Kabar mengejutkan berembus dari kalangan pengguna lini laptop profesional Apple. Sejumlah pemilik MacBook Pro 16 inci bertenaga chip M5 Max melaporkan adanya penurunan performa setelah melakukan pembaruan sistem operasi macOS. Rumor ini dengan cepat memicu spekulasi apakah Apple sengaja membatasi batas kemampuan chip flagship tersebut untuk menjaga suhu laptop atau menyembunyikan keterbatasan sistem pendingin.
Hasil pengujian komparatif mendalam mengonfirmasi bahwa memang terdapat perubahan kinerja pada chip M5 Max pasca-update. Namun, situasinya tidak sesederhana kabar angin pemangkasan performa sepihak. Apple tampaknya baru saja mengubah konfigurasi profil daya pada macOS, yang secara langsung memengaruhi cara chip bekerja di bawah beban kerja berat dalam durasi panjang.
Penyesuaian Skema Daya pada Mode Automatic
Sebelum pembaruan macOS terbaru rilis, mode penggunaan daya standar (Automatic) dan mode daya tinggi (High Power) di MacBook Pro 16 M5 Max hampir tidak menunjukkan perbedaan kinerja. Pada sistem operasi versi terdahulu, mode Automatic mengizinkan chip M5 Max menyedot konsumsi daya hingga 78 Watt pada puncaknya, lalu stabil di kisaran 65 Watt untuk beban CPU murni, serta mencapai 90 Watt pada beban kerja gabungan. Hal ini memberikan kestabilan performa yang luar biasa tanpa perlu mengaktifkan kipas pada kecepatan maksimum.
Namun, setelah pembaruan ke versi macOS terkini, Apple mengubah perilaku skema tersebut secara signifikan. Dalam mode Automatic, konsumsi daya M5 Max kini diawali pada angka 75 Watt, lalu dengan cepat diturunkan ke 60 Watt, dan akhirnya mengunci di level 54 Watt untuk pemakaian berkelanjutan. Sementara itu, performa maksimal 75 Watt hingga 70 Watt kini secara eksklusif hanya dialokasikan untuk mode High Power.
Dampak Nyata pada Performa Jangka Panjang
Untuk penggunaan harian atau tugas-tugas singkat seperti membuka aplikasi berat dan penguji benchmark instan, penyesuaian ini hampir tidak terasa. Pengujian singkat seperti Steel Nomad menunjukkan skor yang relatif identik antara versi macOS lama dan baru. Kompromi baru benar-benar terlihat ketika perangkat dipaksa bekerja mengeksekusi beban komputasi maraton yang membutuhkan durasi panjang.
Pada pengujian rendering Cinebench 2024 Multi-Core yang berjalan beberapa menit, terlihat penurunan performa sekitar 5 persen pada mode Automatic. Dampak lebih signifikan tampak pada pengujian beban ekstrem 20-minute Steel Nomad Stress Test, di mana terjadi penurunan stabilitas kinerja hingga 13 persen dibandingkan versi perangkat lunak sebelumnya. Pengguna yang menginginkan potensi penuh M5 Max tanpa kompromi kini diwajibkan mengaktifkan mode High Power secara manual melalui pengaturan sistem.
Langkah Perbaikan Bug atau Strategi Termal Apple?
Banyak pengamat menilai bahwa langkah yang diambil Apple ini sebenarnya merupakan perbaikan bug sistem. Sebelumnya, keberadaan opsi High Power terasa redundant atau mubazir karena mode Automatic sudah mampu menyerap daya maksimal dengan tingkat kebisingan kipas yang lebih hening. Dengan hadirnya pembaruan ini, pembeda antara profil daya menjadi lebih jelas dan berfungsi sebagaimana mestinya.
Meskipun demikian, keputusan ini membawa dilema tersendiri bagi pengguna profesional. Di satu sisi, mode Automatic kini menawarkan efisiensi daya dan operasional laptop yang lebih hening. Namun di sisi lain, pengguna harus menoleransi peningkatan bising kipas jika sengaja beralih ke mode High Power demi mengejar pemrosesan daya puncak saat melakukan kompilasi koding skala besar atau rendering video 8K.