LattePanda secara resmi memperkenalkan modul komputasi tingkat lanjut terbarunya, LattePanda Mu Ultra, yang dirancang khusus untuk kebutuhan pengembangan profesional dan komersial. Ditawarkan mulai Rp11,38 jutaan ($643), modul berukuran super ringkas ini membawa lonjakan performa besar berkat adopsi prosesor Intel Core Ultra Series 2 serta kemampuan komputasi kecerdasan buatan (AI) yang sangat bertenaga.
Hadir sebagai alternatif papan pengembang kelas atas, LattePanda Mu Ultra memadukan ukuran fisik yang sangat praktis dengan spesifikasi hardware sekelas laptop modern. Kehadiran perangkat ini menyasar para insinyur, pengembang AI, hingga produsen industri yang membutuhkan solusi komputasi berkinerja tinggi dalam wujud yang fleksibel dan mudah diintegrasikan ke dalam produk akhir.
Spesifikasi Hardware dan Kapasitas Pemrosesan AI
Dapur pacu utama LattePanda Mu Ultra mengandalkan pilihan arsitektur terbaru dari Intel. Konsumen dapat memilih varian yang dibekali prosesor Intel Core Ultra 5 226V atau varian tertinggi dengan Intel Core Ultra 7 256V. Penggunaan chip tersebut memungkinkan sistem menangani tugas-tugas berat mulai dari pengolahan data kompleks hingga eksekusi model kecerdasan buatan secara lokal.
Dari segi performa AI, LattePanda mengklaim bahwa varian Core Ultra 5 mampu menghasilkan total performa hingga 97 TOPS, sementara varian Core Ultra 7 mencapai angka impresif 115 TOPS. Angka ini mencakup penggabungan daya komputasi keseluruhan dari CPU, GPU terintegrasi, serta NPU. Perlu dicatat bahwa untuk mencapai angka TOPS maksimal, seluruh komponen SoC akan bekerja pada batas beban tertinggi yang berpotensi memengaruhi konsumsi daya serta suhu operasional perangkat.
Ukuran Ringkas dan Konektivitas Kelas Industri
Meski memiliki kapabilitas komputasi yang masif, dimensi fisik LattePanda Mu Ultra tercatat sangat minimalis, yakni hanya 60 x 69,6 mm. Ukuran tersebut hampir setara dengan dimensi sebuah kartu kredit standar, menjadikannya sangat ideal untuk dipasang pada ruang terbatasi di dalam berbagai peralatan medis, robotik, maupun sistem kecerdasan buatan tepi (edge AI).
Sektor konektivitas juga terbilang sangat lengkap untuk kelas modul komputasi. Platform ini mendukung output hingga tiga layar sekaligus melalui antarmuka HDMI dan DisplayPort. Selain itu, tersedia dua port USB 3.2 Gen 2 berkecepatan tinggi, enam port USB 2.0, port Ethernet 2.5 GbE untuk komunikasi jaringan ultra cepat, serta header ekspansi seperti I2C dan GPIO untuk menghubungkan berbagai komponen hardware eksternal.
Paket Developer Kit dan Efisiensi Termal
Untuk mempermudah tahap riset dan pengembangan awal sebelum produk diproduksi secara massal, LattePanda menyediakan paket Developer Kit lengkap. Paket ini tidak hanya berisi modul komputasi utama, melainkan juga menyertakan carrier board khusus serta sistem pendingin pendingin aktif (active heatsink) untuk menjaga kestabilan suhu saat perangkat menangani beban kerja penuh.
Kehadiran sistem pendingin aktif menjadi faktor penting mengingat pemrosesan AI tingkat tinggi membutuhkan pelepasan panas yang optimal. Bagi pengembang yang berniat mengintegrasikan modul ini secara langsung ke dalam bodi produk komersial buatan sendiri, LattePanda Mu Ultra juga dapat dibeli dalam bentuk modul murni tanpa carrier board tambahan.
Harga dan Ketersediaan Pasar
Saat ini LattePanda Mu Ultra Developer Kit sudah dapat dipesan secara langsung melalui saluran penjualan resmi produsen. Varian dasar dengan prosesor Intel Core Ultra 5 226V dijual dengan harga mulai dari Rp11,38 jutaan ($643). Sementara itu, untuk varian tertinggi yang ditenagai Intel Core Ultra 7 256V ditawarkan dengan estimasi harga Rp12,97 jutaan ($733).
Dengan kombinasi ukuran super ringkas, dukungan port yang luas, serta daya komputasi AI hingga 115 TOPS, LattePanda Mu Ultra menetapkan standar baru bagi modul komputasi tingkat profesional di pasar global.