Produsen gawai komputasi mini asal Tiongkok, GPD, secara resmi mengumumkan tanggal peluncuran global untuk perangkat PC handheld hybrid terbarunya, GPD Win Max 3. Perangkat yang menggabungkan desain laptop mini berkeyboard fisik dengan konsol gaming genggam ini dipastikan akan membuka kampanye penggalangan dana global melalui platform Indiegogo pada 2 September mendatang.
GPD Win Max 3 hadir membawa lompatan teknis yang sangat dramatis dibanding pendahulunya. Tidak hanya mendapatkan pembaruan dari sisi dapur pacu, perangkat ini juga siap menetapkan standar baru di segmen PC portabel dengan menawarkan layar OLED berkecepatan tinggi serta kapasitas memori RAM terbesar yang pernah ada di segmen PC handheld gaming.
Layar OLED 165 Hz dan Spesifikasi Performa Monster
Salah satu peningkatan paling mencolok pada GPD Win Max 3 terletak pada sektor tampilan visualnya. Perangkat ini kini menggunakan panel layar OLED dengan refresh rate hingga 165 Hz, memberikan transisi gambar yang sangat mulus bagi para gamer. Layar ini mampu mencapai tingkat kecerahan khas 650 nits pada mode SDR dan melonjak hingga 1.050 nits pada mode Peak HBM, menjamin visibilitas tetap tajam meski digunakan di bawah terik matahari.
Dari segi dapur pacu, GPD menyematkan chip prosesor terbaru AMD Ryzen AI Max+ series yang siap melibas judul-judul game AAA modern maupun beban kerja komputasi berbasis kecerdasan buatan. Tak tanggung-tanggung, GPD menyediakan opsi konfigurasi memori RAM hingga 128 GB LPDDR5X serta media penyimpanan NVMe SSD mencapai 2 TB, sebuah angka yang bahkan melampaui kapasitas mayoritas laptop gaming flagship berukuran penuh saat ini.
Sistem Modul Eksternal dan Baterai 97 Wh
GPD juga memperkenalkan pendekatan inovatif dalam menjaga suhu dan daya tahan perangkat melalui sistem modul fisik tambahan. Para pendukung kampanye di Indiegogo akan mendapatkan modul kipas pendingin ekstra serta modul baterai berkapasitas jumbo 97 Wh secara gratis di dalam paket penjualan. Sebagai gambaran, unit baterai cadangan ini direncanakan akan dijual secara terpisah seharga Rp1,2 jutaan ($69).
Meski demikian, terdapat satu catatan penting bagi calon pembeli terkait desain modular ini. Pengguna hanya dapat menggunakan salah satu modul dalam satu waktu, yang berarti Anda harus memilih antara memasang modul pendingin ekstra untuk performa puncak atau modul baterai 97 Wh untuk daya tahan penggunaan yang lebih lama di perjalanan.
Daftar Harga Global dan Kompromi Porting
Kampanye crowdfunding global GPD Win Max 3 akan resmi dimulai pada pukul 02:00 UTC tanggal 2 September. Konfigurasi terendah yang ditenagai chip AMD Ryzen AI Max+ 388 dengan RAM 32 GB dan SSD 1 TB dibanderol seharga Rp30,9 jutaan ($1.750). Untuk opsi menengah dengan chip serupa namun RAM 64 GB dijual seharga Rp39,7 jutaan ($2.246).
Sementara itu, varian tertinggi yang mengusung chip AMD Ryzen AI Max+ 395, RAM 128 GB, dan SSD 2 TB dipasarkan seharga Rp61,9 jutaan ($3.499). Pihak GPD mengingatkan bahwa harga final saat checkout mungkin sedikit berbeda tergantung konversi mata uang lokal, serta belum memperhitungkan potensi pajak impor dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di masing-masing negara tujuan.
Meskipun membawa spesifikasi monster, calon konsumen perlu memperhatikan satu kompromi utama. Berbeda dari seri GPD Win Max 2 yang populer berkat kehadiran port OCuLink untuk koneksi GPU eksternal berkecepatan tinggi, GPD Win Max 3 tidak lagi menyertakan port OCuLink tersebut. Meskipun demikian, dengan kombinasi layar OLED 165 Hz dan performa Ryzen AI Max+, GPD Win Max 3 tetap menjadi salah satu gawai paling ambisius tahun ini.
