GMKtec memperluas lini komputer mungilnya melalui NucBox M5 Ultra dan NucBox M5S. Keduanya menyasar pengguna yang membutuhkan PC ringkas untuk pekerjaan kantor, pusat hiburan, server rumahan, atau workstation ringan tanpa harus menyediakan ruang untuk casing desktop berukuran besar.
NucBox M5 Ultra menjadi model yang lebih bertenaga berkat prosesor AMD Ryzen 7 7730U, sedangkan M5S hadir sebagai pilihan lebih terjangkau dengan Ryzen 3 5400U. Harga konfigurasi barebone M5S dipatok mulai sekitar Rp4,8 jutaan (270 dolar AS), sementara M5 Ultra mulai sekitar Rp5,3 jutaan (300 dolar AS). Harga tersebut belum termasuk RAM dan penyimpanan, serta belum mencerminkan pajak maupun biaya impor di Indonesia.
Performa AMD Zen 3 dalam Bodi Ringkas
Ryzen 7 7730U pada NucBox M5 Ultra memiliki delapan inti dan 16 thread, dengan kecepatan boost hingga 4,5 GHz. Prosesor ini menggunakan arsitektur Zen 3 dan mengandalkan Radeon Graphics terintegrasi yang dapat bekerja hingga 2,0 GHz. Konfigurasinya cukup menjanjikan untuk multitasking, pekerjaan produktivitas, pengolahan dokumen dalam jumlah besar, serta penyuntingan foto dan video ringan.
Sementara itu, NucBox M5S memakai Ryzen 3 5400U yang memiliki empat inti dan delapan thread. Performanya lebih cocok untuk kebutuhan dasar seperti browsing, aplikasi perkantoran, pemutaran video, dan sistem kasir. Pengguna sebaiknya tidak mengharapkan kemampuan setara PC gaming modern karena kedua chip masih bergantung pada grafis terintegrasi, bukan kartu grafis diskret.
RAM dan Penyimpanan Bisa Ditingkatkan
Salah satu daya tarik utama seri ini adalah kemudahan upgrade. NucBox M5 Ultra dan varian terkaitnya menyediakan dua slot SO-DIMM untuk RAM DDR4-3200 dengan kapasitas teoritis hingga 64 GB. GMKtec sendiri menawarkan konfigurasi hingga 32 GB RAM, sehingga pembeli yang membutuhkan kapasitas lebih besar harus memasang modul sendiri.
Untuk penyimpanan, tersedia dua slot M.2 2280 SSD. Masing-masing diklaim mampu menampung SSD hingga 8 TB, sehingga kapasitas internal teoritisnya mencapai 16 TB. Namun, klaim tersebut perlu dipahami sebagai batas dukungan platform, bukan kapasitas yang langsung tersedia dalam paket penjualan. Versi yang ditawarkan GMKtec hanya menyediakan penyimpanan hingga 1 TB, sedangkan konfigurasi barebone tidak menyertakan RAM maupun SSD.
Konektivitas Lengkap, Termasuk Tiga Layar
Di sektor konektivitas, NucBox M5 Ultra dan M5S membawa dua port Ethernet 2,5 Gigabit. Fitur ini berguna bagi pengguna yang ingin memanfaatkan PC sebagai server rumahan, perangkat jaringan, atau workstation dengan transfer data kabel berkecepatan tinggi. Koneksi nirkabelnya didukung Wi-Fi 6E dan Bluetooth 5.2.
Perangkat ini dapat menggerakkan hingga tiga monitor melalui HDMI, DisplayPort, dan USB Type-C, dengan dukungan resolusi hingga 8K. Port lainnya mencakup dua USB 3.2 Gen 2 Type-A, dua USB 2.0 Type-A, serta satu USB-C dengan kecepatan transfer 10 Gbps dan keluaran daya hingga 100 Watt. Sistem pendinginnya menggunakan dua kipas, sementara daya disuplai melalui USB-C pada 19 volt dan 3,42 ampere.
Dengan harga awal yang relatif rendah, seri NucBox M5 menarik bagi pengguna yang sudah memiliki RAM dan SSD sendiri. Akan tetapi, pembeli di Indonesia perlu menghitung biaya komponen tambahan, adaptor, pajak, dan garansi sebelum membandingkannya dengan mini PC yang dijual resmi di pasar lokal. Dukungan tiga layar dan dua port Ethernet menjadi keunggulan praktis, tetapi kemampuan grafisnya tetap membatasi penggunaan untuk gaming berat atau pekerjaan 3D profesional.

