuhkan layar E Ink, lalu memasang panel warna saat ingin mengakses konten visual, aplikasi, atau navigasi dengan tampilan penuh warna. Meski demikian, Bigme belum menjelaskan apakah layar tambahan tersebut memiliki baterai, koneksi nirkabel, atau tetap bergantung sepenuhnya pada konektor magnetis.
Refresh Rate Naik, tetapi Ukuran Layar Belum Jelas
Layar E Ink HiBreak Dual 3 memiliki refresh rate 85Hz, meningkat tipis dari 80Hz pada Dual 2. Kenaikan ini seharusnya membuat animasi, pengguliran halaman, dan perpindahan antarmuka terasa sedikit lebih lancar. Namun, refresh rate tinggi pada panel E Ink tidak otomatis menjadikannya setara dengan layar OLED atau LCD untuk video dan gim.
Bigme belum mengumumkan ukuran maupun resolusi layar depan dan layar warna belakang. Informasi ini penting karena ukuran panel akan menentukan kenyamanan membaca, bobot perangkat, serta seberapa praktis layar warna tersebut ketika dilepas. Desain kamera belakang juga berubah menggunakan modul berbentuk pil vertikal, yang diperkirakan memuat kamera dan lampu LED, meski resolusi serta fitur kameranya belum tersedia.
Performa Kelas Menengah Atas dan Dukungan Stylus
Untuk performa, Bigme kembali menggunakan MediaTek Dimensity 8300, chipset octa-core yang sama seperti pada Dual 2. Platform ini cukup mumpuni untuk menjalankan banyak aplikasi Android, multitasking, dan konektivitas 5G. Namun, karena chipset tidak mengalami peningkatan, HiBreak Dual 3 lebih tepat dilihat sebagai penyempurnaan desain daripada lompatan performa.
Ponsel ini menjalankan Android 16 sejak pertama digunakan dan mendukung dual SIM dual standby, sehingga dua nomor dapat tetap aktif bersamaan. Bigme menawarkan dua konfigurasi memori, yaitu RAM 12GB dengan penyimpanan 256GB serta RAM 16GB dengan penyimpanan 512GB. Keduanya memberi ruang lega untuk aplikasi dan dokumen, tetapi belum ada informasi mengenai dukungan kartu microSD.
Dukungan stylus dengan 4.096 tingkat sensitivitas tekanan menjadi nilai tambah bagi pengguna yang gemar membuat sketsa, mencatat, atau memberi anotasi pada dokumen. Fitur ini membuat HiBreak Dual 3 lebih relevan bagi pelajar, pekerja yang sering membaca dokumen, dan pengguna yang ingin mengurangi ketergantungan pada tablet terpisah. Di sisi lain, belum ada kepastian apakah stylus termasuk dalam paket penjualan atau harus dibeli terpisah.
Analisis Awal: Menarik, tetapi Masih Banyak Tanda Tanya
HiBreak Dual 3 menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan ponsel biasa. Layar E Ink dapat membantu pengguna yang mengutamakan membaca dan konsumsi baterai yang berpotensi lebih hemat, sementara layar warna lepas memberi opsi tambahan tanpa harus membawa perangkat kedua. Konsep ini juga lebih serbaguna dibandingkan Dual 2 yang memakai layar warna belakang permanen.
Namun, keputusan pembelian sebaiknya ditunda hingga Bigme mengumumkan harga dan spesifikasi lengkap. Ukuran layar, kapasitas baterai, kualitas kamera, ketahanan engsel atau magnet, serta dukungan aplikasi akan sangat menentukan nilai produk ini. Tanpa informasi tersebut, HiBreak Dual 3 baru bisa dinilai sebagai konsep ponsel E Ink yang menjanjikan, bukan alternatif matang untuk ponsel Android konvensional.

