Asus mulai menjual Vivobook 15 X1504 versi terbaru dengan prosesor Intel Wildcat Lake Core 7 350. Laptop 15 inci ini dibanderol mulai sekitar Rp16,1 jutaan (sekitar CA$1.399,99) untuk RAM 8GB dan SSD 512GB, sehingga menawarkan alternatif lebih murah dibandingkan laptop premium 15 inci seperti MacBook Air M5.
Pembaruan ini bukanlah perombakan besar pada desain maupun layar. Asus pada dasarnya mempertahankan formula Vivobook 15 generasi sebelumnya, lalu mengganti prosesor Intel Raptor Lake dengan chip Wildcat Lake yang lebih efisien, sedikit lebih cepat berdasarkan pengujian awal, dan memiliki NPU untuk menjalankan sejumlah fitur kecerdasan buatan secara lokal.
Intel Wildcat Lake Jadi Pembeda Utama
Model yang sudah tersedia di Kanada menggunakan Intel Core 7 350. Dibandingkan Core 7 150U pada model sebelumnya, chip baru ini diklaim lebih hemat daya dan menawarkan peningkatan performa tipis. Dampaknya kemungkinan paling terasa dalam aktivitas harian seperti membuka banyak tab, mengedit dokumen, mengikuti rapat daring, dan menjalankan aplikasi sekolah atau kantor.
Kehadiran NPU menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki banyak laptop lama di kelas harga serupa. Unit pemrosesan ini dirancang menangani beban AI tertentu tanpa selalu membebani CPU. Namun, pengguna tidak boleh menganggapnya sebagai laptop AI kelas berat. NPU lebih relevan untuk fitur seperti efek kamera, pemrosesan suara, atau fungsi AI ringan yang didukung aplikasi.
Ada pula kompromi teknis yang perlu diperhatikan. Wildcat Lake hanya mendukung memori single-channel. Dalam penggunaan umum, hal ini mungkin tidak terasa signifikan, tetapi dapat membatasi bandwidth memori dan berpotensi memengaruhi performa grafis terintegrasi maupun multitasking berat.
Layar Standar, Port Lengkap, dan Bodi Tipis
Vivobook 15 mempertahankan layar IPS 15,6 inci beresolusi Full HD 1.920 x 1.080 piksel. Panel ini memiliki tingkat kecerahan 250 nit, refresh rate 60Hz, serta cakupan warna 45% NTSC. Spesifikasi tersebut cukup untuk mengetik, menonton video, dan bekerja di dalam ruangan, tetapi tergolong biasa saja untuk laptop modern di rentang harga ini.
Keterbatasan gamut warna membuat laptop ini kurang ideal bagi fotografer, editor video, dan desainer yang membutuhkan warna lebih akurat. Kecerahan 250 nit juga dapat terasa kurang nyaman ketika digunakan di dekat jendela atau di luar ruangan. Di Kanada, konfigurasi yang tersedia saat ini juga hanya memakai layar non-touch.
Di sisi lain, konektivitasnya lebih praktis dibandingkan MacBook Air. Asus menyediakan USB-C, USB-A, HDMI, dan jack headphone, sehingga pengguna tidak harus selalu membawa dongle. Bodi laptop memiliki ketebalan sekitar 0,70 inci dan tetap menyertakan keyboard ukuran penuh dengan numpad, fitur yang berguna untuk pekerjaan berbasis angka.
Harga, Ketersediaan, dan Siapa yang Cocok Membelinya
Versi RAM 8GB dan SSD 512GB dijual sekitar Rp16,1 jutaan (sekitar CA$1.399,99), sedangkan varian RAM 16GB naik menjadi sekitar Rp17,2 jutaan (sekitar CA$1.499,99). Sebagai pembanding, MacBook Air M5 15 inci dengan kapasitas RAM dan penyimpanan yang sama mulai sekitar Rp24 jutaan (sekitar CA$2.099). Perbedaan harga ini cukup besar, meski performa chip Apple M5 diperkirakan jauh lebih tinggi.
Asus juga mencantumkan opsi Core 5 320, Core 5 315, dan Core 3 304 yang lebih murah, tetapi seluruhnya belum tersedia. Vivobook 15 X1504 Wildcat Lake telah muncul di Amazon Kanada, namun statusnya masih sementara kehabisan stok. Belum ada informasi listing serupa untuk Amerika Serikat maupun Eropa.
Dengan baterai 42Wh dan dukungan pengisian cepat, Vivobook 15 paling masuk akal bagi pelajar, pekerja kantoran, dan pengguna rumahan yang membutuhkan layar besar, numpad, serta port lengkap. Namun, pembeli yang mengutamakan daya tahan baterai panjang, layar dengan warna akurat, gaming, atau editing profesional sebaiknya mempertimbangkan laptop dengan baterai lebih besar, panel yang lebih baik, atau prosesor kelas lebih tinggi.
