Masa depan sistem kamera Micro Four Thirds sempat memicu tanda tanya besar di kalangan pencinta fotografi. Lewat wawancara resmi di kanal YouTube Jepang milik OM Digital Solutions, jajaran pimpinan produsen kamera tersebut memberikan kepastian arah bisnis mereka. Chief Operating Officer Setsuya Kataoka dan CEO OM System Business Unit Eiji Shirota mengonfirmasi bahwa perusahaan sempat mempertimbangkan pengadopsian sensor APS-C atau full frame. Namun, OM System akhirnya memutuskan untuk tetap setia mengembangkan ekosistem Micro Four Thirds.
Langkah ini diambil di tengah kondisi pasar yang makin sempit bagi format ringkas tersebut. Setelah Olympus keluar dari bisnis kamera dan dialihkan ke OM Digital Solutions, pilihan lini produk di pasaran menyusut. Panasonic sendiri belum merilis kamera fotografi berbasis Micro Four Thirds baru sejak kehadiran Lumix G100D pada 2024. Meski demikian, melalui peluncuran kamera OM Pen seharga Rp19,5 jutaan ($1,099) pada September lalu, OM System membuktikan komitmennya terhadap sensor ringkas ini.
Pertimbangan Internal dan Alasan Batal Pindah Format
Eiji Shirota mengungkapkan bahwa ide untuk beralih ke sensor full frame atau APS-C sebenarnya bukan hal baru di internal perusahaan. Usulan tersebut muncul beberapa kali dalam diskusi strategis. Bahkan, sang CEO sempat mempertimbangkan opsi peralihan format ini tak lama setelah OM Digital Solutions mengakuisisi divisi kamera Olympus.
Diskusi mendalam terus berlangsung di jajaran direksi. Hasil akhirnya membuahkan keputusan tegas. Peralihan ke format yang lebih besar dinilai bukan langkah yang tepat bagi OM System. Pihak manajemen meyakini bahwa potensi teknis dari sensor Micro Four Thirds masih sangat jauh dari kata habis. Format ini tetap punya ruang inovasi yang luas.
Keunggulan Kompak vs Kualitas Gambar Full Frame
Persaingan antarformat sensor memang terus terjadi. Kamera bersensor full frame berkembang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Pangsa pasar yang besar menjadi pendorong utamanya. OM System menyadari betul keunggulan masing-masing sistem di mata fotografer.
Sensor full frame memiliki keunggulan nyata pada kualitas gambar murni. Di sisi lain, kelebihan utama Micro Four Thirds terletak pada ukuran perangkat yang sangat ringkas. Bobot bodi dan lensa jauh lebih ringan. Portabilitas ini menjadi kunci. Shirota berpandangan bahwa ketika kualitas foto Micro Four Thirds sudah memenuhi ekspektasi harian pengguna, perbedaan performa antarsensor tidak lagi menjadi persoalan krusial.
Menakar Arah Rotasi Kamera bagi Fotografer
Keputusan OM System ini memberikan kepastian bagi pengguna setia ekosistem Olympus dan OM System. Fokus pengembangan kini diarahkan pada pengoptimalan pemrosesan gambar dan kualitas sensor yang sudah ada. Kehadiran produk seperti OM Pen menunjukkan arah desain yang mengedepankan mobilitas tanpa mengorbankan fungsionalitas.
Bagi praktisi fotografi lapangan, dimensi bodi yang ringkas adalah nilai plus. Kamera dapat dibawa beraktivitas tanpa membebani bahu. OM System memilih untuk memperkuat identitas tersebut alih-alih ikut berkompetisi langsung di pasar full frame yang sudah padat persaingan.



