Samsung kembali membawa lini gaming terbarunya ke Gamescom 2026. Berlokasi di Hall 9 Booth B020 hingga Minggu, perusahaan asal Korea Selatan itu menonjolkan monitor Odyssey dengan refresh rate ekstrem, panel OLED generasi baru, serta sejumlah solusi penyimpanan berkecepatan tinggi.
Namun, angka besar seperti 680 Hz, 1.100 Hz, dan transfer data 4.000 MB/s tidak otomatis berarti pengalaman terbaik untuk semua pemain. Sebagian kemampuan tersebut hanya dapat dicapai pada resolusi rendah atau dirancang untuk kebutuhan yang sangat spesifik.
Odyssey OLED G9 dan G8 Tawarkan Kecepatan Ekstrem
Produk paling mencolok di booth Samsung adalah Odyssey OLED G9 G95SJ berukuran 49 inci dengan format ultrawide. Monitor ini memakai panel QD-OLED generasi kelima dengan tata letak subpiksel RGB stripe, resolusi 5.210 x 1.440 piksel, dan refresh rate hingga 360 Hz pada resolusi tersebut. Jika resolusi diturunkan menjadi 2.560 x 720 piksel, refresh rate maksimalnya dapat meningkat dua kali lipat.
Samsung juga mencantumkan tingkat kecerahan puncak 1.300 cd/m² pada area 3 persen layar. Spesifikasi ini menarik untuk game kompetitif dan penggunaan HDR, tetapi kecerahan puncak pada area kecil tidak sama dengan tingkat terang seluruh panel. Pembeli tetap perlu menunggu pengujian independen untuk menilai konsistensi HDR dan risiko burn-in OLED.
Odyssey OLED G8 G80SJ berukuran 32 inci menawarkan tiga pilihan resolusi dan refresh rate: UHD hingga 360 Hz, WQHD hingga 520 Hz, serta Full HD hingga 680 Hz. Angka tersebut mengesankan, tetapi resolusi Full HD pada layar 32 inci berpotensi terlihat berpiksel, terutama ketika digunakan dari jarak dekat. Monitor ini memiliki waktu respons GtG 0,03 milidetik, mendukung AMD FreeSync Premium Pro dan kompatibilitas G-Sync.
Model Lain Mengincar Gamer Kompetitif
Samsung turut memajang Odyssey OLED G7 berukuran 42 inci dengan resolusi 4K dan refresh rate hingga 165 Hz. Monitor ini menggunakan layar melengkung dengan radius 1.000 milimeter, sehingga lebih ditujukan untuk pemain yang menginginkan bidang pandang luas sekaligus ketajaman 4K tanpa harus turun ke resolusi rendah.
Sementara itu, Odyssey G6 dijadwalkan meluncur pada paruh akhir 2026. Monitor tersebut menggunakan panel Fast IPS dengan waktu respons gray-to-gray satu milidetik dan refresh rate hingga 1.100 Hz, setidaknya pada resolusi HD. Dengan batasan itu, keunggulan G6 kemungkinan paling relevan untuk pemain esports yang mengejar respons visual, bukan pengguna yang memprioritaskan detail gambar.
OLED G8 juga dilengkapi port USB Type-C dengan kemampuan memasok daya hingga 98 watt ke perangkat sumber, serta fungsi KVM untuk mengendalikan dua komputer menggunakan satu set periferal. Samsung kembali menampilkan Odyssey 3D yang mampu menghasilkan efek tiga dimensi tanpa kacamata. Belum ada monitor 3D baru yang diumumkan, tetapi daftar game kompatibelnya terus bertambah.
SSD P9 dan P7 Ditujukan untuk Beban Kerja Berat
Di luar monitor, Samsung memperkenalkan SSD eksternal P9 dan P7 yang tampaknya menyasar pengguna profesional. Keduanya mendukung koneksi USB4 Gen 3x2 hingga 40 Gbit/s, dengan kecepatan baca berurutan hingga 4.000 MB/s dan tulis hingga 3.800 MB/s. Kapasitas yang ditampilkan mencapai 8 TB, sementara dimensinya 90 x 65 x 8,3 milimeter.
Kecepatan tersebut lebih masuk akal untuk merekam video panjang langsung dari kamera atau smartphone yang kompatibel, bukan sekadar memindahkan dokumen harian. Samsung bahkan mendemonstrasikan P9 pada rig smartphone di booth-nya. Meski demikian, performa nyata tetap bergantung pada perangkat sumber, kabel, format file, suhu, dan durasi transfer.
Samsung 9100 Pro SSD yang sudah tersedia juga dipamerkan. Menggunakan antarmuka PCIe 5.0, SSD internal ini ditujukan untuk gamer serta pengguna workstation dan beban kerja AI yang membutuhkan transfer data tinggi. Strategi Samsung di Gamescom 2026 terlihat jelas: menawarkan perangkat dengan spesifikasi puncak, tetapi manfaatnya paling terasa bagi pengguna yang benar-benar memiliki perangkat pendukung dan kebutuhan profesional.



