Produsen mobil listrik mewah asal Amerika Serikat, Lucid Motors, secara resmi mengajukan penarikan kembali (recall) terhadap 27.185 unit sedan listrik Lucid Air akibat adanya risiko kebakaran yang dipicu oleh kegagalan sistem sekering berbasis perangkat lunak (eFuse). Penarikan skala besar ini mencakup hampir seluruh lini sedan Lucid Air yang diproduksi antara 11 Oktober 2021 hingga 27 Juli 2026.
Menariknya, sebelum dokumen penarikan resmi diserahkan kepada Lembaga Keselamatan Jalan Raya Nasional AS (NHTSA), Lucid secara diam-diam telah memperbaiki 20.719 unit kendaraan melalui pembaruan perangkat lunak jarak jauh (Over-The-Air/OTA). Kendati demikian, masih terdapat sekitar 6.466 unit kendaraan yang belum menerima perbaikan dan berpotensi mengalami bahaya kebakaran, sehingga pabrikan mengimbau pemilik kendaraan terdampak untuk memarkirkan mobil mereka di luar ruangan demi keamanan.
Akar Masalah: Ketika Sekering Digital Lupa Memutus Arus
Berbeda dengan mobil konvensional yang menggunakan sekering fisik berbasis kawat logam, eFuse pada Lucid Air merupakan pemutus arus otomatis berbasis perangkat lunak. Komponen digital ini dirancang untuk memutus aliran listrik secara instan saat mendeteksi lonjakan arus berlebih demi melindungi komponen elektronik kendaraan dari risiko panas berlebih.
Namun, berdasarkan dokumen regulasi yang diajukan ke NHTSA, eFuse pada unit Lucid Air yang terdampak mengalami kegagalan fungsi logika. Sistem keselamatan ini membiarkan sirkuit kelistrikan tetap teraliri arus berdaya tinggi meskipun lonjakan batas aman telah terlampaui. Sederhananya, sekering pintar tersebut gagal menjalankan fungsi utamanya dalam memutus arus listrik saat terjadi gangguan sirkuit.
Rentetan Insiden dan Hasil Investigasi Keselamatan
Langkah penarikan massal ini dipicu oleh investigasi atas serangkaian insiden kebakaran dan bahaya timbulnya asap. Kasus pertama teridentifikasi ketika unit Lucid Air milik internal perusahaan mengalami kebakaran pada sudut kiri depan, yang diduga kuat berasal dari korsleting modul lampu utama.
Penyelidikan berlanjut setelah dua insiden serupa dilaporkan, diikuti empat kasus bahaya asap tambahan. Tim keselamatan Lucid mengonfirmasi bahwa pemicu utama berasal dari panas berlebih pada sirkuit lampu rem bagian atas (center high-mounted stop lamp). Kegagalan eFuse dalam memutus aliran daya menyebabkan komponen di sekitarnya mengalami lonjakan suhu ekstrem yang berpotensi menyulut api.
Solusi Pembaruan Perangkat Lunak OTA 2.10.0
Sebagai langkah penanganan, Lucid telah mendistribusikan pembaruan perangkat lunak versi 2.10.0. Pembaruan ini secara spesifik menurunkan ambang batas kuat arus (amperage threshold) pada eFuse serta mematikan fitur logika percobaan ulang (retry logic). Fitur retry logic sebelumnya secara otomatis mencoba menyalurkan kembali arus listrik ke sirkuit yang terputus, yang justru memperparah risiko akumulasi panas.
Fenomena ini menegaskan dinamika baru pada era kendaraan berbasis perangkat lunak (Software-Defined Vehicles). Di satu sisi, pabrikan dapat mengatasi celah keselamatan kritis pada puluhan ribu unit secara serentak tanpa mewajibkan pemilik datang ke bengkel. Namun di sisi lain, kompleksitas pengodean perangkat lunak kini menjadi titik krusial yang menentukan keselamatan fisik pengemudi di jalan raya.