Acer resmi merambah persaingan pasar perangkat gaming portabel melalui peluncuran Acer Predator Atlas 8. Konsol handheld pertama buatan Acer ini dibanderol dengan harga sekitar Rp23 jutaan ($1,299.99). Penawaran harga tersebut menempatkannya dalam persaingan langsung melawan Asus ROG Xbox Ally X20 yang dijual pada tingkat harga persis sama. Persaingan ini membawa kejutan besar di ranah spesifikasi hardware.
Performa mesin garapan Acer ini terbukti meloncat jauh dari kompetitornya. Pembuktian lewat serangkaian uji coba sintetis serta pengujian game AAA oleh pengulas ETA Prime menunjukkan keunggulan mutlak chipset Intel Arc G3 Extreme yang dipadukan bersama memori RAM 24GB LPDDR5X. Komposisi ini sanggup menundukkan APU AMD Ryzen Z2 Extreme milik Asus.
Skor 3DMark Melambung Berkat Intel Arc G3 Extreme
Pengujian pada aplikasi sintetis 3DMark Time Spy dengan daya 35 Watt memperlihatkan jurang performa yang lebar. Acer Predator Atlas 8 mampu meraih skor impresif di angka 6.607 poin. Asus ROG Xbox Ally X harus puas berada di belakang dengan skor 4.091 poin. Perbedaan angka tersebut menunjukkan performa pesaingnya 42 persen lebih rendah. Konsol ini sangat bertenaga.
Meskipun demikian, posisi Acer belum menjadi yang tertinggi untuk kategori perangkat berbasis Intel Arc G3 Extreme. Perangkat lain seperti MSI Claw 8 Ex AI+ sempat menembus angka 7.000 poin pada pengujian serupa. Fakta ini menandakan bahwa optimasi software masih bisa ditingkatkan lagi oleh pihak produsen.
Performa Game AAA: Forza Horizon 6 Hingga Spider-Man 2
Pengujian pada game balap Forza Horizon 6 menghasilkan frame rate di atas 70 FPS pada resolusi 1200p dengan setelan grafis Medium tanpa bantuan upscaling gambar pada TDP 30 Watt. Sebagai pembanding, Asus ROG Xbox Ally X20 hanya sanggup menyentuh angka 50 FPS pada resolusi 1080p setelan Medium di daya 28 Watt. Pengguna juga bisa menurunkan TDP lebih hemat dengan memanfaatkan fitur visual seperti konsol genggam modern.
Kehadiran teknologi Intel XeSS Multi-Frame Generation memberikan dorongan performa ekstra saat menjalankan judul game berat. Pada game Crimson Desert, konsol konsisten mencatatkan rata-rata 78 FPS pada resolusi 1200p setelan High dengan mengaktifkan 2x XeSS MFG di kisaran TDP 35-40 Watt. Game Spider-Man 2 yang dikenal membebankan kartu grafis terintegrasi mampu berjalan stabil di atas 60 FPS pada resolusi 1200p setelan Medium dengan XeSS profil Quality.
Catatan Software dan Pilihan Panel Layar
Pengujian lapangan mencatat sedikit kendala teknis pada manajemen daya. Mode Turbo yang dirancang untuk mendongkrak daya ke TDP 35 Watt belum berjalan optimal saat memainkan Forza Horizon 6. Acer membutuhkan pembaruan firmware lanjutan untuk memoles kestabilan software agar potensi maksimal hardware dapat terpancar sepenuhnya. Masalah ini bisa diatasi via update.
Aspek pertimbangan lain terletak pada sektor pemanjat mata. Acer Predator Atlas 8 masih menggunakan panel layar IPS, sedangkan Asus ROG Xbox Ally X20 sudah dibekali panel OLED yang menawarkan kontras warna lebih pekat di harga Rp23 jutaan yang sama. Konsol handheld anyar ini akan dijual secara eksklusif melalui peritel Best Buy mulai 1 November. Penggemar yang menginginkan performa setara ROG Ally X20 namun dengan dana lebih efisien juga dapat melirik varian Xbox Ally X standar yang dijual lebih terjangkau.



