Selama ini, menjalankan model kecerdasan buatan (AI) berskala besar secara lokal selalu membutuhkan komputer desktop berspesifikasi monster atau server khusus. Laptop biasa umumnya akan langsung kewalahan karena keterbatasan memori dan daya komputasi. Namun, Thunderobot mendobrak batasan tersebut lewat laptop workstation terbarunya yang dirancang khusus untuk menangani beban kerja kecerdasan buatan super berat langsung dari meja kerja Anda.
Laptop tangguh bernama Thunderobot AI Master M7000 ini hadir sebagai jawaban bagi para peneliti, pengembang, dan kreator konten yang membutuhkan performa komputasi tingkat tinggi dalam format portabel. Berbeda dengan laptop konvensional, perangkat ini membawa pendekatan unik yang mengutamakan pemrosesan AI lokal berkapasitas besar tanpa bergantung pada koneksi internet.
Otak Monster Ryzen AI Max+ 395 dan SSD Khusus AI
Dapur pacu Thunderobot AI Master M7000 ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen AI Max+ 395. Prosesor ini memiliki konfigurasi 16-core dan 32-thread dengan kecepatan boost mencapai 5,1 GHz. Sektor grafisnya didukung oleh kartu grafis terintegrasi Radeon 8060S dengan 40 compute units, serta chip NPU XDNA 2 yang mampu menyemburkan performa AI hingga 50 TOPS. Berdasarkan pengujian internal, performa Ryzen AI Max+ 395 ini mencapai 131 persen lebih tinggi jika dibandingkan dengan seri Ryzen AI Max 390.
Keunikan utama laptop ini terletak pada konfigurasi penyimpanannya. Selain dibekali RAM standar sebesar 64 GB yang dapat ditingkatkan hingga 128 GB, Thunderobot menyematkan memori penyimpanan utama sebesar 768 GB serta tambahan SSD khusus AI berkapasitas 85 GB. Kombinasi ini memanfaatkan teknologi aiDAPTIV+ dari Phison. Teknologi ini bertindak sebagai jembatan yang mengatur lalu lintas data antara memori sistem dan penyimpanan flash, sehingga laptop mampu menjalankan model AI raksasa seperti GPT-OSS-120B secara lokal tanpa harus memakan seluruh kapasitas RAM fisik.
Layar Kelas Profesional dan Konektivitas Tanpa Batas
Untuk menunjang kenyamanan visual, Thunderobot melengkapi laptop ini dengan layar berukuran 16 inci dengan rasio aspek 16:10. Layar tersebut mengusung resolusi tajam 2.5K (2560 x 1600 piksel) dengan refresh rate mulus 165 Hz. Dengan tingkat kecerahan mencapai 500 nits dan cakupan warna 100 persen sRGB, reproduksi warna yang dihasilkan sangat akurat, sangat cocok untuk kebutuhan edit video, pemodelan tiga dimensi, hingga riset ilmiah.
Sebagai workstation mobile, performa tinggi tentu membutuhkan pasokan daya yang stabil. Laptop ini dirancang dengan batas daya performa hingga 160 Watt dan ditopang oleh baterai berkapasitas maksimal 99 Wh, ukuran terbesar yang masih diizinkan untuk dibawa masuk ke dalam kabin pesawat. Bobotnya berada di angka 2,45 kg dengan ketebalan mencapai 24,9 mm, sebuah konsekuensi logis untuk sistem pendinginan dan spesifikasi monster yang diusungnya.
Konektivitasnya pun sangat lengkap untuk mendukung ekosistem kerja profesional. Thunderobot menyediakan port OCuLink yang memungkinkan pengguna menghubungkan kartu grafis eksternal (eGPU) untuk performa grafis yang lebih ekstrem. Selain itu, terdapat port USB4, USB-C, USB-A, HDMI, Ethernet 2.5GbE, serta pembaca kartu microSD UHS-II.
Harga dan Jadwal Ketersediaan
Thunderobot mulai memasarkan AI Master M7000 di China pada 21 September lalu dengan harga awal mulai Rp53 jutaan (¥19,999) setelah mendapatkan subsidi nasional. Harga tersebut berlaku untuk varian standar dengan RAM 64 GB, penyimpanan utama 768 GB, dan SSD khusus AI 85 GB.
Bagi pengguna yang membutuhkan kapasitas penyimpanan utama yang jauh lebih lega, Thunderobot juga menyediakan pilihan konfigurasi penyimpanan lain dengan kapasitas RAM tetap 64 GB:
• Varian 1 TB: dibanderol sekitar Rp66,2 jutaan (¥24,999)
• Varian 2 TB: dibanderol sekitar Rp69,4 jutaan (¥26,199)
• Varian 3 TB: dibanderol sekitar Rp72,9 jutaan (¥27,499)
• Varian 4 TB: dibanderol sekitar Rp76,6 jutaan (¥28,899)
• Varian 5 TB: dibanderol sekitar Rp80,6 jutaan (¥30,399)
• Varian 6 TB: dibanderol sekitar Rp84,8 jutaan (¥31,999)
• Varian 7 TB: dibanderol sekitar Rp89,3 jutaan (¥33,699)
• Varian 8 TB: dibanderol sekitar Rp94,1 jutaan (¥35,499)
Hingga saat ini, laptop workstation kelas berat ini baru tersedia secara resmi di wilayah China. Thunderobot belum memberikan pengumuman resmi mengenai jadwal rilis global maupun kemungkinan perangkat tangguh ini akan diboyong ke Tanah Air.