Chuwi secara resmi memperluas lini laptop terbarunya dengan merilis Chuwi NeoBook Plus, sebuah gawai berlayar lapang yang memadukan efisiensi performa dan fleksibilitas upgrade tinggi. Dijual dengan harga promosi awal sekitar Rp9,5 jutaan ($539) dari harga acuan resmi sekitar Rp11,8 jutaan ($669), laptop berukuran 15,6 inci ini menawarkan solusi komputasi ideal bagi pekerja profesional maupun pelajar yang membutuhkan perangkat produktivitas jangka panjang.
Hadir sebagai saudara besar dari NeoBook versi 14 inci yang dibanderol sekitar Rp8,8 jutaan ($499), varian Plus tidak hanya membawa ukuran layar yang lebih lega. Chuwi turut memberikan sejumlah peningkatan krusial pada aspek ergonomi, kapasitas baterai, hingga penyediaan port fisik yang amat berlimpah di kelas harganya.
Desain Layar Lapang dan Kenyamanan Numpad
Chuwi NeoBook Plus mengusung panel layar IPS berukuran 15,6 inci dengan resolusi Full HD (1.920 x 1.080 piksel), rasio aspek klasik 16:9, serta refresh rate 60 Hz. Dimensi layarnya yang luas memberikan kenyamanan ekstra saat digunakan untuk multitasking membuka beberapa jendela dokumen sekaligus atau menikmati konten multimedia.
Meskipun mengusung layar berukuran besar, efisiensi desain Chuwi membuat bodi gawai ini tetap tampil terukur dengan dimensi 357,2 x 228,3 x 17,4 mm dan bobot tergolong ringan di angka 1,5 kg. Sasis yang lebih lebar ini dimanfaatkan Chuwi untuk menyematkan papan ketik berukuran penuh lengkap dengan tombol numeric keypad (numpad), sebuah nilai tambah signifikan bagi pengguna yang sering berurusan dengan pengolahan data angka dan rumus lembar kerja.
Performa Intel Raptor Lake-U dan Ekspansi Hardware Maksimal
Pada sektor dapur pacu, Chuwi NeoBook Plus ditenagai oleh prosesor Intel Core 3 100U dari keluarga Raptor Lake-U. Prosesor modern ini dirancang dengan fokus pada efisiensi daya tanpa mengorbankan kelancaran pengoperasian aplikasi harian, seperti browser dengan puluhan tab, aplikasi perkantoran, hingga pemutaran video beresolusi tinggi.
Daya tarik utama dari gawai ini terletak pada kemudahan kustomisasi perangkat kerasnya. Berbeda dengan mayoritas laptop tipis modern yang menyolder komponen RAM dan memori, NeoBook Plus dibekali dengan dua slot SO-DIMM untuk RAM dan dua slot M.2 2280 untuk penyimpanan SSD. Konfigurasi bawaannya sudah mencakup RAM 16 GB dan SSD 512 GB, namun pengguna bebas melakukan peningkatan kapasitas di masa mendatang sesuai kebutuhan komputasi yang terus berkembang.
Konektivitas Melimpah dan Daya Tahan Baterai Optimis
Aspek konektivitas menjadi keunggulan menonjol lainnya pada Chuwi NeoBook Plus. Laptop ini dibekali dua port USB Type-C yang mendukung pengisian daya Power Delivery (PD) serta output video 4K 60 FPS, tiga port USB Type-A, port HDMI, port LAN Ethernet 1 Gbps, pembaca kartu microSD, dan jack audio 3,5 mm. Untuk koneksi nirkabel, tersedia dukungan Wi-Fi 6 serta Bluetooth 5.2 yang cepat dan stabil. Di bagian atas layar, terpasang pula webcam 720p yang dilengkapi penutup privasi fisik (privacy shutter) untuk keamanan ekstra.
Menopang seluruh operasionalnya, Chuwi menyematkan baterai berkapasitas 57 Wh, meningkat dari kapasitas 53,38 Wh pada model terdahulu. Laptop ini didukung pengisi daya USB-C PD 65W yang diklaim mampu mengisi ulang daya baterai dari kondisi kosong hingga 60 persen hanya dalam waktu satu jam pemakaian charger bawaan.
Estimasi Harga dan Posisi Pasar
Dengan selisih harga promo sekitar Rp700 ribuan dibandingkan varian 14 inci, Chuwi NeoBook Plus menyajikan nilai proposisi yang sangat kompetitif. Pengguna mendapatkan peningkatan berupa layar lebih besar, kehadiran numeric keypad, baterai lebih awet, dan fleksibilitas upgrade komponen ganda yang jarang ditemukan pada rentang harga yang sama.
Hadirnya Chuwi NeoBook Plus menjadi opsi yang sangat menarik di segmen laptop terjangkau, khususnya bagi konsumen yang memprioritaskan kemampuan upgrade mandiri dan kelengkapan port tanpa perlu membawa adapter tambahan saat bepergian.
