Apple telah memberikan demonstrasi peluncuran yang berbeda untuk MacBook Pro layar sentuhnya. Alih-alih presentasi megah dengan grafik performa, perusahaan mempercayakan laptop tersebut kepada musisi asal Inggris, Labrinth, dan mengundangnya menciptakan lagu dari nol. Sesi live streaming berdurasi hampir empat jam itu menjadi ajang unjuk gigi teknologi layar sentuh anyar Apple di hadapan publik.
Acara bertajuk Labrinth Live on Mac ini dimulai pada 4 November pukul 20.00 Waktu Pasifik atau 5 November pukul 04.00 GMT di Apple Tower Theatre, Los Angeles. Labrinth bekerja menggunakan Logic Pro sambil penonton menyaksikan proses kreatifnya dan mengirimkan pertanyaan. Sepanjang sesi, ia terlihat menyesuaikan kontrol mixer langsung pada layar sentuh MacBook Pro, dengan tampilan aransemen multitrack yang terpampang di layar.
Sentuhan Baru dalam Produksi Musik
Interaksi tersebut memberikan gambaran bagaimana fitur sentuh dapat masuk ke dalam alur kerja produksi musik. Namun, apakah metode ini lebih praktis dibandingkan mouse dan keyboard masih menjadi pertanyaan. Apple sendiri menegaskan bahwa layar sentuh dirancang untuk melengkapi, bukan menggantikan, kontrol konvensional. Keyboard shortcut dan trackpad tetap dipertahankan.
Logic Pro versi terbaru mendukung keyboard polifonik di layar, chord pad, dan drum pad. Musisi dapat memainkan instrumen virtual langsung dari layar. Fitur ini berpotensi mempermudah eksplorasi ide, tetapi belum ada bukti independen soal kecepatan, akurasi, atau kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Spesifikasi dan Harga MacBook Pro Layar Sentuh
Apple mengumumkan MacBook Pro layar sentuh pertamanya pada 28 Oktober. Ada dua ukuran yang tersedia: 14 inci dan 16 inci. Keduanya mengusung layar tandem OLED serta pilihan prosesor M5 Pro atau M5 Max. Kombinasi ini menjanjikan peningkatan performa dan kualitas visual untuk kebutuhan kreatif.
Harga di Amerika Serikat dimulai dari Rp51,3 jutaan ($2,899) untuk model 14 inci dan Rp60,2 jutaan ($3,399) untuk versi 16 inci. Laptop ini dijadwalkan mulai dijual pada 6 November. Bagi musisi yang mempertimbangkan perangkat ini, sesi Labrinth menjadi kesempatan melihat langsung kontrol layar sentuh sebelum membeli.
Kesan Awal dan Pertimbangan
Demonstrasi selama hampir empat jam ini memang lebih dari sekadar presentasi produk. Labrinth tidak hanya memencet tombol, tetapi benar-benar menyusun lagu secara live. Penonton dapat melihat bagaimana ia berpindah antara track, mengatur level, dan memicu suara dari layar. Namun, sesi ini tidak mengukur apakah layar sentuh membuat produksi musik lebih efisien.
Apple tampaknya ingin menunjukkan bahwa layar sentuh bukan sekadar gimmick. Fitur ini menyasar kreator yang menginginkan fleksibilitas input. Tetapi, tanpa pengujian independen, klaim soal produktivitas masih perlu dibuktikan. Lagu yang dibuat Labrinth dijadwalkan hadir di Apple Music pekan depan.
Menimbang MacBook Pro Layar Sentuh untuk Kreator
MacBook Pro dengan layar sentuh menawarkan pendekatan baru dalam berinteraksi dengan perangkat. Bagi sebagian musisi, kontrol langsung di layar bisa terasa lebih intuitif. Namun, harga yang tinggi dan belum adanya ulasan mendalam membuat calon pembeli perlu mempertimbangkan dengan cermat. Jika Anda mengandalkan alur kerja tradisional, fitur ini mungkin bukan alasan utama untuk beralih.
• Kelebihan utama: layar tandem OLED, performa M5 Pro/M5 Max, integrasi Logic Pro yang mulus, dan fleksibilitas input sentuh.
• Alasan untuk skip: harga premium, belum ada bukti objektif peningkatan produktivitas, dan fitur sentuh mungkin tidak esensial bagi pengguna non-kreatif.
Keputusan pembelian sebaiknya didasarkan pada kebutuhan spesifik. Jika Anda seorang produser musik atau kreator visual yang sering bekerja dengan aplikasi pendukung sentuhan, MacBook Pro ini bisa menjadi investasi menarik. Namun, bagi pengguna umum, fitur layar sentuh belum tentu menjadi pembeda yang signifikan.



