Menakar Peluang Bitcoin Tembus Rp1,52 Miliar dan Tantangan Pasar Spot

Analisis Glassnode menunjukkan Bitcoin perlu menembus level Rp1,52 miliar untuk melanjutkan reli di tengah permintaan pasar spot yang masih dinamis.

Penulis: Anif Sirsaeba
Tanggal: Jumat, 11 September 2026 pukul 06.01
Grafik analisis harga dan pergerakan aset Bitcoin dalam Rupiah
Ilustrasi pergerakan harga Bitcoin dan tren analisis pasar spot global.
Glassnode

Pasar aset kripto global kembali memasuki fase krusial saat Bitcoin berjuang mempertahankan tren pemulihan harga. Menurut analisis terbaru dari lembaga riset rantai blok Glassnode, Bitcoin perlu melampaui level resistensi Rp1,52 miliar ($86.000) untuk mengonfirmasi kelanjutan tren penguatan, terutama di tengah dinamika permintaan pasar spot yang terus mengalami penyesuaian.

Para pemegang aset jangka panjang tercatat telah memegang sekitar 1,07 juta BTC di kisaran zona resistensi tersebut, dengan akumulasi terbesar berada di area Rp1,50 miliar ($85.000). Konsentrasi kepemilikan ini menjadikan area harga tersebut sebagai benteng krusial yang menentukan arah pergerakan pasar selanjutnya.

Titik Impas Investor dan Potensi Tekanan Teknis

Area Rp1,52 miliar ($86.000) tidak hanya menjadi zona resistensi psikologis, tetapi juga bertepatan dengan estimasi titik impas (breakeven) rata-rata bagi pemegang ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Data Glassnode menunjukkan perbaikan posisi dana kelolaan ETF yang sangat signifikan sepanjang tahun ini. Total kerugian yang belum terealisasi (unrealized loss) pada produk ETF spot AS tercatat menyusut drastis dari level puncak sekitar Rp318,6 triliun ($18 miliar) pada Februari menjadi mendekati Rp69,03 triliun ($3,9 miliar).

Meskipun sebagian investor berpotensi melakukan aksi ambil untung saat harga mendekati titik impas, tekanan jual dari kelompok pemegang jangka panjang sejatinya mulai melandai. Proporsi realisasi keuntungan pemegang jangka panjang turun dari 88% pada puncak Agustus menjadi 47%. Di sisi lain, potensi tekanan beli baru dapat tercipta dari skenario likuidasi paksa (forced short liquidation) yang terkonsentrasi antara Rp1,45 miliar ($82.000) hingga Rp1,52 miliar ($86.000), di mana volume likuidasi potensial naik 21% sejak pertengahan Agustus.

Dinamika Likuiditas Pasar Spot dan Arus Dana ETF

Tantangan terbesar untuk menopang pergerakan harga berada pada kekuatan permintaan di pasar spot. Analis CryptoQuant, Darkfost, mengamati bahwa volume beli berkelanjutan di pasar spot belum sepenuhnya solid. Indikator rerata bergerak 90 hari untuk Cumulative Volume Delta (CVD) masih cenderung netral, meskipun aktivitas pasar berjangka (futures) memperlihatkan partisipasi yang cukup tinggi.

Kondisi likuiditas stablecoin di bursa utama juga mencerminkan fase konsolidasi pasar. Cadangan stablecoin di Binance yang sebelumnya melampaui Rp885 triliun ($50 miliar) sempat menyusut sekitar Rp123,9 triliun ($7 miliar). Walau sempat mengalami pemulihan cadangan sekitar Rp28,32 triliun ($1,6 miliar) dalam sebulan terakhir, tingkat perubahan 90 hari masih berada di area negatif 1,6%. Selain itu, instrumen ETF Bitcoin spot AS mencatat arus keluar dana (outflow) sebesar Rp824,8 miliar ($46,6 juta) dan Rp2,12 triliun ($120,2 juta) dalam dua sesi berturut-turut, membuat total arus keluar mencapai Rp2,95 triliun ($166,8 juta).

Prospek Teknikal dan Konsolidasi Harga

Dari sudut pandang analisis teknikal, struktur pergerakan harga tetap menunjukkan indikasi pemulihan. Indikator Relative Strength Index (RSI) harian Bitcoin berada pada posisi 67, sementara garis Exponential Moving Average (EMA) 7-hari dan 21-hari berhasil melintas di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari untuk pertama kalinya sejak akhir tahun lalu.

Saat ini Bitcoin diperdagangkan pada kisaran Rp1,36 miliar ($76.882,80), bergerak di rentang harian antara Rp1,357 miliar ($76.670,90) hingga Rp1,41 miliar ($79.655,08). Pelaku pasar terus mencermati apakah penembusan di atas Rp1,416 miliar ($80.000) dapat memicu masuknya likuiditas baru untuk menguji zona kunci Rp1,52 miliar dalam rentang waktu mendatang.

💬

FAQ: Tanya Jawab Seputar Menakar Peluang Bitcoin Tembus Rp1,52 Miliar dan Tantangan Pasar Spot

Ringkasan jawaban cepat seputar estimasi harga, jadwal rilis, spesifikasi, dan kelayakan beli.

Q1Berapa estimasi harga resistensi kunci Bitcoin saat ini dalam Rupiah?
Resistensi utama berada di sekitar Rp1,52 miliar ($86.000) berdasarkan titik impas rata-rata pemegang jangka panjang dan investor ETF spot AS.
Q2Mengapa level Rp1,52 miliar menjadi krusial bagi pergerakan Bitcoin?
Level ini menampung konsentrasi akumulasi sekitar 1,07 juta BTC, sehingga penembusan di atas area ini berpotensi memicu reli lanjutan atau tekanan jual parsial.
Q3Bagaimana indikator teknikal Bitcoin menurut para analis pasar?
Indikator harian menunjukkan pemulihan teknikal dengan RSI berada di 67 serta garis EMA 7 dan 21 hari bergerak di atas SMA 200 hari.

Eksplorasi Seri & Berita Bitcoin Lainnya

Kumpulan ulasan mendalam, bocoran, dan kabar terbaru seputar Bitcoin.

Lihat Semua Bitcoin
TERKAIT

TERKAIT