Laptop OLED Asus Ini Punya Baterai 27 Jam dan AI 50 TOPS

Asus Vivobook Pro 14 terbaru membawa Ryzen AI 9, layar OLED 120Hz, RAM hingga 32GB, dan baterai 27 jam dengan harga mulai Rp16,9 jutaan.

Penulis: Yokoyama
Tanggal: Minggu, 30 Agustus 2026 pukul 18.02
Asus Vivobook Pro 14 dengan Ryzen AI 9 H 465 dan layar OLED 120Hz
Asus Vivobook Pro 14 terbaru menggabungkan prosesor Ryzen AI 9, layar OLED 120Hz, dan baterai 80Wh dalam bodi 14 inci.
Asus

Asus memperluas lini Vivobook Pro 14 dengan konfigurasi baru berbasis AMD Ryzen AI 9 H 465. Laptop 14 inci ini menawarkan layar OLED 120Hz, RAM hingga 32GB, penyimpanan hingga 1TB, serta baterai 80Wh yang diklaim mampu bertahan sampai 27 jam. Di China, model tersebut dipasarkan sekitar Rp16,9 jutaan (CNY 7.499).

Produk ini dikenal sebagai Asus Fearless di pasar China, sedangkan nama Vivobook Pro 14 digunakan untuk pasar global. Meski spesifikasinya menarik bagi pekerja kreatif dan pengguna produktivitas berat, Asus belum mengumumkan harga maupun jadwal peluncuran internasional untuk konfigurasi Ryzen terbaru ini.

Ryzen AI 9 H 465 Jadi Daya Tarik Utama

Foto tampak port belakang dan konektivitas I/O Laptop OLED Asus Ini Punya Baterai 27 Jam dan AI 50 TOPS
Tampak susunan port I/O dan konektivitas pada Laptop OLED Asus Ini Punya Baterai 27 Jam dan AI 50 TOPS. (Foto: ASUS)

Jantung laptop ini adalah AMD Ryzen AI 9 H 465, prosesor 10-core dan 20-thread berbasis arsitektur Zen 5. Chip tersebut mampu mencapai kecepatan hingga 5,0 GHz dan menggunakan grafis terintegrasi Radeon 880M. Artinya, Vivobook Pro 14 tidak hanya ditujukan untuk pekerjaan kantor, tetapi juga berpotensi menangani penyuntingan foto, video ringan, kompilasi kode, serta multitasking intensif tanpa kartu grafis diskret.

AMD juga menyematkan NPU XDNA dengan kemampuan hingga 50 TOPS. Secara sederhana, NPU adalah bagian khusus prosesor untuk mempercepat fitur kecerdasan buatan dengan konsumsi daya lebih rendah dibandingkan jika seluruh tugas dibebankan ke CPU. Manfaatnya akan terasa pada aplikasi yang mendukung efek kamera, pengolahan gambar, transkripsi, dan fitur AI lokal lainnya. Namun, performa nyata tetap bergantung pada dukungan perangkat lunak.

Layar OLED Tajam untuk Kreator dan Hiburan

Foto tampak port belakang dan konektivitas I/O Laptop OLED Asus Ini Punya Baterai 27 Jam dan AI 50 TOPS
Tampak susunan port I/O dan konektivitas pada Laptop OLED Asus Ini Punya Baterai 27 Jam dan AI 50 TOPS. (Foto: ASUS)

Asus membekali Vivobook Pro 14 dengan panel OLED 14 inci beresolusi 2.880 x 1.800 piksel dan rasio aspek 16:10. Ruang vertikal tambahan ini berguna untuk membaca dokumen, menyusun lini masa video, maupun bekerja dengan banyak panel aplikasi. Refresh rate 120Hz juga membuat animasi antarmuka dan pengguliran halaman terasa lebih mulus dibandingkan panel 60Hz.

Panel tersebut mencakup 100 persen ruang warna DCI-P3, memiliki waktu respons 0,2 milidetik, serta mendukung HDR. Asus mencantumkan tingkat kecerahan puncak hingga 1.100 nits dan sertifikasi DisplayHDR 1000. Spesifikasi ini menjanjikan warna yang kaya dan kontras tinggi, tetapi pembeli tetap perlu mengingat bahwa kecerahan puncak biasanya hanya dicapai dalam kondisi HDR tertentu, bukan sepanjang pemakaian normal.

Tipis, Ringan, tetapi Tetap Memiliki Ruang Upgrade

Ilustrasi asus vivobook pro 14 specifications Laptop OLED Asus Ini Punya Baterai 27 Jam dan AI 50 TOPS
Detail tampilan dan desain Laptop OLED Asus Ini Punya Baterai 27 Jam dan AI 50 TOPS. (Foto: ASUS)

Dengan ketebalan 17,9 milimeter dan bobot sekitar 1,39 kilogram, Vivobook Pro 14 cukup portabel untuk laptop berorientasi performa. Sistem pendingin IceCool Pro terdiri dari kipas 75 milimeter, heat pipe, dan sirip pendingin berbahan tembaga. Asus menyebut rancangan ini memungkinkan laptop bekerja hingga 80W dalam mode performa tinggi, meski mode tersebut kemungkinan meningkatkan suhu dan kebisingan kipas.

Keunggulan lain terletak pada dua slot M.2 2280. Konfigurasi awal tersedia dengan SSD PCIe 4.0 512GB, sementara varian lebih tinggi menawarkan RAM 32GB dan penyimpanan 1TB. Total kapasitas penyimpanan dapat ditingkatkan hingga 4TB. Namun, sumber tidak menjelaskan apakah RAM LPDDR5X dapat diganti, sehingga calon pembeli sebaiknya memilih kapasitas memori sejak awal.

Harga, Port, dan Persaingan dengan Model Intel

Varian Ryzen dengan RAM 16GB dan SSD 512GB dibanderol sekitar Rp16,9 jutaan (CNY 7.499) di China. Harga ini sekitar Rp675 ribuan lebih murah (CNY 300) dibandingkan konfigurasi Intel Core Ultra 7 356H dengan kapasitas memori dan penyimpanan yang sama. Dalam perbandingan 41 benchmark yang dirujuk sumber, model Intel meraih skor relatif 110 dibandingkan Ryzen yang berada di angka 100, sehingga harga lebih rendah tidak otomatis berarti performa lebih tinggi.

Untuk konektivitas, tersedia dua USB-A 3.2, satu USB4 Type-C, satu USB-C 3.2, HDMI 2.1, dan jack audio 3,5 milimeter. Kedua port USB-C mendukung Power Delivery. Dibandingkan model Intel yang menggunakan Thunderbolt 4, USB4 pada versi Ryzen tetap cepat dan fleksibel, tetapi kompatibilitas aksesori profesional bisa menjadi pertimbangan penting.

Asus juga memiliki Vivobook Pro 16 dengan prosesor Ryzen AI 9 H 465 yang menawarkan layar OLED 16 inci beresolusi 2.5K dan refresh rate 165Hz. Model tersebut hanya sekitar Rp450 ribuan lebih mahal (CNY 200), tetapi bobotnya mencapai 1,65 kilogram. Vivobook Pro 14 lebih masuk akal bagi pengguna yang mengutamakan mobilitas, sementara model 16 inci lebih cocok untuk mereka yang membutuhkan layar luas. Pada akhirnya, laptop baru Asus ini tampak menjanjikan untuk kreator dan profesional yang menginginkan kombinasi layar berkualitas, performa AI, serta bobot ringan, tetapi keputusan pembelian sebaiknya menunggu kepastian harga dan garansi resmi di Indonesia.

TERKAIT

TERKAIT