Samsung Display memperluas ambisinya di pasar monitor esports dengan menyiapkan panel QD-OLED berukuran 24,5 inci. Panel Full HD ini dirancang khusus untuk permainan kompetitif, terutama genre first-person shooter yang menuntut respons cepat, visibilitas luas, dan kontrol presisi.
Produksi massal dijadwalkan dimulai pada akhir 2026. Sejumlah produsen monitor global telah menyiapkan produk berbasis panel tersebut, sehingga monitor QD-OLED dengan ukuran yang selama ini identik dengan arena kompetisi berpotensi lebih mudah ditemukan konsumen.
Ukuran 24,5 Inci Tetap Jadi Pilihan Pemain FPS
Di tengah tren monitor gaming berukuran besar dan ultrawide, layar 24,5 inci masih memiliki alasan kuat untuk bertahan. Dimensinya memungkinkan pemain melihat seluruh area permainan tanpa banyak menggerakkan mata atau kepala. Dalam pertandingan FPS, kebiasaan ini dapat membantu pemain membaca posisi lawan dan merespons ancaman dengan lebih cepat.
Samsung tidak mengejar resolusi tinggi pada panel baru ini. Resolusi Full HD memang terlihat konservatif ketika monitor 27 inci hingga 32 inci sudah banyak menawarkan Quad HD atau bahkan 4K. Namun, untuk esports, beban grafis yang lebih ringan dapat membantu komputer mempertahankan frame rate tinggi secara konsisten, terutama pada perangkat dengan kartu grafis kelas menengah.
Respons 0,03 Milidetik, tetapi Refresh Rate Tetap Krusial
Samsung mengklaim panel ini memiliki waktu respons sekitar 0,03 milidetik. Angka tersebut menunjukkan kemampuan piksel berpindah warna dengan sangat cepat, sehingga jejak buram pada objek bergerak bisa ditekan. Dampaknya paling terasa saat melakukan gerakan kamera cepat, mengikuti target, atau menembak lawan yang bergerak melintasi layar.
Teknologi QD-OLED juga menawarkan keunggulan visual yang tidak dimiliki panel LCD biasa. Karena setiap piksel dapat menyala dan mati secara mandiri, layar mampu menghasilkan warna hitam yang lebih pekat. Lapisan quantum dot membantu meningkatkan kemurnian warna dan memperluas gamut, meski manfaat tersebut tidak otomatis membuat pemain lebih unggul dalam kompetisi.
Perlu dicatat, waktu respons bukan satu-satunya penentu performa monitor esports. Refresh rate, input lag, kualitas pemrosesan sinyal, serta kemampuan komputer menghasilkan frame rate tinggi tetap sama pentingnya. Samsung belum mengungkap refresh rate final panel 24,5 inci ini, sehingga penilaian terhadap daya saingnya masih harus menunggu spesifikasi monitor jadi.
Samsung Perkuat Dominasi Panel QD-OLED
Peluncuran panel baru ini menjadi bagian dari strategi Samsung untuk memperluas QD-OLED ke segmen yang sebelumnya lebih banyak mengandalkan panel TN, IPS, atau OLED berukuran lebih besar. Menurut Omdia, Samsung Display mengirim sekitar 2,5 juta panel monitor QD-OLED sepanjang 2025, atau hampir 75 persen dari pasar monitor dengan panel self-emissive.
Di Gamescom 2026, Samsung juga memamerkan lini Odyssey generasi 2027. Produk yang ditampilkan mencakup OLED G9 49 inci dengan refresh rate 360 Hz, OLED G8 32 inci yang mampu mencapai 680 Hz pada resolusi Full HD, OLED G7 melengkung 42 inci, serta Odyssey G6 27 inci dengan refresh rate hingga 1.100 Hz.
Samsung turut menggunakan sekitar 180 monitor dan televisi QD-OLED dalam demonstrasi dari Capcom, Krafton, dan CD Projekt Red. Bagi konsumen, kehadiran panel 24,5 inci dapat menjadi perkembangan yang paling relevan karena membuka peluang hadirnya monitor OLED berukuran ringkas dengan kecepatan tinggi. Namun, harga, tingkat kecerahan, fitur perlindungan burn-in, dan refresh rate final akan menentukan apakah teknologi ini benar-benar menarik bagi pemain esports di Indonesia.



