Galaxy Z Fold 8 Ultra Gagal Uji Ketahanan, Apa Penyebabnya?

Galaxy Z Fold 8 Ultra menjadi foldable Samsung pertama yang gagal dalam uji ketahanan JerryRigEverything setelah layar dalamnya mati total.

Penulis: Hana Lee
Tanggal: Minggu, 30 Agustus 2026 pukul 13.02
Galaxy Z Fold 8 Ultra menjalani uji ketahanan JerryRigEverything dengan layar dalam yang mati total
Galaxy Z Fold 8 Ultra mengalami kerusakan permanen pada layar dalam setelah menerima tekanan reverse bend dalam uji ketahanan ekstrem.
Samsung

Galaxy Z Fold 8 Ultra menjadi foldable layar besar Samsung pertama yang gagal mempertahankan fungsi setelah menjalani uji ketahanan JerryRigEverything. Dalam pengujian Zack Nelson, layar utama perangkat sempat berkedip lalu mati total ketika ponsel menerima tekanan reverse bend yang lebih kuat.

Hasil ini cukup mengejutkan karena Galaxy Z Fold 8 versi reguler sebelumnya mampu melewati pengujian serupa tanpa kerusakan permanen. Generasi foldable layar besar Samsung terdahulu, termasuk Galaxy Fold generasi pertama, juga diketahui tetap berfungsi setelah menghadapi berbagai tekanan, goresan, debu, dan upaya ditekuk ke arah berlawanan.

Galaxy Z Fold 8 Ultra Takluk pada Tekanan Kedua

Pada tahap awal ketika perangkat dibuka dan ditekuk ke arah belakang, Galaxy Z Fold 8 Ultra masih terlihat mampu menahan tekanan. Namun, saat Zack Nelson memberikan dorongan yang lebih kuat untuk kedua kalinya, bodi ponsel mulai menunjukkan kelenturan yang terlihat. Tidak lama kemudian, panel layar bagian dalam mengalami gangguan dan berubah menjadi hitam sepenuhnya.

Kerusakan tersebut bukan sekadar tampilan sementara atau masalah pada lapisan pelindung layar. Layar utama tidak lagi dapat digunakan, sehingga fungsi utama yang menjadi alasan konsumen membeli ponsel lipat berharga premium ikut hilang. Meski pengujian ini tergolong ekstrem dan bukan simulasi penggunaan harian, hasilnya tetap menjadi sinyal penting mengenai batas struktural perangkat.

Penyebab pastinya belum dikonfirmasi Samsung. Namun, kerusakan bisa berkaitan dengan kabel fleksibel layar, sensor pendeteksi lipatan, atau tekanan internal pada panel OLED ultra-tipis. Ketika engsel terdorong melampaui posisi kerja normal, komponen-komponen tersebut dapat menerima beban yang tidak dirancang untuk ditanggung dalam pemakaian biasa.

Janji Durabilitas Bertemu Tantangan Desain Tipis

Samsung membekali Galaxy Z Fold 8 Ultra dengan sejumlah material yang diklaim meningkatkan ketahanan. Perangkat ini menggunakan rangka Armor Aluminum, kaca Gorilla Glass Ceramic 3 pada layar luar, serta Armor FlexHinge yang didesain ulang. Di bawah panel lipat, Samsung juga menempatkan dua lapisan titanium melalui konstruksi yang disebut FlexTitanium.

Di atas kertas, kombinasi tersebut seharusnya membuat perangkat lebih kokoh. Masalahnya, Galaxy Z Fold 8 Ultra hanya memiliki ketebalan sekitar 4,1 milimeter ketika dibuka. Profil setipis ini memang membantu kenyamanan dan portabilitas, tetapi juga menyisakan ruang yang lebih terbatas untuk memperkuat struktur, melindungi kabel fleksibel, dan mengisolasi panel dari tekanan engsel.

Perbandingan dengan Galaxy Z Fold 8 reguler menunjukkan bahwa material premium tidak otomatis menjamin hasil pengujian yang lebih baik. Dua perangkat dari generasi yang sama dapat merespons tekanan secara berbeda karena perbedaan dimensi, susunan internal, ketebalan rangka, dan mekanisme engsel. Konsumen juga perlu memahami bahwa lolos atau gagalnya uji JerryRigEverything bukan sertifikasi ketahanan resmi, melainkan pengujian individual dengan metode yang sangat agresif.

Biaya Perbaikan Menjadi Risiko Terbesar

Kerentanan layar dalam menjadi perhatian serius karena panel tersebut merupakan komponen paling mahal dan kompleks pada ponsel lipat. Berdasarkan harga layanan Samsung di Amerika Serikat, penggantian modul layar dalam Galaxy Z Fold 8 Ultra dipatok sekitar Rp10,2 jutaan, atau setara 639 dolar AS. Sebagai perbandingan, penggantian layar luar berada di kisaran Rp2,4 jutaan, atau 149 dolar AS.

Samsung memberikan satu kali penggantian pelindung layar dalam secara gratis selama 12 bulan pertama. Setelah masa tersebut, biaya penggantian pelindung diperkirakan sekitar Rp304 ribuan, setara 19 dolar AS. Harga resmi di Indonesia dapat berbeda karena pajak, biaya suku cadang, dan kebijakan pusat servis, sehingga angka ini sebaiknya dipandang sebagai acuan, bukan tarif lokal final.

Galaxy Z Fold 8 Ultra sendiri dibanderol sekitar Rp33,6 jutaan pada harga global, setara 2.099 dolar AS. Perangkat ini tetap menawarkan inovasi layar besar, desain tipis, dan konstruksi yang lebih maju, tetapi calon pembeli harus menerima risiko perbaikan yang jauh lebih mahal dibandingkan smartphone konvensional. Hasil uji ini tidak berarti ponsel akan rusak dalam pemakaian normal, namun cukup menjadi pengingat agar pengguna tidak menekan layar, memelintir engsel, atau menyimpan perangkat tanpa perlindungan. Untuk konsumen yang mengutamakan ketenangan biaya perawatan, Galaxy Z Fold 8 reguler atau smartphone premium non-lipat bisa menjadi pilihan yang lebih rasional.

Eksplorasi Seri & Berita Samsung Lainnya

Kumpulan ulasan mendalam, bocoran, dan kabar terbaru seputar Samsung.

Lihat Semua Samsung
Sumber: Gizmochina
TERKAIT

TERKAIT