Samsung memperkenalkan jajaran monitor gaming Odyssey untuk 2027 di ajang Gamescom, dengan fokus pada refresh rate ekstrem, resolusi fleksibel, dan panel OLED berukuran besar. Model paling mencolok adalah Odyssey G6 G60H yang mampu mencapai refresh rate 1.100Hz, menjadikannya salah satu monitor gaming dengan angka tertinggi yang pernah diumumkan.
Angka tersebut bukan berarti monitor selalu beroperasi pada resolusi tertinggi. Odyssey G6 mencapai 1.100Hz pada resolusi Full HD 1080p. Pemain juga dapat beralih ke resolusi 1440p dengan refresh rate 600Hz dan response time 1ms. Samsung menyebut Odyssey G6 akan tersedia secara global pada akhir 2026, sedangkan harga resminya belum diumumkan.
Odyssey G6 Mengejar Kecepatan di Atas Segalanya
Odyssey G6 G60H menggunakan panel IPS berukuran 27 inci dan dirancang untuk gamer kompetitif yang mengutamakan kelancaran gerakan dibanding ketajaman gambar. Mode 1.100Hz pada 1080p berpotensi membuat animasi lebih mulus dan mengurangi jeda visual ketika kamera bergerak cepat dalam game seperti shooter kompetitif atau simulator balap.
Namun, refresh rate setinggi ini tidak otomatis membuat semua game terasa lebih responsif. Komputer harus mampu menghasilkan frame rate yang mendekati angka tersebut, sementara manfaatnya paling mudah dirasakan oleh pemain esports dengan perangkat kelas atas dan pengaturan grafis rendah. Bagi gamer kasual, monitor 240Hz atau 360Hz kemungkinan sudah menawarkan keseimbangan yang lebih masuk akal antara harga, kualitas gambar, dan kebutuhan GPU.
OLED G9 dan G8 Membawa Mode Tampilan Fleksibel
Samsung juga memperluas lini Odyssey OLED dengan OLED G9 berukuran 49 inci. Monitor ultrawide ini memiliki resolusi DQHD 5120 x 1440 pada refresh rate 360Hz, response time 0,03ms, dan tingkat kecerahan puncak hingga 1.300 nits. Spesifikasi tersebut menyasar pemain yang menginginkan bidang pandang luas tanpa mengorbankan respons cepat.
OLED G9 juga menyediakan mode Dual HD 2560 x 720 dengan refresh rate 720Hz. Mode ini memangkas resolusi secara signifikan, tetapi dapat berguna untuk game kompetitif yang lebih membutuhkan kecepatan daripada detail visual. Panel OLED menawarkan kontras tinggi dan warna hitam yang lebih pekat, meski calon pembeli tetap perlu mempertimbangkan risiko burn-in jika menampilkan elemen antarmuka statis dalam waktu lama.
Di sisi lain, Odyssey OLED G8 32 inci hadir dengan tiga pilihan mode: UHD 360Hz, QHD 520Hz, dan Full HD 680Hz. Fleksibilitas ini membuat satu monitor dapat digunakan untuk game sinematik beresolusi tinggi maupun kompetisi esports yang mengejar frame rate maksimal. Meski demikian, pengguna perlu memastikan kartu grafis, koneksi, dan kabel yang dipakai mampu mendukung kombinasi resolusi serta refresh rate tersebut.
OLED G7 Menjawab Kebutuhan Layar Besar 16:9
Samsung turut memperkenalkan Odyssey OLED G7 sebagai monitor OLED lengkung 16:9 berukuran 42 inci. Produk ini menawarkan resolusi 4K, refresh rate 165Hz, dan lengkungan 1000R. Ukurannya memberikan area kerja serta pengalaman bermain yang lebih luas dibanding monitor lengkung 32 inci, tanpa memakai format ultrawide yang bisa menimbulkan masalah kompatibilitas pada sejumlah game.
Secara keseluruhan, jajaran baru Odyssey menunjukkan bahwa Samsung sedang mengejar dua arah berbeda: kecepatan ekstrem untuk pemain kompetitif dan kualitas visual premium untuk pengguna yang menginginkan OLED berukuran besar. Perlu dicatat, 1.100Hz, 720Hz, maupun 680Hz lebih merupakan kapasitas teknis untuk skenario khusus daripada kebutuhan mayoritas gamer saat ini.
Samsung belum mengumumkan harga maupun ketersediaan rinci setiap model. Perusahaan sebelumnya juga memamerkan panel OLED laptop 16 inci dengan refresh rate 300Hz serta panel monitor QD-OLED 360Hz. Informasi harga, konsumsi daya, dukungan konektivitas, dan kebijakan garansi burn-in akan menjadi faktor penting sebelum monitor-monitor ini layak dipertimbangkan konsumen Indonesia.



