Huawei mulai membuka tabir Mate XT 2, ponsel lipat tiga generasi terbaru yang membawa perubahan besar pada mekanisme engselnya. Berbeda dari Mate XT sebelumnya yang memakai pola lipatan menyerupai huruf Z, perangkat baru ini menggunakan desain U-shaped fold dengan pilihan warna ungu yang mencolok.
Perubahan tersebut bukan sekadar kosmetik. Dalam posisi tertutup, layar fleksibel bagian dalam Mate XT 2 berada di dalam rangka perangkat sehingga lebih terlindungi dari benturan, debu, dan goresan. Bagi calon pembeli ponsel lipat tiga, desain ini berpotensi mengurangi salah satu kekhawatiran terbesar: biaya perbaikan layar yang sangat mahal.
Desain lipatan U menawarkan perlindungan lebih baik
Berdasarkan gambar resmi yang diperlihatkan Huawei, Mate XT 2 masih mengusung tiga panel layar, tetapi arah lipatannya berbeda dari pendahulunya. Mekanisme baru ini sekilas mengingatkan pada konsep ponsel lipat tiga Samsung, walau Mate XT 2 membuka panel ke arah kanan. Samsung menggunakan susunan pembukaan yang berlawanan, yakni dari panel kiri.
Keunggulan praktis desain U adalah posisi layar dalam yang tidak langsung terekspos ketika ponsel dilipat penuh. Pada desain sebelumnya, sebagian permukaan layar fleksibel masih berpotensi berada di luar dan menerima tekanan saat perangkat disimpan. Dengan layar yang terselip ke dalam, risiko kerusakan akibat benturan sehari-hari semestinya lebih rendah, meski daya tahan engsel dan lapisan pelindung tetap perlu diuji langsung.
Alasan perubahan ini terasa penting karena penggantian layar Mate XT generasi pertama disebut mencapai sekitar Rp13,2 jutaan (4.999 Yuan). Angka tersebut setara harga sebuah ponsel flagship, sehingga perlindungan tambahan pada layar dapat menjadi nilai jual utama Mate XT 2, bukan sekadar penyempurnaan desain.
Kamera depan dan modul belakang masih mempertahankan identitas Huawei
Layar luar Mate XT 2 tampaknya memakai lubang kamera depan berbentuk pil, mengikuti bahasa desain yang digunakan Huawei pada sejumlah ponsel flagship model candybar. Bentuk cutout ini memunculkan dugaan bahwa Huawei dapat menyertakan sistem pengenalan wajah tiga dimensi, walau fitur tersebut belum dikonfirmasi secara resmi.
Di bagian belakang, modul kamera terlihat masih mempertahankan bentuk oktagonal yang menjadi ciri khas Mate XT generasi sebelumnya. Kemiripan ini menunjukkan bahwa Huawei kemungkinan lebih memprioritaskan penyempurnaan mekanisme lipat dan pengalaman penggunaan layar besar, ketimbang melakukan perubahan radikal pada desain kamera.
Kirin 9030S dan HarmonyOS 7 menjadi fokus performa
Untuk dapur pacu, Mate XT 2 diperkirakan menggunakan Kirin 9030S, chipset yang juga disebut dipakai pada Pura X View serta beberapa flagship Huawei terbaru. Konfigurasinya terdiri dari satu inti super berkecepatan hingga 2,69 GHz, tiga inti besar pada 2,15 GHz, dan empat inti medium dengan kecepatan 1,62 GHz.
Pemrosesan grafis dipercayakan kepada GPU Maleoon 935F yang berjalan pada 933 MHz dan memiliki tiga unit komputasi. Namun, tanpa pengujian benchmark dan informasi efisiensi daya, angka tersebut belum cukup untuk memastikan apakah performanya mampu menandingi chipset flagship terbaru dari pesaing. Kinerja nyata juga akan sangat bergantung pada optimasi HarmonyOS.
Mate XT 2 disebut menjadi ponsel pertama yang menjalankan HarmonyOS 7. Huawei mengklaim Ark Engine generasi baru membawa model besar yang dilatih menggunakan lebih dari dua miliar titik data pembelajaran skenario. Perusahaan menyatakan optimasi ini dapat meningkatkan performa hingga 15 persen, dengan pertumbuhan beban tahunan di bawah 10 persen. Klaim tersebut menarik, tetapi perlu diverifikasi melalui penggunaan nyata, terutama saat menjalankan aplikasi berat dalam mode layar terbuka penuh.
Huawei belum mengumumkan tanggal peluncuran maupun harga resmi Mate XT 2. Meski begitu, kemunculan desain resmi menandakan pengungkapan lengkap kemungkinan tidak lama lagi. Tantangan terbesarnya bukan hanya membuktikan bahwa lipatan U lebih aman, melainkan juga menjaga bobot, ketebalan, durabilitas, dan harga tetap masuk akal untuk perangkat dengan tiga panel layar.


