Pasar kartu grafis desktop mencatatkan sejarah baru. AMD untuk pertama kalinya berhasil mengungguli volume penjualan unit kartu grafis dibanding Nvidia di platform e-commerce Amazon US. Pencapaian berharga dari kubu Team Red ini terungkap melalui data penjualan ritel yang dikurasi oleh analis TechEpiphany lewat platform X.
Pergeseran peta kekuatan ini terjadi di tengah kondisi pasar PC Gaming rakitan yang sebenarnya sedang lesu. Meskipun total volume unit GPU yang terjual secara keseluruhan mengalami penurunan, pendapatan industri justru melonjak drastis. Penyebab utamanya tidak lain adalah kenaikan harga jual perangkat yang kian tidak terkendali di pasaran.
Kelangkaan Stok GeForce Seri 50 Akibat Fokus AI
Penyebab utama dari lonjakan penjualan produk AMD adalah pergeseran strategi bisnis Nvidia. Produsen asal Santa Clara tersebut terlihat mulai mengurangi prioritas pada segmen konsumen biasa demi mengejar margin raksasa di pasar akselerator kecerdasan buatan. Nvidia bahkan dilaporkan telah menghentikan produksi flagship RTX 5090 dan RTX 5080 untuk mengalokasikan kapasitas pabrik ke segmen pusat data.
Langkah pemangkasan pasokan ini memicu kelangkaan parah pada tingkat ritel. Angka penjualan unit berbicara. Minimnya stok membuat harga lini produk Nvidia GeForce melambung sangat tinggi jauh melebihi harga anjuran produsen (MSRP).
Sebagai gambaran konkret, Nvidia GeForce RTX 5060 Ti 16 GB yang awalnya diluncurkan pada April 2025 seharga Rp7,6 jutaan ($429), kini harus ditebus konsumen di atas Rp12,4 jutaan ($700) di Amazon US. Kenaikan harga yang sangat tajam ini juga melanda jajaran kartu grafis populer lainnya seperti RTX 5060, RTX 5070, hingga GeForce RTX 5070 Ti.
Strategi Harga AMD Radeon yang Lebih Masuk Akal
Meskipun AMD juga mengalami penyesuaian harga akibat dinamika rantai pasok global, kondisi ritel lini produk Radeon terpantau jauh lebih stabil. Generasi GPU berbasis arsitektur RDNA 4 berhasil mengisi celah kosong yang ditinggalkan pesaing utamanya.
Perbandingan harga di segmen menengah ke atas memperlihatkan jurang pemisah yang sangat lebar. AMD Radeon RX 9070 XT yang diposisikan sebagai kompetitor langsung GeForce RTX 5070 Ti masih bisa ditemukan konsumen di kisaran Rp16,3 jutaan ($920). Sebaliknya, sebagian besar varian RTX 5070 Ti dipatok pedagang melejit hingga melampaui Rp30,1 jutaan ($1,700) di platform yang sama.
Pilihan konsumen akhirnya beralih. Perbedaan harga yang mencapai dua kali lipat membuat para perakit komputer independen lebih memilih mengamankan komponen AMD. Rasio nilai terhadap performa harian menjadi alasan utama mengapa peminat komputasi rakitan berbondong-bondong mengalihkan transaksi mereka.
Harapan Pemulihan Pasar PC Gaming di Masa Depan
Keberhasilan temporer AMD ini menjadi sinyal penting bagi peta persaingan komponen komputer. Ketika salah satu pemain utama mengabaikan pasar ritel kelas pengguna akhir, konsumen akan bertindak realistis dengan memilih alternatif yang masih masuk akal secara finansial.
Pengamat industri berharap dinamika pasar akan membaik pada periode mendatang. Apabila laju investasi di sektor AI mulai stabil, baik AMD maupun Nvidia diharapkan kembali memfokuskan sumber daya mereka untuk menggarap pasar PC Gaming DIY yang sempat terbengkalai.


