Arm resmi meluncurkan platform komputasi rujukan terbarunya, Arm Compute Subsystem (CSS) for Mobile 2, yang ditenagai oleh arsitektur CPU Arm C2-Ultra dan GPU Mali G2-Ultra NX. Platform inovatif ini dirancang khusus untuk mendalangi generasi baru prosesor flagship ponsel pintar, mengedepankan efisiensi daya tinggi serta lonjakan pemrosesan AI lokal yang mampu mengeksekusi tugas agen cerdas dan model AI langsung di dalam perangkat genggam.
Langkah strategis ini menandai evolusi penting dalam ekosistem semikonduktor seluler. Arsitektur terbaru Arm diproyeksikan bakal menjadi pondasi utama bagi manufaktur chipset terkemuka seperti MediaTek melalui seri Dimensity 9600, serta memberikan fleksibilitas bagi produsen lain untuk menyatukan komponen tersebut dengan IP pihak ketiga pada ponsel premium berharga Rp15 jutaan hingga Rp25 jutaan mendatang.
Peningkatan Performa CPU C2-Ultra dan Efisiensi Agentic AI
Arsitektur CPU terbaru Arm membawa perubahan signifikan pada hierarki penamaan, menempatkan C2-Ultra sebagai inti performa tinggi dan C2-Pro sebagai pemroses efisiensi menengah. Secara komputasi konvensional, C2-Ultra menawarkan peningkatan performa single-thread hingga 15 persen dan multi-thread hingga 12 persen jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Hasilnya, aktivitas sehari-hari seperti memuat aplikasi dan browsing web diklaim lebih responsif hingga 15 persen.
Sisi akselerasi kecerdasan buatan menjadi fokus pengembangan paling masif. Melalui integrasi dua unit SME2 (Scalable Matrix Extension 2), klaster CPU C2-Ultra mampu menghadirkan performa AI hingga 1,7 kali lebih kencang pada model AI terbaru. Arsitektur ini dirancang sebagai lapisan orkestrasi bagi pemrosesan bahasa, reasoning, dan model agen cerdas secara lokal tanpa ketergantungan konstan pada koneksi awan (cloud), sehingga mempercepat waktu penyelesaian alur kerja hingga 24 persen.
GPU Mali G2-Ultra NX: Inovasi Neural Graphics dan Ray Tracing Canggih
Di sektor pemrosesan visual, Arm memperkenalkan Mali G2-Ultra NX yang diklaim sebagai GPU AI-native pertama besutan perusahaan. GPU ini mengintegrasikan akselerator neural khusus langsung ke dalam shader core, berbagi sistem memori dan cache yang sama dengan pemroses grafis konvensional untuk memangkas lalu lintas data antar-komponen.
Teknologi neural graphics ini mendukung fitur-fitur mutakhir seperti Neural Super Sampling (NSS), Neural Frame Rate Upscaling (NFRU), dan Neural Super Sampling and Denoising (NSSD). Lewat pengujian demo Neural Dawn, kombinasi teknologi ini terbukti meningkatkan efisiensi performa hingga empat kali lipat serta menghemat konsumsi memori eksternal hingga 70 persen. Pemain gim dapat menikmati gim berat pada refresh rate 120 FPS yang stabil melalui bantuan generasi bingkai cerdas. Selain itu, hadirnya Ray Tracing Unit generasi ketiga yang didukung hardware Opacity Micromaps membuat rendering objek transparan kompleks menjadi jauh lebih ringan.
Ekosistem Chipset Seluler dan Ketersediaan Perangkat Flagship
Fleksibilitas menjadi nilai jual utama platform Arm CSS for Mobile 2. Para perancang SoC bebas mengombinasikan CPU C2-Ultra dan GPU Mali G2-Ultra NX atau menggantinya dengan unit pemroses grafis khusus bawaan masing-masing, sebagaimana yang dilakukan pabrikan lain dalam mengintegrasikan IP buatan sendiri.
Perangkat perdana yang mengadopsi platform arsitektur baru ini diperkirakan meluncur dalam waktu dekat, diawali oleh peluncuran chipset kelas atas MediaTek Dimensity 9600. Di masa mendatang, penerapan arsitektur generasi lanjut ini diprediksi terus berkembang ke dalam jajaran prosesor seluler kelas atas hingga beberapa tahun ke depan, mendorong standar baru pada industri smartphone global.