Forlinx memperkenalkan FCU3101, mini PC tanpa kipas yang dirancang bukan untuk menggantikan komputer rumahan, melainkan menjadi pusat kendali perangkat industri, sensor, dan sistem Internet of Things. Perangkat ini mengandalkan prosesor ARM Rockchip RV1126 serta membawa sejumlah port komunikasi yang lebih relevan untuk lingkungan pabrik.
FCU3101 sudah memasuki tahap produksi, tetapi Forlinx belum mengumumkan harga resminya. Strategi tersebut cukup umum pada perangkat komputasi industri karena harga biasanya bergantung pada konfigurasi, jumlah pemesanan, serta modul tambahan yang dipilih pelanggan.
Rockchip RV1126 dan AI Ringan dalam Bodi Fanless
Forlinx menawarkan FCU3101 dengan dua pilihan SoC, yaitu Rockchip RV1126B dan RV1126BJ. Keduanya memakai empat inti CPU ARM Cortex-A53. Varian RV1126BJ memiliki kecepatan boost yang sedikit lebih rendah, tetapi dirancang untuk mempertahankan ketahanan operasi pada kondisi suhu yang lebih menantang.
Chip tersebut dilengkapi NPU dengan kemampuan komputasi AI hingga 3 TOPS. Angka ini memang tidak ditujukan untuk menjalankan model AI besar seperti pada PC modern, tetapi cukup berguna untuk inferensi ringan di tepi jaringan, misalnya membaca data sensor, mendeteksi pola tertentu, atau menyaring informasi sebelum dikirim ke server.
Dua Konfigurasi untuk Pabrik dan Lingkungan Komersial
Versi industrial-grade membawa RAM 2 GB dan penyimpanan internal 16 GB. Konfigurasi ini dapat beroperasi pada rentang suhu minus 40 hingga 85 derajat Celsius, sehingga lebih cocok ditempatkan di lingkungan produksi dengan perubahan suhu ekstrem. Varian ini juga menggunakan SoC RV1126BJ yang lebih berorientasi pada stabilitas termal.
Sementara itu, versi commercial-grade menyediakan RAM 4 GB dan penyimpanan 64 GB, tetapi rentang suhu operasionalnya lebih terbatas, yakni minus 20 hingga 85 derajat Celsius. Keduanya tetap mendukung ekspansi melalui kartu microSD hingga 128 GB, sehingga kapasitas penyimpanan dapat diperbesar untuk menyimpan log, konfigurasi, atau data lokal.
Port Lengkap, Perlindungan Daya, dan Konektivitas Industri
Nilai utama FCU3101 terletak pada konektivitasnya. Perangkat ini menyediakan USB 3.0 Type-A, dua USB 2.0 Type-A, HDMI, port AUX 3,5 mm, serta port debug Type-C. Untuk komunikasi industri, tersedia port COM ganda yang mendukung RS-232 dan RS-485 dengan kecepatan hingga 115.200 bit per detik.
FCU3101 juga memiliki dua port Ethernet, masing-masing berkecepatan 1 GbE dan 100 MbE. Konektivitas nirkabel mencakup Wi-Fi 4 dan Bluetooth 4.2, sementara modul LTE tersedia sebagai opsi. Dua input digital dan dua output digital berbasis relay dengan kemampuan hingga 5A pada 30V DC dapat digunakan untuk membaca status sensor atau mengendalikan perangkat eksternal.
Catu dayanya memakai input DC 24V dengan dukungan rentang 9V hingga 36V. Forlinx turut menyertakan perlindungan polaritas terbalik dan arus berlebih, fitur penting ketika perangkat dipasang pada sistem kelistrikan industri. Bodinya berukuran sekitar 202 x 123 x 42 mm dengan bobot sekitar 800 gram, serta menggunakan desain tanpa kipas untuk mengurangi debu, suara, dan titik kegagalan mekanis.
Belum Ada Harga, tetapi Bukan untuk Semua Pengguna
Forlinx memosisikan FCU3101 sebagai perangkat komunikasi dan komputasi edge. Fungsinya dapat mencakup pengumpulan data sensor, pengolahan awal, pengiriman informasi ke pusat, hingga pengelolaan koneksi antarperangkat. Namun, spesifikasi ARM Cortex-A53 dan RAM maksimal 4 GB membuatnya kurang tepat untuk pekerjaan desktop berat, penyuntingan video, atau gaming.
Harga FCU3101 belum diumumkan dan calon pembeli harus menghubungi Forlinx secara langsung. Sebagai pembanding untuk penggemar proyek IoT, Orange Pi 4 Pro disebut tersedia mulai sekitar Rp1,17 jutaan (sekitar 66 dolar AS), tetapi papan tersebut berada di kelas hobi dan tidak menawarkan rancangan industrial-grade yang sama.