HP mendobrak standar laptop workstation portabel dengan meluncurkan lini HP OmniBook Ultra 16 dan OmniBook X 14 terbaru. Dibekali prosesor Nvidia RTX Spark berarsitektur Blackwell, RAM monster hingga 128 GB LPDDR5X-9400, serta layar 3K OLED, perangkat ini dirancang khusus untuk mengeksekusi model kecerdasan buatan (AI) lokal secara mandiri tanpa bantuan cloud. Meski perkiraan harganya diprediksi menembus angka Rp35,4 jutaan ($2.000) hingga Rp54,8 jutaan ($3.100), inovasi performa komputasi hingga 1 PFLOP FP4 AI ini siap menetapkan standar baru bagi kreator konten dan pengembang teknologi.
Kehadiran jajaran OmniBook generasi baru ini menjadi sinyal kuat bahwa persaingan laptop AI lokal (on-device AI) kian memanas. HP tidak hanya mengandalkan chip berperforma ekstrem, melainkan juga merombak total arsitektur pendinginan dan kualitas visual untuk memastikan pemrosesan berat tidak terhambat oleh masalah suhu panas berlebih.
Nvidia RTX Spark Blackwell: Monster Komputasi AI Lokal
Dapur pacu utama HP OmniBook Ultra 16 dan OmniBook X 14 mengandalkan chip konfigurasi mutakhir Nvidia RTX Spark N1X. HP menyediakan dua opsi spesifikasi pemrosesan. Varian pertama menggabungkan CPU 18-core dengan GPU Blackwell RTX berinti 5.120 CUDA cores. Sementara bagi pengguna yang membutuhkan daya komputasi tanpa kompromi, tersedia varian tertinggi yang mengemas CPU 20-core dan GPU Blackwell RTX berinti 6.144 CUDA cores.
Kombinasi chipset tersebut memungkinkan varian tertinggi HP OmniBook Ultra 16 menghasilkan performa pemrosesan AI hingga 1 PFLOP (PetaFLOP) pada presisi FP4. Angka ini sangat raksasa untuk ukuran laptop portabel, memungkinkan AI engineer menjalankan Large Language Model (LLM) dan aplikasi pembuat gambar secara offline. Ditambah lagi dengan ketersediaan RAM LPDDR5X-9400 hingga 128 GB, aktivitas multitasking berat dan analisis dataset raksasa dapat dieksekusi tanpa kendala lag.
Layar 3K OLED VRR dan Desain Engsel Tower Inovatif
Sektor visual menjadi keunggulan mutlak yang ditawarkan HP. Baik OmniBook Ultra 16 maupun OmniBook X 14 dibekali panel OLED touch screen beresolusi 3K (2.880 x 1.800 piksel) dengan refresh rate variabel (VRR) hingga 120 Hz. Layar ini menawarkan tingkat kecerahan puncak mencapai 1.100 nits saat memutar konten HDR, serta mengantongi sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 1000 dan cakupan warna 100% DCI-P3.
Khusus untuk model OmniBook Ultra 16, HP memperkenalkan inovasi desain pendinginan baru bernama tower hinge and trunk. Desain engsel dan bagian belakang sasis yang dibuat agak menonjol ini berfungsi memaksimalisasi sirkulasi udara dingin tanpa membuat bodi laptop membengkak. Meskipun dibekali baterai besar 99 Wh dan bobot 2,22 kg, ketebalan laptop ini di bagian belakang tetap dipertahankan di angka 15,73 mm. Pengisian dayanya juga sangat efisien berkat pengisi daya USB-C GaN berdaya 140 W.
OmniBook X 14: Ringkas Namun Berdaya Tampung Ekstrem
Bagi pengguna bermobilitas tinggi yang menginginkan performa komputasi AI papan atas dalam ukuran ringkas, HP OmniBook X 14 menjadi jawaban yang pas. Laptop berukuran 14 inci ini tetap mengusung dua pilihan chip RTX Spark N1X hingga varian 20-core CPU dan 6.144 GPU cores, serta opsi RAM hingga 128 GB dan penyimpanan SSD NVMe PCIe Gen5 hingga 2 TB.
Perbedaan mendasar OmniBook X 14 berada pada sektor audio yang menggunakan dual speaker (berbeda dengan quad speaker pada Ultra 16) serta bodi yang lebih portabel. Kendati demikian, pengguna tetap mendapatkan haptic touchpad presisi, kamera IR 5 MP berbasis AI, dan kualitas panel 3K OLED 120Hz yang sama memukaunya.
Estimasi Harga dan Ketersediaan
Meski HP belum merilis daftar harga resmi secara global, jajaran HP OmniBook Ultra 16 dan OmniBook X 14 diperkirakan bakal dijual mulai dari estimasi Rp35,4 jutaan (sekitar $2.000) untuk konfigurasi standar, dan dapat menembus Rp54,8 jutaan (sekitar $3.100) untuk varian tertinggi berkapasitas RAM 128 GB dan SSD 2 TB. Peluncuran resmi laptop workstation AI ini diperkirakan akan menyapa pasar global dan Indonesia dalam beberapa bulan mendatang.



