Path of Exile 2 Menuju 1.0, Tapi Mengapa Terasa Belum Lengkap?

Path of Exile 2 akan keluar dari Early Access pada 11 Desember, tetapi kelas, senjata, dan Ascendancy yang dijanjikan masih belum lengkap.

Penulis: Yokoyama
Tanggal: Kamis, 27 Agustus 2026 pukul 05.05
Path of Exile 2 dengan karakter dan dunia fantasi gelap dalam gameplay
Path of Exile 2 dijadwalkan meninggalkan Early Access pada 11 Desember, meski sejumlah konten inti masih belum tersedia.
Grinding Gear Games

Grinding Gear Games mengumumkan bahwa Path of Exile 2 akan meninggalkan status Early Access pada 11 Desember. Namun, keputusan ini memunculkan pertanyaan besar: apakah game tersebut benar-benar sudah layak disebut versi 1.0?

Secara teknis, peluncuran itu dapat menjadi tonggak penting. Akan tetapi, jika diukur dari visi awal yang pernah dipaparkan studio, Path of Exile 2 masih terlihat seperti game yang belum selesai sepenuhnya. Sejumlah kelas karakter, jenis senjata, Ascendancy, serta kemungkinan build masih belum tersedia.

Target 12 Kelas Belum Terpenuhi

Path of Exile 2 memasuki Early Access pada Desember 2024 dengan enam kelas karakter. Masing-masing kelas dirancang memiliki dua Ascendancy, yaitu spesialisasi lanjutan yang mengubah gaya bermain secara signifikan. Dalam rencana awal, Grinding Gear Games menargetkan 12 kelas dasar dengan tiga Ascendancy untuk setiap kelas, atau total 36 pilihan.

Update Dawn of the Hunt memperkenalkan Huntress bersama Ascendancy Amazon dan Ritualist. Pembaruan berikutnya membawa Druid dengan Oracle dan Shaman. Rekaman dari Gamescom 2026 juga mengonfirmasi bahwa Duelist dan senjata pedang sedang dikerjakan, setidaknya dengan dua Ascendancy yang menyertainya.

Jika seluruh tambahan itu hadir sebelum 11 Desember, beberapa kelas yang sebelumnya diharapkan tetap belum tersedia. Marauder, Templar, dan Shadow masih absen, begitu pula senjata khas seperti kapak, flail, dan belati. Huntress serta Druid bahkan belum memiliki Ascendancy ketiga.

Senjata Baru Berarti Lebih Banyak Build

Masalahnya bukan sekadar jumlah kelas dalam menu pemilihan karakter. Setiap jenis senjata baru biasanya hadir bersama skill, support gem, passive, interaksi mekanis, dan jalur build yang tidak mungkin digunakan sebelumnya.

Spear, misalnya, menjadi bagian penting dari identitas Huntress. Talismans juga memperluas fondasi permainan Druid. Berbagai build yang tidak biasa, seperti Twister Abyssal Lich dan Walking Calamity Smith of Kitava, baru bisa muncul karena hadirnya senjata serta mekanik pendukung tersebut.

Karena itu, absennya pedang, kapak, belati, dan flail bukan hanya mengurangi variasi perlengkapan. Kekosongan tersebut turut membatasi kemungkinan build untuk kelas lain yang sebenarnya dapat memanfaatkan senjata-senjata itu. Placeholder pada passive tree bahkan menjadi pengingat bahwa sebagian fondasi game masih menunggu diisi.

Versi 1.0 atau Label Komersial?

Perbandingan dengan Path of Exile pertama juga membuat situasi ini semakin menarik. Saat dirilis pada 2013, game tersebut sudah memiliki seluruh roster karakter yang direncanakan, termasuk Scion sebagai kelas ketujuh. Sistem Ascendancy dan Labyrinth memang baru datang kemudian, tetapi fondasi roster utamanya telah tersedia.

Direktur game Jonathan Rogers mengakui bahwa menghadirkan seluruh kelas pada hari peluncuran tidak realistis. Secara praktis, Grinding Gear Games mungkin menganggap kampanye lengkap, Duelist, pedang, sejumlah Ascendancy, dan sistem endgame yang lebih matang sudah cukup untuk menghapus label Early Access.

Path of Exile 2 juga diperkirakan beralih ke model free-to-play saat mencapai 1.0. Perubahan ini memberi alasan komersial untuk menetapkan tanggal rilis, meski konten inti belum seluruhnya hadir. Bagi pemain baru, pertanyaan yang mungkin muncul kemudian adalah apakah kelas dan senjata yang belum tersedia akan menjadi konten pascapeluncuran atau sesuatu yang harus dibayar.

Di sisi lain, Path of Exile 2 tetap merupakan salah satu ARPG terbaik saat ini. Game ini lebih ramah pemain baru dibanding pendahulunya berkat panduan build, pengecekan harga item dari dalam antarmuka, serta sistem perdagangan asinkron. Patch 0.5 juga telah memperbaiki banyak masalah endgame.

Namun, menyebutnya versi 1.0 terasa lebih seperti keputusan pemasaran daripada hasil akhir pengembangan. Jika tetap berada di Early Access, game ini mungkin baru mencapai bentuk yang lebih alami pada 2028. Sebaliknya, memadatkan banyak kelas, senjata, dan Ascendancy ke dalam satu pembaruan besar berisiko melahirkan bug serta interaksi rusak yang dapat bertahan selama bertahun-tahun.

TERKAIT

TERKAIT