Huawei kembali menggebrak pasar ponsel lipat premium dengan membuka keran pemesanan awal untuk gawai lipat tiga generasi berikutnya, Huawei Mate XT 2. Menjelang debut resminya yang dijadwalkan pada 7 September di pasar Tiongkok, bocoran konfigurasi dan perombakan desain drastis dari suksesor ponsel tri-fold pertama di dunia ini akhirnya terungkap ke publik secara gamblang.
Langkah agresif Huawei ini menegaskan dominasi mereka di segmen ultra-flagship, terutama lewat peningkatan spesifikasi hardware yang kini menyematkan RAM 16GB sebagai standar di semua varian. Tidak hanya mendongkrak kapasitas penyimpanan hingga 2TB, Huawei juga merombak total mekanisme engsel lipat untuk memberikan perlindungan layar yang jauh lebih baik dibanding generasi pendahulunya.
Varian Konfigurasi dan Opsi Memori Ekstrem hingga 2TB
Berdasarkan informasi pre-order resmi, Huawei Mate XT 2 hadir dalam empat konfigurasi memori yang sangat bertenaga. Konsumen disuguhkan opsi mulai dari RAM 16GB dengan memori internal 512GB, 16GB+1TB reguler, 16GB+1TB dengan layar berteknologi privasi, hingga kasta tertinggi 16GB+2TB yang dilengkapi layar privasi serta bundel stylus khusus. Pilihan kapasitas hingga 2TB ini menjadi salah satu yang terbesar di industri smartphone saat ini, sangat ideal bagi kalangan profesional yang membutuhkan ruang penyimpanan masif untuk berkas berukuran besar maupun video beresolusi tinggi.
Dari segi estetika, tiga varian pertama tersedia dalam balutan warna Obsidian Black, White, dan Purple. Sementara itu, varian puncak 16GB+2TB hadir eksklusif hanya dalam balutan warna Purple yang menegaskan status mewahnya. Meski banderol resminya baru akan diumumkan pada peluncuran nanti, berkaca pada pendahulunya, perangkat ini dipastikan mengisi segmen harga premium di atas Rp40 jutaan (mulai dari kisaran belasan hingga puluhan ribu Yuan di pasar asalnya).
Arsitektur Baru Wing Fold dan Bodi Super Tipis 3,5 mm
Salah satu lompatan terbesar pada Huawei Mate XT 2 terletak pada mekanisme lipat yang dinamai arsitektur Wing Fold. Berbeda dengan generasi pertama yang mengusung lipatan berbentuk huruf Z, desain baru ini membuat kedua panel layar sekunder terlipat ke arah dalam. Mekanisme cerdas ini memastikan layar fleksibel utama terlindungi seutuhnya di bagian dalam ketika perangkat dalam posisi tertutup rapat, sehingga meminimalkan risiko goresan dari pemakaian sehari-hari.
Untuk menunjang kepraktisan harian, Huawei menyematkan layar luar khusus di salah satu sisinya, memungkinkan pengguna menerima panggilan telepon, membalas pesan, atau melakukan pembayaran digital tanpa perlu membuka bentangan layar utama. Menariknya, Huawei berhasil menjaga ketebalan bodi hanya 3,5 mm pada bagian tertipisnya saat dibuka penuh. Struktur engsel dan panel layarnya juga telah diperkuat secara khusus guna meredam benturan dan meningkatkan durabilitas penggunaan jangka panjang.
Fitur Cerdas HarmonyOS 7 dan Ekspektasi Performa
Pada sektor layar depan, terdapat modul punch-hole berbentuk pil yang menampung kamera depan dengan dukungan pengenalan wajah 3D (3D Face Recognition) untuk otentikasi biometrik dan verifikasi pembayaran instan. Tak ketinggalan, Huawei juga menyematkan sensor pemantau detak jantung langsung pada perangkat. Pengalaman visual lipat tiga ini akan dimaksimalkan oleh sistem operasi anyar HarmonyOS 7 yang membawa optimasi antarmuka untuk multitasking tingkat lanjut serta pembagian layar multi-aplikasi yang jauh lebih mulus.
Di sektor dapur pacu, Huawei Mate XT 2 diprediksi bakal mengandalkan prosesor buatan mandiri terbaru, antara Kirin 9030S atau keluarga chipset Kirin 9050. Integrasi hardware kencang dan arsitektur lipat yang semakin matang ini kian mempertegas posisi Huawei sebagai pemimpin inovasi form factor smartphone lipat modern di panggung global.



