BMW iX3 Bisa Mengerem Sendiri Saat Salah Injak Pedal

BMW iX3 membawa sistem keselamatan baru yang dapat menghentikan mobil saat pengemudi salah menginjak pedal atau hendak membuka pintu.

Penulis: Anif Sirsaeba
Tanggal: Jumat, 28 Agustus 2026 pukul 00.04
BMW iX3 dengan teknologi keselamatan otomatis untuk mencegah kecelakaan saat parkir
BMW iX3 menjadi model pertama yang membawa fitur pencegah salah injak pedal dan dooring dari Neue Klasse.
BMW

BMW menyiapkan lapisan keselamatan baru untuk generasi kendaraan Neue Klasse. Teknologi ini debut pada mobil listrik BMW iX3 dan dirancang untuk menangani dua situasi yang sering terjadi dalam penggunaan sehari-hari: kecelakaan saat parkir akibat salah menginjak pedal serta insiden ketika pintu dibuka ke arah pesepeda atau kendaraan yang melintas.

Berbeda dari fitur bantuan mengemudi yang biasanya menonjolkan skenario di jalan tol, BMW memilih fokus pada kesalahan kecil yang dapat berujung pada kerusakan mahal dan cedera serius. Paket bantuan tersebut tersedia sebagai fitur standar pada model Neue Klasse, lalu akan diperluas ke kendaraan seperti BMW i3, BMW X5, dan BMW Seri 7.

Mengerem Otomatis Saat Pedal Gas Terinjak Keras

Ilustrasi csm bmw neue klasse safety 02 70a7206eed BMW iX3 Bisa Mengerem Sendiri Saat Salah Injak Pedal
Detail tampilan dan desain BMW iX3 Bisa Mengerem Sendiri Saat Salah Injak Pedal. (Foto: BMW)

Salah satu fitur utama yang diperkenalkan BMW adalah drive-off monitoring. Sistem ini ditujukan untuk mencegah kecelakaan ketika pengemudi keliru membedakan pedal rem dan akselerator, terutama saat keluar atau masuk area parkir. Kesalahan semacam ini bisa membuat mobil menabrak dinding gedung, kendaraan lain, pagar, atau etalase toko.

Jika sensor mendeteksi objek pada jarak kurang dari sekitar 1 meter, kendaraan melaju dengan kecepatan hingga kira-kira 1,9 km per jam, dan pengemudi menekan pedal akselerator secara keras, sistem akan mengambil alih input tersebut. Mobil kemudian mengerem otomatis hingga berhenti secara terkendali, baik saat bergerak maju maupun mundur.

Fitur ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan konsentrasi pengemudi. Sistem tetap bergantung pada sensor dan kondisi lingkungan, sehingga pengemudi harus tetap mengendalikan arah kendaraan serta memeriksa area sekitar. Namun, intervensi dalam sepersekian detik dapat menjadi pembeda antara kesalahan kecil dan kerusakan kendaraan yang nilainya besar.

Pintu BMW iX3 Bisa Terkunci Sementara untuk Cegah Dooring

Ilustrasi csm bmw neue klasse safety 01 6f8670b73a BMW iX3 Bisa Mengerem Sendiri Saat Salah Injak Pedal
Detail tampilan dan desain BMW iX3 Bisa Mengerem Sendiri Saat Salah Injak Pedal. (Foto: BMW)

BMW juga membidik risiko dooring, yaitu ketika penumpang membuka pintu tanpa menyadari ada pesepeda atau pengguna jalan lain yang sedang mendekat. Insiden ini sangat berbahaya karena pesepeda dapat menabrak pintu yang terbuka dan terlempar ke jalur kendaraan.

Menurut data industri asuransi yang dikutip BMW, kecelakaan jenis ini dapat menyumbang hingga 8 persen dari seluruh insiden bersepeda di kota-kota besar seperti Berlin. Untuk mencegahnya, model Neue Klasse memakai sensor radar yang dipasang di sisi kendaraan guna memantau area di sekitar pintu.

Ketika sistem menilai ada potensi tabrakan, kunci elektronik akan menahan pintu agar tidak dapat dibuka dari dalam untuk sementara. Pintu baru bisa dibuka setelah pesepeda atau objek yang mendekat dinilai telah melewati area berbahaya. Mekanisme ini terasa lebih proaktif dibanding sekadar memberikan peringatan suara atau visual.

Satu Komputer Pusat Menjadi Otak Keselamatan

Ilustrasi csm bmw neue klasse safety 19 e4aef1b54f BMW iX3 Bisa Mengerem Sendiri Saat Salah Injak Pedal
Detail tampilan dan desain BMW iX3 Bisa Mengerem Sendiri Saat Salah Injak Pedal. (Foto: BMW)

Kecepatan respons fitur tersebut didukung perubahan besar pada arsitektur elektronik kendaraan. BMW mengganti rangkaian kabel konvensional dan puluhan unit kontrol terpisah dengan satu komputer pusat berperforma tinggi. Perusahaan menyebutnya sebagai “otak super untuk berkendara otomatis”.

Komputer ini menggunakan sistem pendingin cair dan menawarkan daya komputasi hingga 20 kali lebih besar dibanding gabungan perangkat keras pada generasi sebelumnya. Data dari kamera, sensor ultrasonik, dan radar dapat diproses hampir secara real-time, sehingga mobil mampu mengambil tindakan darurat lebih cepat daripada reaksi manusia dalam situasi panik.

Selain mencegah salah injak pedal dan dooring, sistem tersebut dapat membantu mengarahkan mobil melewati kendaraan yang mogok tanpa keluar dari lajurnya. Asisten pengereman daruratnya juga diklaim mampu mendeteksi hewan liar. BMW iX3 generasi baru telah meraih peringkat keselamatan maksimal lima bintang dalam pengujian terbaru Euro NCAP. Meski begitu, fitur otomatis ini sebaiknya dipandang sebagai jaring pengaman tambahan, bukan alasan untuk mengurangi kewaspadaan saat berkendara.

TERKAIT

TERKAIT