Komunitas penggemar game kembali membuat terobosan besar dalam hal pelestarian dan pengoptimalan perangkat lunak. Proyek independen bernama TotK Recomp berhasil menerjemahkan seluruh kode program game The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom dari konsol Nintendo Switch menjadi aplikasi native untuk sistem operasi Windows dan Linux. Teknik ini dikenal sebagai rekompilasi ulang (recompilation).
Lewat pendekatan native ini, game tidak lagi membutuhkan layer emulasi yang berat seperti Yuzu atau Ryujinx. Performa emulasi kini bukan lagi batasan. Berdasarkan laporan pengguna di forum r/SteamDeck melalui akun u/AxljioAt, konsol genggam Steam Deck mampu menjalankan game ini pada framerate 30 hingga 40 FPS di area yang tergolong berat. Sementara itu, pada area awal yang lebih ringan, angka performa bahkan berhasil menembus 60 FPS.
Performa Native dan Efisiensi Daya di Steam Deck
Keunggulan utama dari proyek kompilasi ulang adalah efisiensi pemrosesan hardware. Saat berjalan di area awal Great Sky Island, pengujian menunjukkan tangkapan layar game berada pada kisaran 54 FPS. Pada angka tersebut, statistik beban kerja perangkat keras memperlihatkan penggunaan GPU hanya sekitar 50 persen dan CPU di tingkat 43 persen. Angka ini menandakan efisiensi daya yang jauh lebih optimal dibanding menjalankan emulasi konvensional.
Hasilnya sungguh di luar dugaan. Efisiensi beban kerja ini memberikan ruang bagi daya tahan baterai Steam Deck yang lebih lama serta suhu perangkat yang lebih dingin. Meskipun demikian, pengujian awal di Great Sky Island belum mencerminkan keseluruhan performa game secara utuh ketika memasuki wilayah Hyrule yang lebih luas dengan pertarungan kompleks. Selain itu, proyek TotK Recomp saat ini dijalankan secara native dan dilaporkan belum membutuhkan Proton untuk dapat berjalan di SteamOS.
Persaingan Dua Proyek Kompilasi Ulang: TotK Recomp vs UltraTears
TotK Recomp bukan satu-satunya proyek rekompilasi yang dikembangkan untuk petualangan Link terbaru ini. Terdapat pula proyek paralel bernama UltraTears yang mengusung tujuan serupa. Namun, UltraTears sebelumnya sempat mengalami berbagai kendala teknis dan masalah stabilitas. Pembaruan besar yang dirilis pada 2 November diluncurkan untuk mengatasi mayoritas masalah tersebut.
Persaingan kedua proyek ini memberikan angin segar bagi pengguna perangkat genggam PC. Saat ini, TotK Recomp dinilai sedikit lebih unggul dalam hal kesiapan penggunaan langsung (out-of-the-box). Kendati demikian, pengguna bebas memilih mana dari kedua proyek yang paling stabil di konsol mereka.
Panduan Langkah Instalasi TotK Recomp di Steam Deck
Proses ini membutuhkan legalitas penuh. File pemasangan TotK Recomp dapat diunduh secara bebas melalui platform GitHub. Namun, demi mematuhi hukum hak cipta, berkas game The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom tidak disediakan dalam paket unduhan. Pengguna wajib memiliki salinan fisik atau digital resmi dari game Nintendo Switch tersebut, lalu mengekstrak (dump) berkas game milik sendiri menggunakan alat homebrew seperti `nxdumptool`.
Selain berkas game utama, proyek ini memerlukan salah satu dari tiga versi pembaruan resmi yang didukung, yaitu versi 1.1.0, 1.2.1, atau 1.4.3. Berikut adalah tahapan instalasi TotK Recomp pada Steam Deck:
1. Masuk ke Desktop Mode di Steam Deck. 2. Unduh berkas pemproses utama (`TotK-Setup-x8664.AppImage`) dari halaman 'Releases' pada repository GitHub `valentderah/totk-pc-recomp`. 3. Buka aplikasi Terminal pada folder unduhan, lalu jalankan perintah `chmod +x TotK-Setup-x8664.AppImage` untuk memberikan akses eksekusi file. 4. Jalankan berkas AppImage tersebut, tentukan lokasi berkas game hasil dumping, pilih bahasa pengantar, pilih folder tujuan instalasi, lalu tekan tombol untuk memulai proses kompilasi ulang. 5. Setelah proses selasai, buka berkas eksekusi `totk` yang berada di dalam folder instalasi untuk mulai memainkan game.



