Acer merilis A543 di China sebagai tablet Windows 2-in-1 yang mencoba menjembatani kebutuhan perangkat hiburan dan produktivitas. Layarnya berukuran 14 inci, sementara keyboard yang dapat dilepas memungkinkan perangkat digunakan seperti laptop ketika pengguna perlu mengetik atau bekerja lebih serius.
Di atas kertas, Acer A543 menarik karena menyediakan pilihan RAM hingga 16 GB dan penyimpanan internal 1 TB. Namun, kapasitas besar tersebut dipasangkan dengan Intel Celeron J4105, prosesor hemat daya dari generasi lama. Kombinasi ini membuat A543 lebih tepat dipandang sebagai perangkat kerja ringan, bukan pengganti laptop utama untuk tugas berat.
Layar Besar dan Desain 2-in-1 yang Fleksibel
Acer A543 membawa layar sentuh 14 inci dengan resolusi 1.920 x 1.200 piksel, rasio 16:10, dan refresh rate 60 Hz. Rasio layar tersebut memberi ruang vertikal lebih luas dibanding panel 16:9, sehingga cukup membantu saat membaca dokumen, menjelajah web, atau mengerjakan spreadsheet. Acer juga mencantumkan rasio screen-to-body sebesar 84 persen.
Perangkat ini memiliki dimensi 317,2 x 213,5 x 10 mm dengan bobot 1,5 kg. Angka tersebut tergolong berat untuk tablet murni, tetapi masih masuk akal untuk perangkat Windows berlayar besar. Keyboard lepas-pasang menjadi elemen penting karena memungkinkan A543 digunakan dalam dua skenario: sebagai tablet sentuh atau perangkat kerja dengan pengalaman mengetik yang lebih konvensional.
Performa Cukup untuk Kerja Ringan, Bukan Beban Berat
Acer menggunakan Intel Celeron J4105 dengan empat inti dan empat thread. Prosesor ini berjalan pada kecepatan dasar 1,5 GHz dan dapat mencapai 2,5 GHz, dengan konsumsi daya tercatat 10 watt. Spesifikasinya cukup untuk pengolah dokumen, konferensi video, pemutaran media, dan penjelajahan web dengan jumlah tab yang wajar.
Pilihan memorinya terdiri dari RAM LPDDR4x 8 GB, 12 GB, dan 16 GB. Penyimpanan tersedia mulai 256 GB hingga 1 TB. Varian RAM 16 GB memang terlihat besar untuk kelas perangkat ini, tetapi tidak otomatis membuat performanya setara laptop modern karena kemampuan prosesor tetap menjadi batas utama. Acer juga menyebut dukungan dock ekspansi khusus melalui daftar produk di JD.com.
Konektivitas Lengkap, Baterai hingga Tujuh Jam
Untuk konektivitas, A543 menyediakan satu USB-A 3.0, dua USB-C, dan satu Micro HDMI. Salah satu port USB-C merupakan port full-function yang mendukung keluaran layar eksternal. Kehadiran jack audio 3,5 mm juga menjadi nilai tambah bagi pengguna yang masih memakai earphone kabel. Tablet ini mendukung Wi-Fi dual-band dan Bluetooth 5.0.
Acer membekali perangkat dengan kamera depan 5 MP dan kamera belakang 8 MP berfokus otomatis. Dua speaker 1 watt tersedia untuk kebutuhan panggilan video dan konsumsi media, meski konfigurasi ini kemungkinan tidak menawarkan pengalaman audio yang sangat bertenaga. Baterainya berkapasitas 6.000 mAh dan mendukung pengisian kabel 45 watt.
Menurut estimasi Acer, baterainya mampu bertahan sekitar tujuh jam untuk pemutaran video, enam jam menjelajah internet, atau lima jam penggunaan kantor sehari-hari. Angka tersebut merupakan klaim internal dan hasil nyata dapat berubah sesuai tingkat kecerahan layar, aplikasi, serta kondisi jaringan.
Di China, Acer A543 dijual mulai sekitar Rp6,9 jutaan (2.599 Yuan) untuk konfigurasi 8 GB RAM dan 256 GB penyimpanan. Varian 12 GB dan 512 GB dibanderol sekitar Rp8,2 jutaan (3.089 Yuan), sedangkan versi tertinggi 16 GB dan 1 TB berada di kisaran Rp10,6 jutaan (3.999 Yuan). Acer belum mengumumkan rencana peluncuran internasional, termasuk untuk pasar Indonesia.