Asus resmi memperluas jangkauan pemasaran perangkat komputasi ringkas terbarunya melalui peluncuran Asus Ascent QN10 secara internasional. Mini PC berperforma tinggi ini mengandalkan platform Qualcomm Snapdragon X2 Elite X2E-88-100 dengan teknologi fabrikasi 3 nanometer dan NPU 80 TOPS, yang dibanderol dengan estimasi harga mulai Rp26,5 jutaan (sekitar CNY 9.999) hingga Rp30,1 jutaan (sekitar $1.699). Perangkat ini hadir sebagai solusi komputasi desktop modern yang sangat efisien daya namun tetap bertenaga untuk kebutuhan produktivitas berat dan pemrosesan AI lokal.
Kehadiran Ascent QN10 melengkapi lini mini PC premium milik Asus setelah sebelumnya merilis seri NUC 16 Pro berbasis prosesor Intel Panther Lake dan Ascent GX10 yang mengusung GPU diskrit Nvidia. Dengan mengadopsi arsitektur ARM berbasis Snapdragon X2, Asus menawarkan alternatif desktop ultra-ringkas yang berfokus pada rasio performa per watt, pemrosesan kecerdasan buatan cerdas, serta performa termal yang lebih tenang untuk penggunaan profesional harian.
Arsitektur Snapdragon X2 Elite dan Performa Komputasi AI 80 TOPS
Di balik desainnya yang minimalis, Asus Ascent QN10 ditenagai oleh prosesor Snapdragon X2 Elite X2E-88-100 yang memuat 18 core CPU berkecepatan tinggi. Prosesor dengan teknologi pemrosesan 3nm ini dipadukan dengan pengolah grafis terintegrasi Adreno X2-90 iGPU, yang telah terbukti andal dalam menangani beban pemrosesan visual dan olah grafis harian pada laptop kelas atas Asus seperti lini ProArt PZ14 dan Zenbook A16.
Sektor pemrosesan kecerdasan buatan menjadi nilai jual utama mini PC ini. Berkat dukungan Neural Processing Unit (NPU) dedicated berkapasitas komputasi mencapai 80 TOPS (INT8), Ascent QN10 sanggup menjalankan berbagai model AI lokal, penyuntingan media berbasis kecerdasan buatan, serta fitur-fitur pemrosesan Copilot+ secara lancar tanpa membebankan daya pada CPU utama secara berlebihan.
Konektivitas Lengkap dalam Bodi Ultra-Ringkas
Asus merancang sasis Ascent QN10 dengan ukuran yang sangat padat, yakni hanya 130 x 130 x 40 mm dengan bobot seberat 620 gram. Kendati berdimensi ringkas, kelengkapan port dan konektivitas fisik pada perangkat ini terbilang sangat melimpah untuk mendukung berbagai skenario kerja modern.
Pengguna disuguhi tiga port USB4 berkecepatan tinggi, empat port USB Type-A, port HDMI 2.1 (FRL) untuk keluaran layar beresolusi tinggi, serta port ethernet 2.5 GbE untuk koneksi jaringan kabel super cepat. Untuk konektivitas nirkabel, Asus menyematkan standar teknologi Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6.0. Sektor daya ditopang oleh adaptor daya eksternal berkapasitas 180 Watt (20V/8A) guna memastikan kestabilan pasokan energi saat beban kerja puncak.
Kapasitas Penyimpanan dan Ketersediaan Pasar Global
Dari segi konfigurasi memori, Asus Ascent QN10 dibekali RAM LPDDR5X-8533 hingga kapasitas 32 GB. Penting untuk dicatat oleh calon pembeli bahwa modul RAM ini terpatri langsung pada motherboard dan tidak dapat di-upgrade di kemudian hari. Namun untuk sektor penyimpanan internal, Asus menyediakan fleksibilitas lewat dua slot M.2 2280 yang sudah mendukung SSD PCIe Gen 4 x4.
Di pasar Tiongkok, varian dasar dengan RAM 16 GB dan SSD 512 GB dipasarkan seharga sekitar Rp26,5 jutaan (CNY 9.999). Sementara untuk kawasan Singapura, model RAM 32 GB dengan penyimpanan 1 TB dijual seharga kisaran Rp36,5 jutaan (SGD 2.629). Bagi pasar Amerika Serikat, mini PC ini dibanderol sebesar Rp30,1 jutaan ($1.699) untuk varian RAM 32 GB dan SSD 512 GB, sedangkan peritel di Inggris mematok harga sekitar Rp52,5 jutaan (£2.181,99) untuk konfigurasi serupa.

