Persaingan di segmen perangkat gaming portabel semakin memanas seiring pesatnya perkembangan arsitektur chip grafis hemat daya. Pengujian performa komparatif terbaru yang dilakukan oleh pengulas hardware ternama, ETA Prime, mempertemukan konsol handheld OneXPlayer 3 dengan Valve Steam Machine. Hasil benchmark ini memberikan gambaran mengejutkan mengenai seberapa jauh kemampuan gawai portabel masa kini dalam menempel performa PC konsol rumahan.
Meskipun Steam Machine dirancang sebagai konsol rumahan yang memiliki batas daya thermal (TDP) serta sistem pendingin jauh lebih besar, OneXPlayer 3 membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar perangkat portabel biasa. Konsol genggam ini berhasil memberikan perlawanan sengit di berbagai game kelas atas (AAA), bahkan mencetak rekor keunggulan tidak terduga pada pengujian judul game tertentu.
Performa Cyberpunk 2077 dan Efisiensi Arsitektur Handheld
Dalam pengujian game yang sangat menuntut beban komputasi grafis tinggi seperti Cyberpunk 2077, kedua perangkat diuji pada resolusi 1080p dengan setelan grafis High serta fitur image upscaling moda Quality. Valve Steam Machine mencatatkan rata-rata frame rate sebesar 109 FPS, sementara OneXPlayer 3 mampu menghasilkan rata-rata 79 FPS. Hasil ini menunjukkan bahwa OneXPlayer 3 hanya lebih lambat sekitar 25 persen dibandingkan Steam Machine.
Selisih performa 25 persen tersebut tergolong sangat mengagumkan bagi sebuah perangkat handheld. Jika memperhitungkan perbedaan konsumsi daya watt serta keterbatasan ruang bodi portabel, efisiensi energi yang ditawarkan OneXPlayer 3 jelas melampaui ekspektasi awal para antusias hardware.
Tren positif ini juga berlanjut pada pengujian game Shadow of the Tomb Raider tanpa menggunakan fitur upscaling. Pada resolusi 1080p setelan High, OneXPlayer 3 hanya tertinggal 18 persen dari Steam Machine. Menariknya, ketika resolusi dinaikkan ke 1440p High, margin perbedaan performa semakin menipis hingga tersisa 7 persen saja.
Kejutan di Game Forza dan Dominasi Windows atas SteamOS
Kejutan paling menarik muncul saat kedua perangkat diadu dalam game balap Forza. Pada resolusi 1080p dengan grafik High dan bantuan XeSS Quality, OneXPlayer 3 berhasil mengungguli Steam Machine secara tipis dengan raihan 68 FPS berbanding 67 FPS.
Keunggulan OneXPlayer 3 semakin tidak terbendung ketika pengujian dilakukan pada resolusi native 1440p tanpa fitur upscaling sama sekali. Perangkat portabel ini mampu menembus 51 FPS, meninggalkan Steam Machine yang hanya tertahan di angka 41 FPS. Selisih performa yang cukup mencolok ini memperlihatkan adanya perbedaan efisiensi sistem operasi yang signifikan.
Perperangan performa di game Forza mengindikasikan bahwa game tersebut berjalan jauh lebih optimal di atas sistem operasi Windows yang digunakan oleh OneXPlayer 3, dibandingkan melalui lapisan penerjemah (translation layer) Proton milik SteamOS pada Steam Machine.
Dongkrak FPS Lewat Fitur Multi-Frame Generation
Selain keunggulan native OS, kebolehan OneXPlayer 3 juga didorong oleh dukungan fitur grafis modern pada chip grafis Intel Arc G3 Extreme. Dalam pengujian game Crimson Desert, pemanfaatan teknologi Multi-Frame Generation (MFG) terbukti mampu mendongkrak angka FPS secara drastis.
Dengan mengaktifkan fitur MFG, OneXPlayer 3 sanggup mendekati performa puncak Steam Machine yang juga menjalankan fitur serupa. Hal ini membuktikan bahwa kombinasi pembaruan driver grafis dan fitur ekosistem AI frame generation mampu menutupi keterbatasan fisik hardware portabel.
Bagi para gamer yang mendambakan fleksibilitas bermain game PC kelas berat di mana saja tanpa harus mengorbankan kualitas visual secara ekstrem, OneXPlayer 3 menetapkan standar baru untuk peta persaingan handheld PC masa kini.