Pengembang sistem operasi berfokus privasi, GrapheneOS, secara resmi mengumumkan pembaruan besar-besaran terhadap deretan aplikasi bawaan yang disematkan dalam platformnya. Tim pengembang mulai merencanakan penghentian penggunaan aplikasi bawaan Android Open Source Project (AOSP) yang dinilai tertinggal dan menggantinya dengan aplikasi mandiri berbasis Jetpack Compose yang lebih modern, responsif, dan aman.
Langkah strategis ini diambil guna memberikan kontrol penuh terhadap ekosistem perangkat lunak yang hadir secara default pada OS tersebut. Melalui pendekatan ini, pengguna perangkat yang mendukung GrapheneOS—seperti lini Google Pixel yang dibanderol mulai kisaran Rp7,5 jutaan ($429) hingga Rp17,7 jutaan ($999)—dapat menikmati pengalaman seluler yang jauh lebih aman tanpa ketergantungan pada ekosistem komersial Google.
Pembaruan Galeri dan Papan Ketik Berbasis Desain Modern
Aplikasi Galeri bawaan AOSP menjadi salah satu target utama dalam perombakan ini. Tim GrapheneOS memilih untuk mem-fork aplikasi Galeri sumber terbuka ReFra yang dibangun menggunakan kerangka kerja Jetpack Compose. Pengembangan awal ini memungkinkan tim menghadirkan antarmuka visual yang lebih segar dan pemrosesan media yang lebih efisien. Pihak pengembang menyatakan memiliki sumber daya yang cukup untuk terus menyelaraskan kode dengan proyek induk atau mengembangkannya secara mandiri di masa depan.
Selain Galeri, aplikasi papan ketik (AOSP Keyboard) juga disiapkan untuk diganti total dengan solusi yang lebih kaya fitur. Tim GrapheneOS menegaskan komitmennya untuk tidak mengadopsi opsi pihak ketiga seperti FUTO Keyboard. Keputusan ini diambil karena lisensi non-komersial FUTO tidak memenuhi kualifikasi lisensi open-source ketat yang diusung oleh proyek GrapheneOS. Papan ketik baru ini dirancang untuk memberikan ketikan yang presisi tanpa risiko kebocoran data pengguna ke server luar.
Fitur Secure Paste: Lindungi Papan Klip dari Akses Siluman
Inovasi keamanan paling krusial yang akan segera diintegrasikan adalah fitur Secure Paste. Fitur ini diciptakan untuk mengatasi celah privasi menahun pada sistem papan klip Android, di mana aplikasi pihak ketiga sering kali dapat membaca data sensitif yang disalin pengguna secara otomatis saat aplikasi dibuka di latar depan.
Dengan mekanisme Secure Paste, sebuah aplikasi tetap dapat menulis data ke papan klip dan membaca kembali data yang disimpannya sendiri. Namun, aplikasi tersebut dibatasi secara tegas dari mengakses konten papan klip yang dihasilkan oleh aplikasi lain. Pengguna hanya dapat membagikan data papan klip secara eksplisit melalui bilah alat seleksi standar, metode input, layanan aksesibilitas, atau pintasan papan ketik. Sistem baru ini sekaligus meniadakan kebutuhan notifikasi pembacaan papan klip yang selama ini kerap muncul.
Rencana Pesan Mandiri dengan Dukungan RCS dan MLS
Perombakan paling ambisius dari proyek ini menyasar aplikasi Pesan (Messaging). Setelah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk membangun ulang antarmuka menggunakan Android Compose, GrapheneOS berencana mengubah aplikasi pesan default menjadi klien independen yang mendukung standar RCS (Rich Communication Services) secara native serta enkripsi ujung-ke-ujung berbasis Messaging Layer Security (MLS).
Meskipun pengembangan fitur RCS mandiri tanpa Google Mobile Services (GMS) memerlukan upaya teknis yang sangat kompleks dan belum memiliki tenggat waktu pasti, pengguna saat ini tetap dapat menjalankan aplikasi Google Messages secara aman di dalam lingkungan terisolasi (sandboxed Google Play). Sementara itu, aplikasi pengelola berkas (AOSP Files) mendapatkan prioritas perbaikan yang lebih rendah karena mesin utamanya masih terawat dengan baik di AOSP, meskipun tampilan antarmukanya relatif sederhana.