Misteri di balik pengembang remake game legendaris The Legend of Zelda: Ocarina of Time untuk konsol Nintendo Switch 2 akhirnya terkuak secara resmi. Nintendo mengonfirmasi bahwa proyek remake game ini digarap langsung oleh tim internal EPD Production Group No 3. Tim ini merupakan pengembang utama di balik mahakarya Breath of the Wild dan Tears of the Kingdom. Spekulasi publik resmi berakhir.
Konfirmasi tersebut disampaikan melalui wawancara Ask the Developer Vol. 24 yang dirilis pada 2 November, tiga hari sebelum game meluncur secara global. Proyek remake dari judul era Nintendo 64 tahun 1998 ini dipimpin oleh HokWai Ng sebagai sutradara. Ini menandai debut kepemimpinannya setelah bergabung dengan Nintendo sejak 2006 sebagai perancang game.
Alasan Produser Eiji Aonuma Libatkan Tim Internal EPD No 3
Produser veteran seri Zelda, Eiji Aonuma, membeberkan alasan mendasar di balik penunjukan EPD Production Group No 3. Banyak pengembang muda di internal Nintendo yang hanya berpengalaman menggarap game dunia terbuka modern. Tantangan baru menanti mereka.
Aonuma mempertanyakan apakah para perancang muda tersebut benar-benar memahami arti penting game original tahun 1998 bagi perjalanan waralaba Zelda. Membangun ulang game klasik ini dari nol menjadi sarana pembelajaran berharga mengenai struktur dan gaya pengembangan awal. Langkah ini sangat strategis. Proyek ini sekaligus dipersiapkan menyambut momentum peringatan 40 tahun seri Zelda.
Komposisi Tim Kreatif dan Pengarahan Visual
HokWai Ng yang sebelumnya menggarap desain game pada Tears of the Kingdom memegang kendali pengarahan utama. Eiji Aonuma berbagi peran produser bersama Hidemaro Fujibayashi, sosok sutradara Breath of the Wild. Pengalaman mereka menjadi pilar utama.
Sektor visual dipimpin oleh Aya Shida sebagai art director, yang berpengalaman memoles Pikmin 3, Mario Kart 8 Deluxe, dan Tears of the Kingdom. Sektor pemrograman dipercayakan kepada Hiroki Taguchi. Sementara itu, Masato Ohashi memimpin penataan musik setelah sukses menggarap Animal Crossing: New Horizons serta ekspansi Splatoon 3.
Mempertahankan Daya Tarik Klasik untuk Pemain Modern
Meski tim diberikan kebebasan penuh untuk melakukan penyesuaian, Aonuma mengaku terkejut melihat betapa sedikit perubahan yang dilakukan. Tim fokus menjaga struktur permainan awal. Fondasi klasik tetap terjaga.
Hal ini tercermin pada bab kedua wawancara bertajuk "Visual boleh berubah, tetapi pengalaman bermain tetap sama." Nintendo ingin pemain yang terbiasa menentukan alur sendiri sejak awal permainan merasakan alur cerita yang lebih terarah dan bertahap. Daya tarik utama The Legend of Zelda Ocarina of Time terletak pada pembangunan keterampilan pemain secara terstruktur.
Meluruskan Rumor Keterlibatan Studio Eksternal
Kepastian ini sekaligus mematahkan rumor yang beredar di kalangan pengguna game konsol selama beberapa bulan terakhir. Pada September lalu, peritel asal Norwegia, Elkjop, sempat mencantumkan Monolith Soft sebagai pengembang proyek tersebut.
Sebagian pengamat industri juga sempat memprediksi keterlibatan Grezzo. Studio tersebut sebelumnya menggarap versi Ocarina of Time 3D pada 2011, Majora's Mask 3D, Link's Awakening (2019), hingga Echoes of Wisdom (2024). Namun, untuk edisi remake game kedua ini, Nintendo mempercayakannya secara penuh kepada pengembang utama Nintendo Switch 2.


